IP Trisakti Kenalkan Dunia Perhotelan Lewat Hospitality Familiarization Program
Jum'at, 28 November 2025 - 10:50 WIB
loading...
Institut Pariwisata (IP) Trisakti kembali menggelar Hospitality Familiarization Program. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Institut Pariwisata (IP) Trisakti kembali menggelar Hospitality Familiarization Program, kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman yang ditujukan untuk memperluas wawasan mahasiswa baru mengenai industri perhotelan .
Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati menekankan pentingnya kegiatan ini bagi 200 mahasiswa baru Program Studi Pengelolaan Perhotelan. Ia menyebut, pengalaman dua hari belajar langsung di hotel dapat menjadi gambaran awal dunia kerja yang akan mereka hadapi.
Menurut Fetty, pengenalan karier sejak dini membantu mahasiswa menentukan arah profesi. Ia juga berharap peserta sudah memiliki peluang kerja ketika lulus empat tahun mendatang.
Baca juga: Mahasiswa Dreamile International Ikuti Program Magang di Berbagai Hotel Malaysia
Program yang berlangsung pada 26–27 November 2025 ini menghadirkan pengalaman langsung bekerja dan tinggal di hotel berbintang di Artotel Living World, Kota Wisata Cibubur.
"Pengalaman belajar dan menginap di Artotel selama dua hari ini bisa menjadi pijakan untuk memilih karir yang akan digeluti di masa depan. Karena ada beragam pekerjaan di dunia perhotelan," katanya, melalui siaran pers, Jumat (28/11/2025).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Mahasiswa berkesempatan melihat langsung operasional berbagai departemen hotel, seperti housekeeping, HR, sales, hingga keamanan. Mereka juga dapat berdiskusi dengan para manajer untuk memahami tugas dan tantangan di tiap posisi.
Agus menambahkan, bagi sebagian mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama menginap di hotel berbintang. Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat membayangkan potensi karier sekaligus memahami job description dari profesi yang diminati, seperti chef, manajer hotel, atau staf front office.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini turut berkontribusi pada tingginya serapan lulusan IP Trisakti. Pada 2024, sekitar 82,9 persen lulusan berhasil terserap industri sebelum atau sesaat setelah kelulusan. Tahun depan, kampus menargetkan tingkat serapan mencapai 83–85 persen. Menurut Agus, pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan industri.
Program ini juga menjadi bekal awal mahasiswa sebelum memasuki masa internship pada semester empat hingga lima. Kerja sama IP Trisakti dengan Artotel Group sudah memasuki tahun ketiga, sementara Hospitality Familiarization Program telah berjalan selama tujuh tahun.
Agus juga menyampaikan rencana pengembangan program. Tahun depan, mahasiswa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dijadwalkan ikut serta. Seluruh program studi di IP Trisakti akan memperoleh pengalaman serupa, termasuk rencana kunjungan ke restoran Michelin-star dan pabrik pengolahan makanan berskala besar. Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kelas table manner berstandar internasional untuk memperkuat pemahaman etika layanan.
Ia menambahkan bahwa program ini kini menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi pariwisata lain. Agus berharap semangat yang dulu dikenal sebagai “GM Orange”, komunitas calon General Manager dari alumni IP Trisakti, dapat kembali tumbuh melalui kegiatan ini.
Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati menekankan pentingnya kegiatan ini bagi 200 mahasiswa baru Program Studi Pengelolaan Perhotelan. Ia menyebut, pengalaman dua hari belajar langsung di hotel dapat menjadi gambaran awal dunia kerja yang akan mereka hadapi.
Menurut Fetty, pengenalan karier sejak dini membantu mahasiswa menentukan arah profesi. Ia juga berharap peserta sudah memiliki peluang kerja ketika lulus empat tahun mendatang.
Baca juga: Mahasiswa Dreamile International Ikuti Program Magang di Berbagai Hotel Malaysia
Program yang berlangsung pada 26–27 November 2025 ini menghadirkan pengalaman langsung bekerja dan tinggal di hotel berbintang di Artotel Living World, Kota Wisata Cibubur.
"Pengalaman belajar dan menginap di Artotel selama dua hari ini bisa menjadi pijakan untuk memilih karir yang akan digeluti di masa depan. Karena ada beragam pekerjaan di dunia perhotelan," katanya, melalui siaran pers, Jumat (28/11/2025).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Mahasiswa berkesempatan melihat langsung operasional berbagai departemen hotel, seperti housekeeping, HR, sales, hingga keamanan. Mereka juga dapat berdiskusi dengan para manajer untuk memahami tugas dan tantangan di tiap posisi.
Agus menambahkan, bagi sebagian mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman pertama menginap di hotel berbintang. Melalui pengalaman tersebut, mereka dapat membayangkan potensi karier sekaligus memahami job description dari profesi yang diminati, seperti chef, manajer hotel, atau staf front office.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini turut berkontribusi pada tingginya serapan lulusan IP Trisakti. Pada 2024, sekitar 82,9 persen lulusan berhasil terserap industri sebelum atau sesaat setelah kelulusan. Tahun depan, kampus menargetkan tingkat serapan mencapai 83–85 persen. Menurut Agus, pencapaian tersebut menjadi indikator bahwa kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan industri.
Program ini juga menjadi bekal awal mahasiswa sebelum memasuki masa internship pada semester empat hingga lima. Kerja sama IP Trisakti dengan Artotel Group sudah memasuki tahun ketiga, sementara Hospitality Familiarization Program telah berjalan selama tujuh tahun.
Agus juga menyampaikan rencana pengembangan program. Tahun depan, mahasiswa Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) dijadwalkan ikut serta. Seluruh program studi di IP Trisakti akan memperoleh pengalaman serupa, termasuk rencana kunjungan ke restoran Michelin-star dan pabrik pengolahan makanan berskala besar. Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kelas table manner berstandar internasional untuk memperkuat pemahaman etika layanan.
Ia menambahkan bahwa program ini kini menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi pariwisata lain. Agus berharap semangat yang dulu dikenal sebagai “GM Orange”, komunitas calon General Manager dari alumni IP Trisakti, dapat kembali tumbuh melalui kegiatan ini.
(nnz)
Lihat Juga :