UDN Jakarta Perkenalkan Prodi Manajemen Pesantren, Ulama MUI Nilai Sangat Strategis
Selasa, 25 November 2025 - 09:48 WIB
loading...
Prodi Manajemen Pesantren di Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta mendapat respons positif dari kalangan ulama dalam forum Munas Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-11. Foto/UDN.
A
A
A
JAKARTA - Program Studi Manajemen Pesantren di Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta mendapat respons positif dari kalangan ulama dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-11. Program studi tingkat magister (S2) ini dinilai sangat strategis dan memiliki prospek pasar yang baik untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pesantren di Indonesia.
Wakil Rektor UDN, Muhammad Irfanudin Kurniawan, menyampaikan pentingnya Program Studi Manajemen Pesantren di sela-sela diskusi pada Munas MUI XI. Menurutnya, program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pesantren-pesantren di Indonesia yang memerlukan pengelolaan profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Baca juga: Darunnajah di Pleno 'Ketahanan Pangan': Pesantren Sebagai Aktor Ekonomi Produktif
"Kami melihat bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter bangsa. Namun, untuk dapat berkembang optimal, pesantren memerlukan tata kelola yang baik. Melalui program studi ini, kami ingin mencetak pengelola pesantren yang tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga menguasai manajemen modern," ungkap Muhammad Irfanudin Kurniawan.
Prof. Syukri Iska dari Pesantren Madrasah Islamiyah Canduang, Sumatera Barat, yang juga merupakan pengurus MUI Pesantren MUI Sumbar, memberikan tanggapan positif terhadap program yang disampaikan pihak UDN tersebut saat forum Munas MUI, Jumat (22/11/2025).
Baca juga: Konten Etnografi dan Blended Learning: Pendekatan Komprehensif Mengatasi Intoleransi di Kampus
"Menurut saya itu amat strategis dan marketable. Karena 42 ribu pesantren di Indonesia, tidak banyak yang benar-benar terkelola dengan baik, karena berbagai faktor, di antaranya lemahnya manajemen," ujar Prof. Syukri Iska.
Ia menekankan bahwa dengan adanya peluang peningkatan kompetensi pengelola pesantren melalui pendidikan formal S2 dengan konsentrasi manajemen pesantren, diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tata kelola yang selama ini menjadi kendala di banyak pesantren.
Program studi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga pengelola pesantren yang profesional, mengingat jumlah pesantren yang sangat besar di Indonesia namun belum semuanya memiliki sistem manajemen yang memadai.
Diskusi terkait program studi ini dalam pada saat Munas MUI XI menunjukkan perhatian serius ulama Indonesia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan Islam di Tanah Air.
Wakil Rektor UDN, Muhammad Irfanudin Kurniawan, menyampaikan pentingnya Program Studi Manajemen Pesantren di sela-sela diskusi pada Munas MUI XI. Menurutnya, program ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pesantren-pesantren di Indonesia yang memerlukan pengelolaan profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Baca juga: Darunnajah di Pleno 'Ketahanan Pangan': Pesantren Sebagai Aktor Ekonomi Produktif
"Kami melihat bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter bangsa. Namun, untuk dapat berkembang optimal, pesantren memerlukan tata kelola yang baik. Melalui program studi ini, kami ingin mencetak pengelola pesantren yang tidak hanya memahami nilai-nilai keislaman, tetapi juga menguasai manajemen modern," ungkap Muhammad Irfanudin Kurniawan.
Prof. Syukri Iska dari Pesantren Madrasah Islamiyah Canduang, Sumatera Barat, yang juga merupakan pengurus MUI Pesantren MUI Sumbar, memberikan tanggapan positif terhadap program yang disampaikan pihak UDN tersebut saat forum Munas MUI, Jumat (22/11/2025).
Baca juga: Konten Etnografi dan Blended Learning: Pendekatan Komprehensif Mengatasi Intoleransi di Kampus
"Menurut saya itu amat strategis dan marketable. Karena 42 ribu pesantren di Indonesia, tidak banyak yang benar-benar terkelola dengan baik, karena berbagai faktor, di antaranya lemahnya manajemen," ujar Prof. Syukri Iska.
Ia menekankan bahwa dengan adanya peluang peningkatan kompetensi pengelola pesantren melalui pendidikan formal S2 dengan konsentrasi manajemen pesantren, diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tata kelola yang selama ini menjadi kendala di banyak pesantren.
Program studi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga pengelola pesantren yang profesional, mengingat jumlah pesantren yang sangat besar di Indonesia namun belum semuanya memiliki sistem manajemen yang memadai.
Diskusi terkait program studi ini dalam pada saat Munas MUI XI menunjukkan perhatian serius ulama Indonesia terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan Islam di Tanah Air.
(nnz)
Lihat Juga :