Peran Guru di Antara Krisis Karakter Siswa dan Rapuhnya Ketahanan Keluarga di Era Digital

Rabu, 26 November 2025 - 10:52 WIB
loading...
Peran Guru di Antara...
Pakar Pendidikan Nasional, Darmaningtyas. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi sorotan penting terhadap semakin beratnya beban kerja tenaga pendidik. Di tengah perayaan seremonial, para guru kini menghadapi tantangan berlapis, yakni beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang melesat cepat sekaligus menangani kondisi mental siswa yang dinilai semakin rentan.

Pakar Pendidikan Nasional, Darmaningtyas menilai peran guru saat ini tidak lagi sebatas penyampai ilmu pengetahuan. Mereka dituntut menjadi pondasi dalam pembentukan karakter siswa. Namun, benturan nyata terjadi di lapangan antara tuntutan teknologi dan kondisi psikologis peserta didik.

"Di satu sisi, guru banyak di-drive oleh perkembangan teknologi kekinian. Di sisi lain, para guru dihadapi dengan mental-mental siswa yang mungkin lemah," katanya, Selasa (25/11/2025).

Menurut Darmaningtyas, karakter siswa generasi digital menampilkan kesenjangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial. Perilaku yang dibentuk dunia digital dinilai gagal memberikan perspektif kebangsaan dan kenegaraan, sehingga melahirkan generasi yang mahir secara teknis namun rentan secara emosional.

Minimnya ruang ekspresi yang sehat, baik di rumah maupun lingkungan sosial, memperparah keadaan. Ketidakmampuan menyalurkan emosi seperti kegelisahan dan kekecewaan sering kali berujung pada perilaku negatif di sekolah, mulai dari sikap acuh hingga tindakan agresif.

"Anak-anak kaum milenial itu juga punya persoalan, terutama dalam hal komunikasi maupun interaksi dengan sesama. Termasuk memberikan ruang untuk penyaluran kegelisahan dan kekecewaan,” kata penulis Manipulasi Kebijakan Pendidikan itu.

Pria kelahiran Gunungkidul, 9 September 1962 tersebut menambahkan bahwa kurangnya peran keluarga menjadi akar banyak persoalan, termasuk maraknya perundungan di sekolah. Prosedur penanganan kekerasan yang sudah ada tidak berjalan efektif karena kondisi keluarga siswa tidak kondusif.

"Inti persoalannya kenapa perundungan di sekolah berkembang meskipun sudah ada protap-protapnya, karena lingkungan keluarga itu bermasalah," tegasnya.

Ia menyinggung kembali konsep Tri Pusat Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara, yang menempatkan keluarga sebagai pihak paling dominan dengan porsi 50 persen dalam pembentukan karakter siswa, disusul sekolah 30 persen dan lingkungan 20 persen. Ketimpangan peran keluarga, menurutnya, berdampak langsung terhadap perilaku siswa.

"Seperti kasus SMA 72. Itu kan bapak ibunya masih ada, tetapi dia hanya hidup bersama ayahnya. Ibunya jadi pekerja migran," tuturnya.

Guru Perlu Menjadi Fasilitator, Bukan Mandor

Menghadapi situasi pelik ini, pendekatan kekerasan atau otoriter dinilai tidak lagi relevan. Guru dituntut menjadi fasilitator yang memungkinkan siswa tumbuh tanpa tekanan verbal maupun fisik.

Namun, peran tersebut membutuhkan kesiapan mental dan wawasan kebangsaan yang kuat dari para guru sendiri. Darmaningtyas menilai literasi sejarah dan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa penting agar guru mampu menjadi jangkar bagi siswa di tengah derasnya pengaruh digital.

Sebagai langkah fundamental, ia menekankan perlunya pendidik menggali kembali nilai-nilai dari para pendiri bangsa.

"Kuncinya, guru perlu membaca banyak hal, terutama biografi para pendiri bangsa sehingga bisa memahami jiwa kebangsaan, bagaimana negara ini dibentuk," pungkasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Dibuka hingga 13 Juli,...
Dibuka hingga 13 Juli, Ini Persyaratan Beasiswa Guru Unpad 2026
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Rekomendasi
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Berita Terkini
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved