Forum IPP Unika Atma Jaya Tekankan Pentingnya Evidence-Based Policy di Indonesia

Sabtu, 01 November 2025 - 12:39 WIB
loading...
Forum IPP Unika Atma...
Institute of Public Policy (IPP) Unika Atma Jaya (UAJ) menggelar Diskusi Publik bertajuk Urgensi Pendidikan Lanjutan Kebijakan Publik di Indonesia. Foto/UAJ.
A A A
JAKARTA - Di tengah perubahan sosial-politik yang pesat, kebutuhan akan perumus kebijakan yang berpikir kritis dan berbasis bukti menjadi semakin mendesak.

Hal ini yang dibahas diDiskusi Publik bertajuk “Urgensi Pendidikan Lanjutan Kebijakan Publik di Indonesia yang diselenggarakan Institute of Public Policy (IPP) Unika Atma Jaya (UAJ).

Forum ini mempertemukan para akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi lintas sektor untuk membahas arah baru pendidikan kebijakan publik di Indonesia. Di tengah perubahan sosial-politik yang pesat, kebutuhan akan perumus kebijakan yang berpikir kritis dan berbasis bukti menjadi semakin mendesak.

Baca juga: Wujudkan Indonesia Emas 2045, LAN-Kemendagri Minta Kebijakan Daerah Berbasis Bukti

Dalam sambutan pembuka, Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, menekankan bahwa visi Indonesia Emas hanya dapat terwujud jika universitas turut menjadi bagian dari penguatan kebijakan publik di Indonesia. Yuda menilai bahwa peran perguruan tinggi tak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi juga pada penciptaan produk kebijakan berbasis bukti ilmiah yang berdampak bagi masyarakat.

"Kebijakan publik yang baik lahir dari riset yang kuat dan kolaborasi lintas disiplin. Karena itu, pendidikan kebijakan publik menjadi sangat penting agar setiap keputusan didukung oleh evidence yang kokoh dan nilai kemanusiaan yang jelas," tuturnya, melalui siaran pers, Sabtu (1/11/2025).

Pandangan serupa disampaikan Direktur Eksekutif IPP, Salvatore Simarmata. Dosen yang akrab disapa Tore ini menilai pentingnya mengkaji ulang arah pendidikan kebijakan publik di Indonesia di tengah berbagai tantangan dan peluang yang ada. Selanjutnya, menurut Tore, IPP UAJ berkomitmen mewujudkan evidence-based policy untuk masa depan Indonesia yang lebih sejahtera, adil, dan inklusif.

"Forum ini menjadi wadah untuk menampung gagasan dan memajukan isu-isu kebijakan publik yang berorientasi pada masa depan berkelanjutan. Melalui riset kolaboratif, advokasi, dan dialog lintas sektor, kami berharap terjalin kerja sama yang lebih luas untuk membangun Indonesia yang berkeadilan dan berbasis bukti,” ungkap Tore.

Sorotan mengenai arah masa depan pendidikan kebijakan publik turut diperdalam oleh Keynote Speech dari Walter F. LaFeber Professor of Government and Public Policy, Cornell University, Prof. Thomas Pepinsky. Mengusung topik "Public Policy Education: State of the Field and Future Directions," ia menyoroti pentingnya membangun sistem pendidikan kebijakan publik yang tangguh relevan, dan berorientasi pada dampak nyata.

Ia menggarisbawahi ada enam hal mendasar yang menjadi pijakan setiap lembaga pendidikan kebijakan publik, yakni siapa mahasiswa yang diajar, jenjang pendidikan yang ditawarkan, siapa pengajarnya, fokus bidang yang dikembangkan, sumber daya yang tersedia, dan dampak yang ingin dicapai.

Menurutnya, pendidikan kebijakan publik tak hanya soal struktur akademik, tetapi juga soal arah moral dan intelektual. Ia menekankan bahwa kemajuan bidang ini bergantung pada kepemimpinan visioner, komitmen terhadap riset yang bermakna, serta kemitraan lintas disiplin dan lembaga.

"Kepemimpinan tidak hanya datang dari kepala institusi, tapi juga dari para pendidik dan mahasiswa yang berani berpikir visioner demi membangun sistem pendidikan kebijakan yang lebih baik," tegas Thomas.

Diskusi kemudian berlanjut dalam sesi panel yang menghadirkan sembilan narasumber lintas bidang. Panel pertama, bertajuk “Urgensi Pendidikan Kebijakan Publik Lanjutan,” membuka rangkaian dengan paparan dari Kepala Lembaga Administrasi Negara, Muhammad Taufiq, menyusul kemudian Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Layanan Khusus, Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, serta Founder dan CEO Think Policy, Andhyta Firselly Utami.

Usai menyoroti urgensi pendidikan lanjutan di bidang kebijakan publik, pembahasan berlanjut ke Panel kedua yang mengupas “Peluang dan Tantangan Pendidikan Kebijakan Publik Lanjutan.” Diskusi ini diawali oleh Akademisi School of Government and Public Policy, Dwi Agus Yuliantoro, disambung dengan IPP Senior Research Fellow sekaligus Dosen FEB UAJ, Agustinus Prasetyantoko, kemudian Policy Partnership Lead SKALA, Iskhak Fatonie, dan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University dan Universitas...
MNC University dan Universitas Bina Darma Berkolaborasi Gelar Seminar Hybrid Komunikasi Antarbudaya Internasional
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
President University...
President University Buka Kelas Khusus Taylor Swift, Ini yang Dipelajari Mahasiswa
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi...
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi Keagamaan di Era Modern
MNC Sekuritas Tingkatkan...
MNC Sekuritas Tingkatkan Literasi Keuangan lewat Seminar di Universitas Nasional
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Rekomendasi
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved