Ira Puspadewi Kuliah di Mana? Eks Dirut ASDP yang Dapat Rehabilitasi dari Prabowo
Rabu, 26 November 2025 - 10:08 WIB
loading...
Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mendapat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mendapat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto terkait kasus dugaan korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara (2019–2022). Rekam jejak pendidikannya pun menarik untuk diulas.
Keputusan ini menjadi sorotan publik karena kasus yang menjerat Ira sebelumnya dianggap tidak menunjukkan bukti aliran dana pribadi atau indikasi memperkaya diri.
Baca juga: KPK Belum Terima Surat Keputusan Rehabilitasi Ira Puspadewi
Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 4,5 tahun penjara kepada Ira. Namun, di tengah proses hukum tersebut, muncul kritik karena keputusan bisnisnya tidak terbukti memberikan keuntungan pribadi.
Justru, di era kepemimpinannya, ASDP mencatatkan laba tertinggi dalam sejarah perusahaan, berkembang menjadi perusahaan feri negara yang agresif, modern, dan semakin kompetitif.
Baca juga: BREAKING NEWS! Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Dapat Rehabilitasi
Perhatian atas kasus ini turut datang dari Presiden Prabowo Subianto. Setelah melalui kajian komisi hukum DPR sejak Juli 2024, pemerintah akhirnya menindaklanjuti hasil penyelidikan tersebut. Presiden Prabowo menandatangani surat rehabilitasi untuk tiga nama, termasuk Ira Puspadewi, mantan Direktur Komersial Yusuf Hadi, dan mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa keputusan rehabilitasi diambil setelah kajian hukum yang komprehensif disampaikan kepada pemerintah.
“Dari hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, alhamdulillah pada hari ini Presiden RI Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut,” ujarnya.
Ira Puspadewi lahir di Malang dan tumbuh sebagai sosok profesional perempuan Indonesia yang memiliki rekam jejak akademik kuat dan relevan dengan karier kepemimpinannya.
Perempuan berhijab inipun menempuh pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya, mengambil S1 Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan (1984–1990).
Keinginan Ira untuk memperdalam ilmu manajemen pembangunan membawanya ke Asian Institute of Management (AIM) Filipina, salah satu sekolah manajemen terbaik di Asia. Di sana, ia meraih gelar Master in Development Management, Development Economics and International Development (1993–1994).
Pendidikan ini membentuk cara pandangnya mengenai pengelolaan organisasi, transformasi bisnis, dan pembangunan sektor publik maupun privat.
Tidak berhenti sampai di situ, Ira melanjutkan studi doktoral di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan meraih gelar doktor pada tahun 2018.
Semua jenjang akademik tersebut saling terkait dengan rekam jejak profesional Ira. Kariernya dimulai di tingkat global sebagai Direktur Global Initiative Regional Asia GAP Inc., posisi yang membuatnya terbiasa mengelola transformasi dan ekspansi perusahaan multinasional.
Reputasinya yang cemerlang membuat Dahlan Iskan, Menteri BUMN saat itu, memanggilnya pulang untuk membantu membangun perusahaan-perusahaan BUMN.
Ira Puspadewi kemudian dipercaya menjadi Direktur Sarinah, dilanjutkan dengan tugas strategis sebagai Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia. Akumulasi pengalaman inilah yang akhirnya mengantarkannya memimpin ASDP dan melakukan transformasi besar-besaran hingga perusahaan mencatatkan laba tertingginya.
Keputusan ini menjadi sorotan publik karena kasus yang menjerat Ira sebelumnya dianggap tidak menunjukkan bukti aliran dana pribadi atau indikasi memperkaya diri.
Baca juga: KPK Belum Terima Surat Keputusan Rehabilitasi Ira Puspadewi
Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 4,5 tahun penjara kepada Ira. Namun, di tengah proses hukum tersebut, muncul kritik karena keputusan bisnisnya tidak terbukti memberikan keuntungan pribadi.
Justru, di era kepemimpinannya, ASDP mencatatkan laba tertinggi dalam sejarah perusahaan, berkembang menjadi perusahaan feri negara yang agresif, modern, dan semakin kompetitif.
Baca juga: BREAKING NEWS! Mantan Dirut ASDP Ira Puspadewi Dapat Rehabilitasi
Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo
Perhatian atas kasus ini turut datang dari Presiden Prabowo Subianto. Setelah melalui kajian komisi hukum DPR sejak Juli 2024, pemerintah akhirnya menindaklanjuti hasil penyelidikan tersebut. Presiden Prabowo menandatangani surat rehabilitasi untuk tiga nama, termasuk Ira Puspadewi, mantan Direktur Komersial Yusuf Hadi, dan mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan ASDP.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa keputusan rehabilitasi diambil setelah kajian hukum yang komprehensif disampaikan kepada pemerintah.
“Dari hasil komunikasi dengan pihak pemerintah, alhamdulillah pada hari ini Presiden RI Bapak Prabowo Subianto telah menandatangani surat rehabilitasi terhadap tiga nama tersebut,” ujarnya.
Riwayat Pendidikan Ira Puspadewi
Ira Puspadewi lahir di Malang dan tumbuh sebagai sosok profesional perempuan Indonesia yang memiliki rekam jejak akademik kuat dan relevan dengan karier kepemimpinannya.
Perempuan berhijab inipun menempuh pendidikan sarjana di Universitas Brawijaya, mengambil S1 Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan (1984–1990).
Keinginan Ira untuk memperdalam ilmu manajemen pembangunan membawanya ke Asian Institute of Management (AIM) Filipina, salah satu sekolah manajemen terbaik di Asia. Di sana, ia meraih gelar Master in Development Management, Development Economics and International Development (1993–1994).
Pendidikan ini membentuk cara pandangnya mengenai pengelolaan organisasi, transformasi bisnis, dan pembangunan sektor publik maupun privat.
Tidak berhenti sampai di situ, Ira melanjutkan studi doktoral di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan meraih gelar doktor pada tahun 2018.
Semua jenjang akademik tersebut saling terkait dengan rekam jejak profesional Ira. Kariernya dimulai di tingkat global sebagai Direktur Global Initiative Regional Asia GAP Inc., posisi yang membuatnya terbiasa mengelola transformasi dan ekspansi perusahaan multinasional.
Reputasinya yang cemerlang membuat Dahlan Iskan, Menteri BUMN saat itu, memanggilnya pulang untuk membantu membangun perusahaan-perusahaan BUMN.
Ira Puspadewi kemudian dipercaya menjadi Direktur Sarinah, dilanjutkan dengan tugas strategis sebagai Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia. Akumulasi pengalaman inilah yang akhirnya mengantarkannya memimpin ASDP dan melakukan transformasi besar-besaran hingga perusahaan mencatatkan laba tertingginya.
(nnz)
Lihat Juga :