Riwayat Pendidikan Gus Yahya, Ketua Umum PBNU yang Didesak Mundur dari Jabatannya
Senin, 24 November 2025 - 15:26 WIB
loading...
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tengah menjadi sorotan. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Yahya Cholil Staquf ( Gus Yahya ) tengah menjadi sorotan. Ia didesak mundur dari jabatannya oleh Rais Aam PBNU dan diberikan waktu 3 hari untuk melepas jabatannya.
Sebelumnya, berdasarkan isi risalah rapat harian Syuriah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Kamis (20/11/2025), jika kakak kandung mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam 3 hari tidak mengundurkan diri maka Rapat Harian Syuriah PBNU akan memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketum PBNU.
Baca juga: Polemik Pemakzulan Gus Yahya PBNU, Gus Nadir: Matinya Roda Jam'iyyah Kami
Alasan pemakzulan Gus Yahya ini karena ia pernah menjadi narasumber yang terkait dengan jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU yang telah melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.
Alasan kedua desakan mundur Gus Yahya adalah karena tata Kelola keuangan di lingkungan PBNU mengindikasikan pelanggaran terhadap hukum syara dan berimplikasi membahayakan eksistensi Badan Hukum Perkumpulan NU.
Baca juga: Gus Yahya Tegaskan Surat Permintaan Mundur dari Jabatan Ketum PBNU Tak Sesuai Standar
Merespons hal ini, Gus Yahya pun menegaskan menolak mundur dari jabatannya karena ia mengaku mendapat mandate Muktamar ke-34 di Lampung pada 2021 untuk memimpin PBNU selama 5 tahun.
Selain itu ia juga mengaku belum menerima surat fisik terkait rapat harian Syuriah PBNU tersebut. Ia juga menilai surat tersebut tidak memenuhi standar karena tanda tangan surat semestinya digital, sementara yang beredar adalah tanda tangan manual.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 15 Februari 1966. Ia adalah putra dari KH Cholil Bisri, kakak dari KH Ahmad Mustofa Bisri.
Dikutip dari laman Pemkab Rembang, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) itu pernah sekolah di SDN 4 Kutoharjo dan SMPN 2 Rembang.
Setelah itu Katib 'Aam PBNU masa khidmat 2015-2020 dan juga pernah menjadi Juru Bicara Presiden semasa kepresidenan KH Abdurrahman Wahid pada 1999-2001 itu mondok di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta sampai lulus SMA.
Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2018-2019 ini kemudian melanjutkan pendidikan di Departemen Sosiologi FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Gus Yahya sebelumnya mendapatkan gelar doktor honoris causa (HC) dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2023. Selain itu Gus Yahya masuk rangking ke-19 dalam daftar 50 besar tokoh muslim berpengaruh dunia tahun 2023 versi Pusat Pembelajaran Strategis Kerjaan Islam Yordania.
Sebelumnya, berdasarkan isi risalah rapat harian Syuriah PBNU yang ditandatangani Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Kamis (20/11/2025), jika kakak kandung mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam 3 hari tidak mengundurkan diri maka Rapat Harian Syuriah PBNU akan memberhentikan Gus Yahya dari jabatan Ketum PBNU.
Baca juga: Polemik Pemakzulan Gus Yahya PBNU, Gus Nadir: Matinya Roda Jam'iyyah Kami
Alasan pemakzulan Gus Yahya ini karena ia pernah menjadi narasumber yang terkait dengan jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional NU yang telah melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.
Alasan kedua desakan mundur Gus Yahya adalah karena tata Kelola keuangan di lingkungan PBNU mengindikasikan pelanggaran terhadap hukum syara dan berimplikasi membahayakan eksistensi Badan Hukum Perkumpulan NU.
Baca juga: Gus Yahya Tegaskan Surat Permintaan Mundur dari Jabatan Ketum PBNU Tak Sesuai Standar
Merespons hal ini, Gus Yahya pun menegaskan menolak mundur dari jabatannya karena ia mengaku mendapat mandate Muktamar ke-34 di Lampung pada 2021 untuk memimpin PBNU selama 5 tahun.
Selain itu ia juga mengaku belum menerima surat fisik terkait rapat harian Syuriah PBNU tersebut. Ia juga menilai surat tersebut tidak memenuhi standar karena tanda tangan surat semestinya digital, sementara yang beredar adalah tanda tangan manual.
Riwayat Pendidikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 15 Februari 1966. Ia adalah putra dari KH Cholil Bisri, kakak dari KH Ahmad Mustofa Bisri.
Dikutip dari laman Pemkab Rembang, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) itu pernah sekolah di SDN 4 Kutoharjo dan SMPN 2 Rembang.
Setelah itu Katib 'Aam PBNU masa khidmat 2015-2020 dan juga pernah menjadi Juru Bicara Presiden semasa kepresidenan KH Abdurrahman Wahid pada 1999-2001 itu mondok di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta sampai lulus SMA.
Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2018-2019 ini kemudian melanjutkan pendidikan di Departemen Sosiologi FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Gus Yahya sebelumnya mendapatkan gelar doktor honoris causa (HC) dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2023. Selain itu Gus Yahya masuk rangking ke-19 dalam daftar 50 besar tokoh muslim berpengaruh dunia tahun 2023 versi Pusat Pembelajaran Strategis Kerjaan Islam Yordania.
(nnz)
Lihat Juga :