Menkeu Purbaya Cerita Rutinitas Masa Kecil di Kampus IPB yang Bentuk Karakternya Kini
Sabtu, 22 November 2025 - 14:05 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenang masa-masa ketika ia tumbuh besar di kawasan Kampus IPB Dramaga. Foto/Kemenkeu.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenang masa-masa ketika ia tumbuh besar di kawasan Kampus IPB Dramaga. Ada satu pengalaman yang selalu melekat dalam ingatannya dan menjadi bagian penting dalam membentuk ketangguhan dirinya hingga dewasa.
“Saya dari 1972 sampai 1983 hidup di Kampus IPB Dramaga, Jalan Anggrek nomor 12. Saya ingat, rumah di sini, sekolahnya di Bogor,” ujar Purbaya dalam Kuliah Umum Menteri Keuangan RI di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, sebagaimana dikutip dari laman IPB pada Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Purbaya Buka Suara Soal Kasus yang Menjerat Mantan Dirjen Pajak hingga Dicekal
Dalam agenda yang diselenggarakan Himpunan Alumni (HA) IPB University tersebut, ia menceritakan rutinitas masa kecil yang menjadi salah satu fondasi karakter kuatnya saat ini: kebiasaan jalan pagi. Ia memaparkan bahwa berjalan kaki sejak subuh menuju sekolah menjadi latihan alami yang memperkuat kedisiplinan, mental, serta jiwa kepemimpinannya.
“Setengah lima udah bangun. Jam lima sudah jalan kaki. Dua kilometer dari rumah ke depan (kampus). Makanya saya tinggi, rajin jalan pagi dulu,” kenang Purbaya.
Baca juga: Bukan Dimusnahkan, Purbaya Kaji Daur Ulang Baju Bekas Impor Hasil Sitaan
Ia menambahkan bahwa kebiasaan itu juga menempanya menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. “Itu salah satu hal yang menggembleng saya menjadi cukup teguh menghadapi tantangan. Karena kalau bangunnya telat dan terlambat masuk kelas, repot. Bisa dimarahi guru,” tuturnya, yang langsung disambut tawa dan kekaguman ratusan peserta kuliah umum.
Pada kesempatan itu, Purbaya kembali menyampaikan pandangannya mengenai konsep Sumitronics atau ‘Sumitro Economics’, gagasan yang kerap ia bahas di berbagai kesempatan.
“Konsep ini menekankan pertumbuhan ekonomi cepat, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional sebagai tiga pilar utama,” ucapnya.
Kepada mahasiswa IPB University yang merupakan generasi Z, ia juga menitipkan pesan agar mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan.
“Belajar memang tidak gampang, tetapi kalau Anda berhasil, buah manis menunggu Anda di depan. Yang lebih penting, negara menunggu kontribusi Anda,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM unggul untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita perlu orang-orang pintar lebih banyak lagi. Jadi, teman-teman gen Z yang lagi kuliah, belajar sungguh-sungguh, jangan malas-malasan. Kita perlu Anda untuk mendukung delapan persen terus-terusan ke depan nanti,” tegas Purbaya.
Rektor IPB University, Prof Arif Satria, turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menkeu serta menilai materi kuliah umum itu sangat relevan bagi mahasiswa.
“Pemahaman ekonomi makro dan kebijakan fiskal sangat utama bagi mahasiswa IPB University yang kelak menjadi pengambil kebijakan. Kehadiran Pak Menteri memberikan perspektif nyata mengenai tantangan ekonomi bangsa,” ujar Prof Arif.
“Saya dari 1972 sampai 1983 hidup di Kampus IPB Dramaga, Jalan Anggrek nomor 12. Saya ingat, rumah di sini, sekolahnya di Bogor,” ujar Purbaya dalam Kuliah Umum Menteri Keuangan RI di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, sebagaimana dikutip dari laman IPB pada Sabtu (22/11/2025).
Baca juga: Purbaya Buka Suara Soal Kasus yang Menjerat Mantan Dirjen Pajak hingga Dicekal
Dalam agenda yang diselenggarakan Himpunan Alumni (HA) IPB University tersebut, ia menceritakan rutinitas masa kecil yang menjadi salah satu fondasi karakter kuatnya saat ini: kebiasaan jalan pagi. Ia memaparkan bahwa berjalan kaki sejak subuh menuju sekolah menjadi latihan alami yang memperkuat kedisiplinan, mental, serta jiwa kepemimpinannya.
“Setengah lima udah bangun. Jam lima sudah jalan kaki. Dua kilometer dari rumah ke depan (kampus). Makanya saya tinggi, rajin jalan pagi dulu,” kenang Purbaya.
Baca juga: Bukan Dimusnahkan, Purbaya Kaji Daur Ulang Baju Bekas Impor Hasil Sitaan
Ia menambahkan bahwa kebiasaan itu juga menempanya menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan. “Itu salah satu hal yang menggembleng saya menjadi cukup teguh menghadapi tantangan. Karena kalau bangunnya telat dan terlambat masuk kelas, repot. Bisa dimarahi guru,” tuturnya, yang langsung disambut tawa dan kekaguman ratusan peserta kuliah umum.
Pada kesempatan itu, Purbaya kembali menyampaikan pandangannya mengenai konsep Sumitronics atau ‘Sumitro Economics’, gagasan yang kerap ia bahas di berbagai kesempatan.
“Konsep ini menekankan pertumbuhan ekonomi cepat, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional sebagai tiga pilar utama,” ucapnya.
Kepada mahasiswa IPB University yang merupakan generasi Z, ia juga menitipkan pesan agar mereka lebih bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan.
“Belajar memang tidak gampang, tetapi kalau Anda berhasil, buah manis menunggu Anda di depan. Yang lebih penting, negara menunggu kontribusi Anda,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak SDM unggul untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita perlu orang-orang pintar lebih banyak lagi. Jadi, teman-teman gen Z yang lagi kuliah, belajar sungguh-sungguh, jangan malas-malasan. Kita perlu Anda untuk mendukung delapan persen terus-terusan ke depan nanti,” tegas Purbaya.
Rektor IPB University, Prof Arif Satria, turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menkeu serta menilai materi kuliah umum itu sangat relevan bagi mahasiswa.
“Pemahaman ekonomi makro dan kebijakan fiskal sangat utama bagi mahasiswa IPB University yang kelak menjadi pengambil kebijakan. Kehadiran Pak Menteri memberikan perspektif nyata mengenai tantangan ekonomi bangsa,” ujar Prof Arif.
(nnz)
Lihat Juga :