Assembly Kelas 4 SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru Angkat Tema Buku Ajaib Kebudayaan Indonesia
Selasa, 18 November 2025 - 16:47 WIB
loading...
SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru sukses menyelenggarakan Assembly Kelas 4 bertema Buku Ajaib Kebudayaan Indonesia di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar Jakarta. Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru sukses menyelenggarakan Assembly Kelas 4 bertema "Buku Ajaib Kebudayaan Indonesia" di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai ajang kreativitas, pembelajaran kolaboratif, serta penguatan karakter dan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa.
Pelaksanaan Assembly menjadi bentuk nyata dari pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka. Siswa diarahkan untuk bereksplorasi, berkreasi, serta mengekspresikan diri melalui seni, drama, musik, dan visual. Dengan konsep “Buku Ajaib”, siswa diajak menjelajahi keberagaman budaya Nusantara secara imajinatif dan menyenangkan.
Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru Nardiyanto menyampaikan tujuan utama kegiatan ini bagi perkembangan siswa.
Baca Juga: Ketua Nour Global Education: Universitas Al Azhar Mesir Mesin Pencetak Ulama
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berekspresi dan tampil di depan umum, sehingga mereka terbiasa percaya diri," ujarnya.
Dengan cara ini, pihaknya berharap anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan mencintai kebudayaan Indonesia.
Acara dipandu oleh Master of Ceremony dari kalangan siswa dan dilanjutkan dengan sambutan pimpinan sekolah serta perwakilan siswa. Penampilan operet "Buku Ajaib Kebudayaan Indonesia” menjadi tontonan utama yang memukau, disusul dengan tampilan seni seperti Tari Dindin Badindin, Tari Sajojo, Tari Cik Cik Periuk, pertunjukan wayang kulit, band siswa, serta aksi teatrikal budaya.
Seorang siswa kelas 4, Urai Alfath, mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. “Ini pengalaman yang seru buat saya karena bisa lebih mengenal budaya Indonesia bareng teman-teman," tuturnya dengan penuh semangat dan bangga karena tampilnya disaksikan langsung orang tua.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar seni budaya, tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, kreativitas, serta nilai kebinekaan. Orang tua pun dapat menyaksikan langsung perkembangan potensi anak melalui kegiatan yang bermakna dan inspiratif.
Pelaksanaan Assembly menjadi bentuk nyata dari pembelajaran berbasis proyek dalam Kurikulum Merdeka. Siswa diarahkan untuk bereksplorasi, berkreasi, serta mengekspresikan diri melalui seni, drama, musik, dan visual. Dengan konsep “Buku Ajaib”, siswa diajak menjelajahi keberagaman budaya Nusantara secara imajinatif dan menyenangkan.
Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru Nardiyanto menyampaikan tujuan utama kegiatan ini bagi perkembangan siswa.
Baca Juga: Ketua Nour Global Education: Universitas Al Azhar Mesir Mesin Pencetak Ulama
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berekspresi dan tampil di depan umum, sehingga mereka terbiasa percaya diri," ujarnya.
Dengan cara ini, pihaknya berharap anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan mencintai kebudayaan Indonesia.
Acara dipandu oleh Master of Ceremony dari kalangan siswa dan dilanjutkan dengan sambutan pimpinan sekolah serta perwakilan siswa. Penampilan operet "Buku Ajaib Kebudayaan Indonesia” menjadi tontonan utama yang memukau, disusul dengan tampilan seni seperti Tari Dindin Badindin, Tari Sajojo, Tari Cik Cik Periuk, pertunjukan wayang kulit, band siswa, serta aksi teatrikal budaya.
Seorang siswa kelas 4, Urai Alfath, mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. “Ini pengalaman yang seru buat saya karena bisa lebih mengenal budaya Indonesia bareng teman-teman," tuturnya dengan penuh semangat dan bangga karena tampilnya disaksikan langsung orang tua.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar seni budaya, tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, kreativitas, serta nilai kebinekaan. Orang tua pun dapat menyaksikan langsung perkembangan potensi anak melalui kegiatan yang bermakna dan inspiratif.
(zik)
Lihat Juga :