Universitas Al-Azhar Kairo Resmikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia
Selasa, 11 November 2025 - 06:28 WIB
loading...
Mendikdasmen Prof Abdul Muti dan Rektor Universitas Al-Azhar Prof Salamah Jumah Ali Daud pada momen peresmian prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Foto/Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo.
A
A
A
JAKARTA - Sejarah baru terukir dalam hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan Mesir. Untuk pertama kalinya, Universitas Al-Azhar Kairo , salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di dunia, resmi membuka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti, bersama Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Salamah Jumah Ali Daud, melalui prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti pada Kamis (6/11/2025).
Baca juga: Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen Bacakan Pantun
Menariknya, prosesi peresmian dibuka dengan penampilan seni bela diri Tapak Suci dan pembacaan pantun berbahasa Indonesia yang dibawakan oleh para pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Seluruh pengisi acara tampil mengenakan busana adat Nusantara, menghadirkan nuansa budaya Indonesia yang hangat di jantung kota Kairo.
Antusiasme masyarakat Mesir terhadap bahasa dan budaya Indonesia tampak luar biasa. Terbukti, jumlah mahasiswa baru program studi ini mencapai 350 orang, menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Sebelum peresmian program studi, di hari yang sama, Prof. Abdul Mu’ti dan Prof. Salamah Jumah Ali Daud juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendikdasmen dengan Universitas Al-Azhar.
Baca juga: Jenguk Korban Ledakan SMAN 72, Begini Pesan Mendikdasmen untuk Guru dan Siswa
Berdasarkan Undang-Undang Mesir Nomor 103 Tahun 1961 yang diperkuat dengan Keputusan Presiden Mesir pada 29 Maret 2023, rektor Al-Azhar memiliki kedudukan setingkat menteri dalam hal hak dan kewajiban.
Menurut Abdul Muta’ali, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kairo, pembentukan program studi ini melalui proses panjang diplomasi dan akademik selama 1 tahun 5 bulan.
“Dimulai dari penyusunan naskah akademik, izin dari Grand Syeikh Al-Azhar, lalu Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah, presentasi depan Senat Fakultas, presentasi di depan rector Al-Azhar, presentasi di depan Senat Universitas Al-Azhar, hingga rapat di Majelis Tinggi Al-Azhar,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (11/11/2025).
Peresmian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar memiliki tiga nilai sejarah penting. Pertama, ini merupakan program studi pertama di Afrika dan Timur Tengah yang khusus mempelajari Bahasa dan Sastra Indonesia.
Kedua, Prof. Abdul Mu’ti menjadi Menteri Pendidikan Indonesia pertama yang menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Al-Azhar.
Ketiga, momen ini menjadi simbol terulangnya sejarah hubungan erat Indonesia–Mesir, sebagaimana Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947.
Peresmian ini dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti, bersama Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Salamah Jumah Ali Daud, melalui prosesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti pada Kamis (6/11/2025).
Baca juga: Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen Bacakan Pantun
Menariknya, prosesi peresmian dibuka dengan penampilan seni bela diri Tapak Suci dan pembacaan pantun berbahasa Indonesia yang dibawakan oleh para pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Seluruh pengisi acara tampil mengenakan busana adat Nusantara, menghadirkan nuansa budaya Indonesia yang hangat di jantung kota Kairo.
Antusiasme masyarakat Mesir terhadap bahasa dan budaya Indonesia tampak luar biasa. Terbukti, jumlah mahasiswa baru program studi ini mencapai 350 orang, menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Sebelum peresmian program studi, di hari yang sama, Prof. Abdul Mu’ti dan Prof. Salamah Jumah Ali Daud juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendikdasmen dengan Universitas Al-Azhar.
Baca juga: Jenguk Korban Ledakan SMAN 72, Begini Pesan Mendikdasmen untuk Guru dan Siswa
Berdasarkan Undang-Undang Mesir Nomor 103 Tahun 1961 yang diperkuat dengan Keputusan Presiden Mesir pada 29 Maret 2023, rektor Al-Azhar memiliki kedudukan setingkat menteri dalam hal hak dan kewajiban.
Menurut Abdul Muta’ali, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kairo, pembentukan program studi ini melalui proses panjang diplomasi dan akademik selama 1 tahun 5 bulan.
“Dimulai dari penyusunan naskah akademik, izin dari Grand Syeikh Al-Azhar, lalu Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah, presentasi depan Senat Fakultas, presentasi di depan rector Al-Azhar, presentasi di depan Senat Universitas Al-Azhar, hingga rapat di Majelis Tinggi Al-Azhar,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (11/11/2025).
Peresmian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar memiliki tiga nilai sejarah penting. Pertama, ini merupakan program studi pertama di Afrika dan Timur Tengah yang khusus mempelajari Bahasa dan Sastra Indonesia.
Kedua, Prof. Abdul Mu’ti menjadi Menteri Pendidikan Indonesia pertama yang menandatangani nota kesepahaman dengan Universitas Al-Azhar.
Ketiga, momen ini menjadi simbol terulangnya sejarah hubungan erat Indonesia–Mesir, sebagaimana Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1947.
(nnz)
Lihat Juga :