Ciptakan Dunia Animasi Tak Terbatas, ANIMAKini 2025 Angkat Tema Aurora Arcana
Rabu, 19 November 2025 - 22:11 WIB
loading...
FSRD IKJ kembali menggelar ANIMAKini, festival animasi tahunan dengan tema Aurora Arcana. Foto/IKJ.
A
A
A
JAKARTA - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembali menggelar ANIMAKini, festival animasi tahunan yang menjadi ruang pertemuan para profesional industri, kreator muda, serta pecinta animasi dari Indonesia dan negara-negara ASEAN.
Program yang telah berlangsung sejak 2017 ini kembali hadir pada 19–21 November 2025 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), menghadirkan rangkaian acara yang lebih interaktif dan inspiratif.
Selama tiga hari pelaksanaan, ANIMAKini 2025 menyuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari screening animasi, talkshow bersama pelaku industri dan content creator, hingga art market yang menampilkan karya kreatif para seniman lokal. Festival ini dihadirkan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan merayakan kreativitas tak terbatas dalam dunia animasi Indonesia.
Baca juga: Lowongan PCAM OJK 2025 Segera Dibuka, Ini Jurusan yang Dibutuhkan
Dekan FSRD IKJ, Adlien Fadlia, mengatakan bahwa ANIMAKini kini menjadi bagian penting dari agenda kesenian Jakarta. Ia menyebut tahun 2026 akan menjadi perayaan satu dekade ANIMAKini, sekaligus penanda konsistensinya sebagai ruang kreatif.
“Tahun 2026 itu ke-10 tahun, satu dekade. Jadi sebagai pusat berkesenian di kota Jakarta, artinya CIFFest dan ANIMAKini ini sudah menjadi agenda tahunan, seperti Indonesian Dance Festival (IDF). Animakini dan CIFFest itu masuk daftar 36 kegiatan yang sepanjang tahun dilaksanakan di kawasan Taman Ismail Marzuki,” ujar Adlien.
Ia menambahkan bahwa keberadaan ANIMAKini dan CIFFest tidak hanya sebagai program seni, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan seni rupa dan desain.
“Ini adalah kawasan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya menetap dan berkesenian. Diharapkan Animakini dan CIFFest dapat berkontribusi sebagai media pendidikan dalam bidang seni rupa dan desain,” tambahnya.
Tahun ini, ANIMAKini mengusung tema Aurora Arcarna, sebuah konsep yang menurut Adlien sangat dekat dengan karakter dasar seni rupa dan desain.
“Di bidang seni rupa dan desain, kita tidak lepas dari imajinasi. Aurora itu sendiri kan fenomena di langit utara yang seperti imajinasi yang ingin diungkapkan. Melalui tema ini, banyak hal imajinatif yang dapat dieksplorasi dan diwujudkan dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Adlien menegaskan bahwa animasi tidak terlepas dari perpaduan antara seni, sains, dan teknologi. Hal ini sekaligus menggambarkan bagaimana pendidikan seni rupa dan desain harus adaptif mengikuti perkembangan zaman.
“Perkembangan pendidikan seni rupa dan desain juga tidak bisa luput dari sains dan teknologi. Kami yang berada di dalam pelaksanaan pendidikan ini justru harus beradaptasi dengan zamannya,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan audio-visual bagi generasi saat ini. Menurutnya, institusi pendidikan berperan sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mengubah ide dan imajinasi menjadi karya yang konkret.
“Kemampuan audio-visual itu menjadi satu syarat bagi generasi hari ini. Kami hanya memancing motivasi dan imajinasinya untuk mereka wujudkan dalam bentuk yang nyata. Dan ANIMAKini adalah salah satu bentuk konkret itu,” tutupnya.
Diketahui, penyelenggaraan ANIMAKini2025 mengusung konsep ‘Aurora Arcanaʼ, yang menggambarkan pertemuan antara keindahan alam dan inovasi—where nature meets innovation. Tema ini bermakna sebagai ruang bagi para kreator animasi maupun studio untuk membangun peluang baru dan menciptakan dunia mereka sendiri melalui media yang tak terbatas.
Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, para kreator—baik profesional maupun amatir—didorong untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif dan menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi serta mampu memberi pengaruh terhadap budaya global.
Selain itu ANIMAKini 2025 juga mendapatkan dukungan dari Indonesiana TV Kementerian Kebudayaan yang semakin menambah kemeriahan acara ANIMAKini 2025. Dalam kesempatan ini hadir pulaDirektur Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Andi Syamsu Rijal.
Program yang telah berlangsung sejak 2017 ini kembali hadir pada 19–21 November 2025 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), menghadirkan rangkaian acara yang lebih interaktif dan inspiratif.
Selama tiga hari pelaksanaan, ANIMAKini 2025 menyuguhkan berbagai kegiatan, mulai dari screening animasi, talkshow bersama pelaku industri dan content creator, hingga art market yang menampilkan karya kreatif para seniman lokal. Festival ini dihadirkan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan merayakan kreativitas tak terbatas dalam dunia animasi Indonesia.
Baca juga: Lowongan PCAM OJK 2025 Segera Dibuka, Ini Jurusan yang Dibutuhkan
Dekan FSRD IKJ, Adlien Fadlia, mengatakan bahwa ANIMAKini kini menjadi bagian penting dari agenda kesenian Jakarta. Ia menyebut tahun 2026 akan menjadi perayaan satu dekade ANIMAKini, sekaligus penanda konsistensinya sebagai ruang kreatif.
“Tahun 2026 itu ke-10 tahun, satu dekade. Jadi sebagai pusat berkesenian di kota Jakarta, artinya CIFFest dan ANIMAKini ini sudah menjadi agenda tahunan, seperti Indonesian Dance Festival (IDF). Animakini dan CIFFest itu masuk daftar 36 kegiatan yang sepanjang tahun dilaksanakan di kawasan Taman Ismail Marzuki,” ujar Adlien.
Ia menambahkan bahwa keberadaan ANIMAKini dan CIFFest tidak hanya sebagai program seni, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pendidikan seni rupa dan desain.
“Ini adalah kawasan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya menetap dan berkesenian. Diharapkan Animakini dan CIFFest dapat berkontribusi sebagai media pendidikan dalam bidang seni rupa dan desain,” tambahnya.
Tahun ini, ANIMAKini mengusung tema Aurora Arcarna, sebuah konsep yang menurut Adlien sangat dekat dengan karakter dasar seni rupa dan desain.
“Di bidang seni rupa dan desain, kita tidak lepas dari imajinasi. Aurora itu sendiri kan fenomena di langit utara yang seperti imajinasi yang ingin diungkapkan. Melalui tema ini, banyak hal imajinatif yang dapat dieksplorasi dan diwujudkan dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Adlien menegaskan bahwa animasi tidak terlepas dari perpaduan antara seni, sains, dan teknologi. Hal ini sekaligus menggambarkan bagaimana pendidikan seni rupa dan desain harus adaptif mengikuti perkembangan zaman.
“Perkembangan pendidikan seni rupa dan desain juga tidak bisa luput dari sains dan teknologi. Kami yang berada di dalam pelaksanaan pendidikan ini justru harus beradaptasi dengan zamannya,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan audio-visual bagi generasi saat ini. Menurutnya, institusi pendidikan berperan sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mengubah ide dan imajinasi menjadi karya yang konkret.
“Kemampuan audio-visual itu menjadi satu syarat bagi generasi hari ini. Kami hanya memancing motivasi dan imajinasinya untuk mereka wujudkan dalam bentuk yang nyata. Dan ANIMAKini adalah salah satu bentuk konkret itu,” tutupnya.
Diketahui, penyelenggaraan ANIMAKini2025 mengusung konsep ‘Aurora Arcanaʼ, yang menggambarkan pertemuan antara keindahan alam dan inovasi—where nature meets innovation. Tema ini bermakna sebagai ruang bagi para kreator animasi maupun studio untuk membangun peluang baru dan menciptakan dunia mereka sendiri melalui media yang tak terbatas.
Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, para kreator—baik profesional maupun amatir—didorong untuk mengeksplorasi ide-ide inovatif dan menghasilkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi serta mampu memberi pengaruh terhadap budaya global.
Selain itu ANIMAKini 2025 juga mendapatkan dukungan dari Indonesiana TV Kementerian Kebudayaan yang semakin menambah kemeriahan acara ANIMAKini 2025. Dalam kesempatan ini hadir pulaDirektur Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Andi Syamsu Rijal.
(nnz)
Lihat Juga :