Kemendikdasmen Sebut Pelaksanaan TKA Hari Pertama Lancar
Senin, 03 November 2025 - 20:31 WIB
loading...
Pemantauan pelaksanaan TKA 2025 di Command Center Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jakarta, Senin (3/11/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 resmi dimulai secara serentak hari ini, Senin (3/11/2025). Lebih dari 3,5 juta siswa jenjang SMA/MA, SMK/MAK, dan sekolah khusus di seluruh Indonesia mengikuti asesmen nasional tersebut.
TKA 2025 merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat sistem penilaian pendidikan yang objektif, transparan, serta mampu mencerminkan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin mengatakan, pelaksanaan di lapangan secara umum berlangsung tertib dan kondusif. Sejumlah daerah melaporkan tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti tes, dengan dukungan aktif dari sekolah dan pemerintah daerah.
"Kami mengapresiasi semangat para siswa, guru, dan panitia di seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan hari pertama TKA. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan penilaian pendidikan yang terstandar," kata Toni Toharudin dalam siaran persnya, Senin (3/11/2025).
Di berbagai daerah, pelaksanaan TKA hari pertama juga dilaporkan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Di SMAN 61 Jakarta, ujian berjalan mulus berkat kesiapan perangkat dan jaringan yang memadai.
"Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala teknis, baik dari sisi jaringan maupun server karena seluruh perangkat mendukung," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana dan Administrasi SMAN 61 Jakarta, Nurjaman.
Menurutnya, para siswa merasa nyaman selama ujian karena telah terbiasa mengerjakan soal digital melalui berbagai simulasi dan latihan yang disiapkan sekolah. "Karena sudah terbiasa latihan, siswa jadi lebih siap dan tidak gugup. Pembiasaan yang dilakukan sekolah membantu mereka menjalani ujian dengan lancar," katanya.
Sebanyak 216 siswa kelas XII SMAN 61 Jakarta mengikuti TKA tahun ini. Ujian dibagi dalam dua gelombang dan dua sesi—sesi pertama pukul 07.30–10.00 dan sesi kedua pukul 10.30–13.00 WIB. Meski diperbolehkan hingga tiga sesi, sekolah hanya membutuhkan dua karena memiliki dua laboratorium komputer yang memadai.
"Harapannya TKA bisa berjalan baik secara teknis, dan hasilnya juga memuaskan bagi anak-anak," tutur Nurjaman.
Sementara itu, pelaksanaan TKA di SMK 3 Bogor juga berlangsung tertib dan kondusif. Sebanyak 538 siswa kelas XII mengikuti ujian yang dibagi menjadi dua gelombang, dengan tiga sesi di beberapa ruang dan dua sesi di ruang lainnya.
Menurut Koordinator TKA sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK 3 Bogor, Indah Retnowati, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memetakan kemampuan akademik siswa. "TKA menjadi momen penting bagi sekolah untuk memperoleh gambaran kemampuan peserta didik, khususnya dalam literasi, numerasi, dan penalaran logis. Hasil tes ini akan menjadi dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa," ungkapnya.
Selain untuk mengukur kemampuan, pelaksanaan TKA juga diharapkan mendorong budaya belajar positif di kalangan siswa. "Melalui TKA, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran," kata Indah.
Menurut data Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, proses pendaftaran TKA 2025 yang ditutup pada 5 Oktober lalu mencatat partisipasi tinggi dengan 3,52 juta peserta dari 43.918 sekolah di seluruh Indonesia. Jenjang SMA menjadi penyumbang peserta terbesar dengan 1,75 juta siswa, diikuti SMK sebanyak 1,59 juta, dan MA sebanyak 506 ribu peserta. Sejumlah sekolah keagamaan dan khusus, seperti SMTK, SMAK, SMAgK, dan SLB, juga ikut berpartisipasi.
Dari sisi moda pelaksanaan, 73,15% sekolah melaksanakan TKA secara daring, 12,3% semi-daring, dan 0,01% masih dalam tahap finalisasi moda pelaksanaan. TKA 2025 akan berlangsung dalam tiga gelombang utama. Gelombang I digelar 3–4 November, Gelombang II 5–6 November, dan Gelombang khusus: 8–9 November. Sementara ujian susulan dijadwalkan pada 14–16 November 2025.
Melalui TKA 2025, Kemendikdasmen berharap dapat memperkuat ekosistem asesmen nasional yang lebih objektif, adaptif, dan inklusif. Dengan pelaksanaan digital dan keterlibatan jutaan siswa dari berbagai daerah, TKA diharapkan menjadi tolok ukur penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
TKA 2025 merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat sistem penilaian pendidikan yang objektif, transparan, serta mampu mencerminkan kompetensi siswa secara menyeluruh.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Toni Toharudin mengatakan, pelaksanaan di lapangan secara umum berlangsung tertib dan kondusif. Sejumlah daerah melaporkan tingginya antusiasme siswa dalam mengikuti tes, dengan dukungan aktif dari sekolah dan pemerintah daerah.
"Kami mengapresiasi semangat para siswa, guru, dan panitia di seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan hari pertama TKA. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan penilaian pendidikan yang terstandar," kata Toni Toharudin dalam siaran persnya, Senin (3/11/2025).
Di berbagai daerah, pelaksanaan TKA hari pertama juga dilaporkan berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Di SMAN 61 Jakarta, ujian berjalan mulus berkat kesiapan perangkat dan jaringan yang memadai.
"Alhamdulillah berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala teknis, baik dari sisi jaringan maupun server karena seluruh perangkat mendukung," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana dan Administrasi SMAN 61 Jakarta, Nurjaman.
Menurutnya, para siswa merasa nyaman selama ujian karena telah terbiasa mengerjakan soal digital melalui berbagai simulasi dan latihan yang disiapkan sekolah. "Karena sudah terbiasa latihan, siswa jadi lebih siap dan tidak gugup. Pembiasaan yang dilakukan sekolah membantu mereka menjalani ujian dengan lancar," katanya.
Sebanyak 216 siswa kelas XII SMAN 61 Jakarta mengikuti TKA tahun ini. Ujian dibagi dalam dua gelombang dan dua sesi—sesi pertama pukul 07.30–10.00 dan sesi kedua pukul 10.30–13.00 WIB. Meski diperbolehkan hingga tiga sesi, sekolah hanya membutuhkan dua karena memiliki dua laboratorium komputer yang memadai.
"Harapannya TKA bisa berjalan baik secara teknis, dan hasilnya juga memuaskan bagi anak-anak," tutur Nurjaman.
Sementara itu, pelaksanaan TKA di SMK 3 Bogor juga berlangsung tertib dan kondusif. Sebanyak 538 siswa kelas XII mengikuti ujian yang dibagi menjadi dua gelombang, dengan tiga sesi di beberapa ruang dan dua sesi di ruang lainnya.
Menurut Koordinator TKA sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK 3 Bogor, Indah Retnowati, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memetakan kemampuan akademik siswa. "TKA menjadi momen penting bagi sekolah untuk memperoleh gambaran kemampuan peserta didik, khususnya dalam literasi, numerasi, dan penalaran logis. Hasil tes ini akan menjadi dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai kebutuhan siswa," ungkapnya.
Selain untuk mengukur kemampuan, pelaksanaan TKA juga diharapkan mendorong budaya belajar positif di kalangan siswa. "Melalui TKA, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan analitis. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran," kata Indah.
Menurut data Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, proses pendaftaran TKA 2025 yang ditutup pada 5 Oktober lalu mencatat partisipasi tinggi dengan 3,52 juta peserta dari 43.918 sekolah di seluruh Indonesia. Jenjang SMA menjadi penyumbang peserta terbesar dengan 1,75 juta siswa, diikuti SMK sebanyak 1,59 juta, dan MA sebanyak 506 ribu peserta. Sejumlah sekolah keagamaan dan khusus, seperti SMTK, SMAK, SMAgK, dan SLB, juga ikut berpartisipasi.
Dari sisi moda pelaksanaan, 73,15% sekolah melaksanakan TKA secara daring, 12,3% semi-daring, dan 0,01% masih dalam tahap finalisasi moda pelaksanaan. TKA 2025 akan berlangsung dalam tiga gelombang utama. Gelombang I digelar 3–4 November, Gelombang II 5–6 November, dan Gelombang khusus: 8–9 November. Sementara ujian susulan dijadwalkan pada 14–16 November 2025.
Melalui TKA 2025, Kemendikdasmen berharap dapat memperkuat ekosistem asesmen nasional yang lebih objektif, adaptif, dan inklusif. Dengan pelaksanaan digital dan keterlibatan jutaan siswa dari berbagai daerah, TKA diharapkan menjadi tolok ukur penting dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
(abd)
Lihat Juga :