Mahasiswa Universitas An Nuur Purwodadi Gelar Program TEGES untuk Cegah Stunting
Kamis, 13 November 2025 - 11:11 WIB
loading...
Mahasiswa Universitas An Nuur Purwodadi menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk TEGES di Grobogan, Jawa Tengah. Foto/Ist.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas An Nuur Purwodadi menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk TEGES (Transformasi Edukasi Gizi dan Swasembada Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting) di Desa Plosoharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Program ini merupakan bagian dari skema Program Mahasiswa Berdampak : Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tahun pendanaan 2025 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca juga: Tim Dosen Universitas Budi Luhur Luncurkan Aplikasi untuk Selamatkan Seni Tradisi Banten
Program ini dipimpin oleh Rosmala Kurnia Dewi, dengan dukungan Sri Untari dan Fariha Azzahra sebagai tim pelaksana, serta melibatkan 20 mahasiswa pengurus BEM Universitas An Nuur Purwodadi di bawah koordinasi ketua BEM, Muhammad Hilal.
Ketua pelaksana, Rosmala Kurnia Dewi , menyampaikan bahwa kegiatan ini menyasar dua tantangan besar di desa yakni prevalensi stunting yang masih tinggi dan lemahnya produktivitas UMKM tempe dalam produksi dan pemasaran modern.
“Kami ingin membantu ibu-ibu Posyandu lebih paham tentang gizi keluarga, sekaligus mendorong pelaku UMKM tempe agar produknya naik kelas dan bisa bersaing di pasar,” ujar Rosmala.
Kegiatan perdana dalam Program TEGES dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat Desa Plosoharjo, yang disampaikan langsung oleh Rektor Universitas An Nuur Purwodadi, Dr. Rosdiana, SKM., M.Kes.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Plosoharjo, Drs. Suwoto, beserta seluruh perangkat desa yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan dan keberlanjutan program. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam mewujudkan gizi seimbang keluarga dan pemberdayaan UMKM lokal.
Kegiatan dimulai dengan edukasi gizi kepada kader Posyandu dan ibu balita menggunakan media buku saku cegah stunting dan flip chart 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi seimbang sejak dini.
Setelah sesi edukasi, peserta melanjutkan dengan pelatihan pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbahan dasar pangan lokal seperti tempe, daun kelor, labu kuning, dan ikan lele. Selain praktik langsung, peserta juga menerima booklet resep sehat bergambar yang dirancang agar mudah dipahami dan diterapkan di rumah masing-masing.
UMKM pengolah tempe dibekali pelatihan teknik produksi higienis, penyusunan SOP, serta pemasaran digital. Tim mahasiswa membantu membuat produk olahan tempe lebih sehat, sekaligus mendesain kemasan produk yang lebih menarik, membuat paket penjualan, katalog produk digital, dan mengaktifkan akun media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
Program ini merupakan bagian dari skema Program Mahasiswa Berdampak : Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tahun pendanaan 2025 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca juga: Tim Dosen Universitas Budi Luhur Luncurkan Aplikasi untuk Selamatkan Seni Tradisi Banten
Program ini dipimpin oleh Rosmala Kurnia Dewi, dengan dukungan Sri Untari dan Fariha Azzahra sebagai tim pelaksana, serta melibatkan 20 mahasiswa pengurus BEM Universitas An Nuur Purwodadi di bawah koordinasi ketua BEM, Muhammad Hilal.
Ketua pelaksana, Rosmala Kurnia Dewi , menyampaikan bahwa kegiatan ini menyasar dua tantangan besar di desa yakni prevalensi stunting yang masih tinggi dan lemahnya produktivitas UMKM tempe dalam produksi dan pemasaran modern.
“Kami ingin membantu ibu-ibu Posyandu lebih paham tentang gizi keluarga, sekaligus mendorong pelaku UMKM tempe agar produknya naik kelas dan bisa bersaing di pasar,” ujar Rosmala.
Kegiatan perdana dalam Program TEGES dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat Desa Plosoharjo, yang disampaikan langsung oleh Rektor Universitas An Nuur Purwodadi, Dr. Rosdiana, SKM., M.Kes.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Plosoharjo, Drs. Suwoto, beserta seluruh perangkat desa yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan dan keberlanjutan program. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam mewujudkan gizi seimbang keluarga dan pemberdayaan UMKM lokal.
Edukasi Gizi Lewat Buku Saku saku & Pelatihan PMT
Kegiatan dimulai dengan edukasi gizi kepada kader Posyandu dan ibu balita menggunakan media buku saku cegah stunting dan flip chart 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi seimbang sejak dini.
Setelah sesi edukasi, peserta melanjutkan dengan pelatihan pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbahan dasar pangan lokal seperti tempe, daun kelor, labu kuning, dan ikan lele. Selain praktik langsung, peserta juga menerima booklet resep sehat bergambar yang dirancang agar mudah dipahami dan diterapkan di rumah masing-masing.
UMKM Tempe Didampingi Produksi & Branding Digital
UMKM pengolah tempe dibekali pelatihan teknik produksi higienis, penyusunan SOP, serta pemasaran digital. Tim mahasiswa membantu membuat produk olahan tempe lebih sehat, sekaligus mendesain kemasan produk yang lebih menarik, membuat paket penjualan, katalog produk digital, dan mengaktifkan akun media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
(nnz)
Lihat Juga :