Pemerintah Buka Jalur Afirmasi ke Perguruan Tinggi untuk Lulusan Sekolah Rakyat
Selasa, 02 Desember 2025 - 19:25 WIB
loading...
Kemendiktisaintek bersinergi dengan Kementerian Sosial untuk membantu siswa Sekolah Rakyat bisa lanjut ke perguruan tinggi. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Kemendiktisaintek bersinergi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu siswa Sekolah Rakyat bisa lanjut ke perguruan tinggi sesuai dengan minat dan bakatnnya. Jalur afirmasi untuk mereka pun akan dibuka.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meneken addendum nota kesepahaman untuk memperkuat pembinaan dan akses Pendidikan tinggi untuk para alumni Sekolah Rakyat.
Hal ini penting karena saat ini Indonesia memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan jutaan mahasiswa. Ekosistem perguruan tinggi ini yang akan menjadi mitra strategis dalam pembinaan peserta didik.
Baca juga: Gunakan Data Tunggal, Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
“Kami akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kampus akan hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (2/12/2025).
Kemendiktisaintek akan membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik. Dilakukannya pendampingan dan pembinaan oleh kampus akan memastikan siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh.
“Dengan pendampingan, kita ingin memastikan mereka masuk jurusan yang tepat dan bisa lulus dengan baik,” ujar Guru Besar ITB ini.
Sementara itu, Menteri Sosial bahwa Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik sejak Juli hingga Oktober 2025, dengan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan.
Baca juga: Kemensos-Kemenkeu Pastikan Program Sekolah Rakyat Berlanjut dan Diperluas hingga 2029
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilakukan di gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebelum memasuki pembangunan lebih dari 100 unit sekolah permanen.
“Adendum nota kesepahaman ini bagian dari hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, agar para siswa, khususnya lebih dari 6.000 siswa tingkat SMA, bisa meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi,” ujar Mensos Saifullah.
Kemensos melakukan hilirisasi pendidikan melalui dua skema di tingkat SMA, yakni melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi atau menjadi pekerja terampil. Kemensos mencatat bahwa sekitar 37% siswa SMA Sekolah Rakyat menunjukkan minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Proses identifikasi minat dan bakat dilakukan sejak dini agar opsi pendidikan maupun karier lebih tepat sasaran.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meneken addendum nota kesepahaman untuk memperkuat pembinaan dan akses Pendidikan tinggi untuk para alumni Sekolah Rakyat.
Hal ini penting karena saat ini Indonesia memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan jutaan mahasiswa. Ekosistem perguruan tinggi ini yang akan menjadi mitra strategis dalam pembinaan peserta didik.
Baca juga: Gunakan Data Tunggal, Kemensos Pastikan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
“Kami akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kampus akan hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (2/12/2025).
Kemendiktisaintek akan membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik. Dilakukannya pendampingan dan pembinaan oleh kampus akan memastikan siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh.
“Dengan pendampingan, kita ingin memastikan mereka masuk jurusan yang tepat dan bisa lulus dengan baik,” ujar Guru Besar ITB ini.
Sementara itu, Menteri Sosial bahwa Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik sejak Juli hingga Oktober 2025, dengan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan.
Baca juga: Kemensos-Kemenkeu Pastikan Program Sekolah Rakyat Berlanjut dan Diperluas hingga 2029
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilakukan di gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebelum memasuki pembangunan lebih dari 100 unit sekolah permanen.
“Adendum nota kesepahaman ini bagian dari hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, agar para siswa, khususnya lebih dari 6.000 siswa tingkat SMA, bisa meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi,” ujar Mensos Saifullah.
Kemensos melakukan hilirisasi pendidikan melalui dua skema di tingkat SMA, yakni melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi atau menjadi pekerja terampil. Kemensos mencatat bahwa sekitar 37% siswa SMA Sekolah Rakyat menunjukkan minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Proses identifikasi minat dan bakat dilakukan sejak dini agar opsi pendidikan maupun karier lebih tepat sasaran.
(nnz)
Lihat Juga :