Kisah Sauqi, Wisudawan Terbaik Unesa yang Lulus S2 Tanpa Tesis Usai Tembus Jurnal Scopus
Senin, 17 November 2025 - 20:26 WIB
loading...
Sauqi Sawa Bikalawan mencatat prestasi luar biasa sebagai wisudawan terbaik program S2 Unesa dengan IPK 3,99. Foto/Unesa.
A
A
A
JAKARTA - Sauqi Sawa Bikalawan mencatat prestasi luar biasa sebagai wisudawan terbaik program Magister (S2) Universitas Negeri Surabaya ( Unesa ) dengan IPK 3,99.
Hebatnya lagi, mahasiswa asal Kediri itu berhasil meraih kelulusan tanpa perlu menyusun tesis setelah karya penelitiannya diterbitkan di jurnal internasional Scopus Q3 yang diakui setara dengan tugas akhir.
Tidak hanya bebas tesis, Sauqi juga lulus lebih cepat dari masa studi normal, yakni hanya dalam tiga semester atau sekitar 1,5 tahun.
Baca juga:
Lulusan Program Studi S-2 Pendidikan Olahraga Unesa itu menceritakan perjalanan akademiknya, termasuk bagaimana ia langsung melanjutkan studi S2 setelah menyelesaikan S1 di kampus yang sama. Ia mendapatkan beasiswa fresh graduate selama dua semester dan aktif menjadi asisten dosen untuk membantu penelitian serta mengajar.
Prestasi akademik Sauqi semakin menonjol di bidang penelitian. Ia pernah menjadi Best Presenter Poster 1 di The 10th ACPES International Conference Malaysia (2024), Best Presenter 3 di The 5th International Seminar of Sport and Exercise Science Indonesia (2024), serta mempublikasikan lima jurnal terindeks Scopus pada 2025.
Baca juga: Revan, Penerima KIP Kuliah di Unesa yang Ingin Membahagiakan Kakek dan Neneknya
Selain itu, ia telah memiliki 22 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan aktif dalam berbagai kepanitiaan seminar internasional.
Penelitiannya yang berjudul “Identifying the Evolution of Learning Methods in Physical Education: A Systematic Review of Modern Approaches and Digital Integration (2025)” menjadi titik penting yang mengantarkannya pada rekognisi bebas tesis setelah diterima di jurnal internasional Scopus Q3 tanpa revisi.
Sauqi mengungkap, keberhasilan publikasi ini berawal dari pengalamannya sejak S-1 yang sering membantu dosen melakukan penelitian. Pengalaman tersebut memperkaya pengetahuannya mengenai metodologi penelitian, yang kemudian ia perdalam saat menempuh S-2.
Baca juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93
Ia sempat mencari informasi tentang rekognisi tesis melalui publikasi Scopus Q3, namun kebijakan tersebut belum tersedia saat semester pertama.
Tak patah semangat, ia kembali menanyakan kebijakan tersebut pada semester kedua, dan ternyata sedang dalam proses pengajuan. Pada akhir semester kedua, Sauqi pun menyiapkan artikel agar siap dipublikasikan saat aturan diberlakukan.
Ia juga membagikan tiga tips untuk menjadi wisudawan terbaik jenjang S-2: aktif berpendapat di kelas karena dosen menghargai keberanian berdiskusi, saling membantu antarmahasiswa karena banyak yang berstatus pekerja, dan selalu berdoa untuk menguatkan diri menghadapi hal-hal di luar kendali.
Setelah menyelesaikan studi magisternya, Sauqi berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S-3). Ia berharap bisa mendapatkan beasiswa agar dapat terus mengembangkan diri menjadi pribadi dan akademisi yang lebih baik.
Hebatnya lagi, mahasiswa asal Kediri itu berhasil meraih kelulusan tanpa perlu menyusun tesis setelah karya penelitiannya diterbitkan di jurnal internasional Scopus Q3 yang diakui setara dengan tugas akhir.
Tidak hanya bebas tesis, Sauqi juga lulus lebih cepat dari masa studi normal, yakni hanya dalam tiga semester atau sekitar 1,5 tahun.
Baca juga:
Lulusan Program Studi S-2 Pendidikan Olahraga Unesa itu menceritakan perjalanan akademiknya, termasuk bagaimana ia langsung melanjutkan studi S2 setelah menyelesaikan S1 di kampus yang sama. Ia mendapatkan beasiswa fresh graduate selama dua semester dan aktif menjadi asisten dosen untuk membantu penelitian serta mengajar.
Prestasi akademik Sauqi semakin menonjol di bidang penelitian. Ia pernah menjadi Best Presenter Poster 1 di The 10th ACPES International Conference Malaysia (2024), Best Presenter 3 di The 5th International Seminar of Sport and Exercise Science Indonesia (2024), serta mempublikasikan lima jurnal terindeks Scopus pada 2025.
Baca juga: Revan, Penerima KIP Kuliah di Unesa yang Ingin Membahagiakan Kakek dan Neneknya
Selain itu, ia telah memiliki 22 sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan aktif dalam berbagai kepanitiaan seminar internasional.
Penelitiannya yang berjudul “Identifying the Evolution of Learning Methods in Physical Education: A Systematic Review of Modern Approaches and Digital Integration (2025)” menjadi titik penting yang mengantarkannya pada rekognisi bebas tesis setelah diterima di jurnal internasional Scopus Q3 tanpa revisi.
Sauqi mengungkap, keberhasilan publikasi ini berawal dari pengalamannya sejak S-1 yang sering membantu dosen melakukan penelitian. Pengalaman tersebut memperkaya pengetahuannya mengenai metodologi penelitian, yang kemudian ia perdalam saat menempuh S-2.
Baca juga: Dulu Nyaris Tak Kuliah, Kini Anak Petani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa dengan IPK 3,93
Ia sempat mencari informasi tentang rekognisi tesis melalui publikasi Scopus Q3, namun kebijakan tersebut belum tersedia saat semester pertama.
Tak patah semangat, ia kembali menanyakan kebijakan tersebut pada semester kedua, dan ternyata sedang dalam proses pengajuan. Pada akhir semester kedua, Sauqi pun menyiapkan artikel agar siap dipublikasikan saat aturan diberlakukan.
Ia juga membagikan tiga tips untuk menjadi wisudawan terbaik jenjang S-2: aktif berpendapat di kelas karena dosen menghargai keberanian berdiskusi, saling membantu antarmahasiswa karena banyak yang berstatus pekerja, dan selalu berdoa untuk menguatkan diri menghadapi hal-hal di luar kendali.
Setelah menyelesaikan studi magisternya, Sauqi berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S-3). Ia berharap bisa mendapatkan beasiswa agar dapat terus mengembangkan diri menjadi pribadi dan akademisi yang lebih baik.
(nnz)
Lihat Juga :