Kemendiktisaintek Koordinasikan 39 Kampus untuk Tanggap Darurat Bencana Sumatera

Jum'at, 05 Desember 2025 - 16:24 WIB
loading...
Kemendiktisaintek Koordinasikan...
Kemendiktisaintek mengonsolidasikan Posko 28 Perguruan Tinggi dan 11 Perguruan Tinggi Pendukung untuk tanggap darurat bencana Sumatera. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Sebagai wujud kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) mengonsolidasikan Posko 28 Perguruan Tinggi dan 11 Perguruan Tinggi Pendukung dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana merespons musibah bencana yang menimpa Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. .

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan bencana. Menteri Brian menjelaskan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, namun juga kekuatan kemanusiaan.

Baca juga: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Kapolri: Ada Bekas Potongan Gergaji Mesin!

Dalam situasi darurat seperti yang terjadi di Sumatera, kehadiran akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan menjadi wujud nyata bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat. "Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (5/12/2025).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendiktisaintek, Khairul Munadi saat mengunjungi Posko Tanggap Darurat Bencana Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, Jumat (5/12/2025), menyatakan Kemendiktisaintek dalam tanggap darurat, secara aktif berkoordinasi intensif dengan pihak pihak kampus di berbagai wilayah.

Hal tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran, dan termonitor dengan baik karena di setiap lokasi terdampak bencana juga ada kampus yang menyiapkan relawan dan bantuan.

Baca juga: Menhut Raja Juli Siap Dievaluasi Jika Gagal Tangani Banjir Sumatera

"Seperti di Aceh ini, ada beberapa Posko bencana yang telah didirikan oleh kampus, seperti Universitas Syiah Kuala yang mendirikan Posko di Pidie, Bireun, dan Meulaboh," ujar Ditjen Khairul.

Menurut Dirjen Dikti, keberadaan Posko ini menjadi upaya agar dukungan dan aktivitas operasi tanggap darurat bencana dapat lebih optimal dan tepat sasaran, khususnya dalam membantu masyarakat di wilayah sekitarnya.

"Lokasi pembangunan posko serta penempatan relawan mulai tenaga medis, relawan logistik, dan dukungan teknis, akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan agar respon kemanusiaan dapat berlangsung lebih efisien, cepat, dan tepat sasaran. Perluasan jaringan posko juga berorientasi pada pemetaan kebutuhan di wilayah terdampak lainnya. Ini penting agar akses bantuan lebih merata," tegas Dirjen Khairul.

Lebih lanjut, Dirjen Dikti menyebut kunjungan ini dilakukan mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), untuk berkoordinasi dengan perguruan tinggi di Aceh, guna memastikan bantuan tersalurkan dengan optimal.

“Penanganan bencana tidak mungkin dilakukan satu pihak. Kemdiktisaintek dalam hal ini bergerak bersama kampus untuk memastikan warga cepat tertolong,” tegas Dirjen Khairul.

Dengan terbangunnya kolaborasi lintas kampus dan posko tanggap darurat, Kemdiktisaintek memastikan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi berlanjut ke fase pemulihan dan pemberdayaan masyarakat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Kemendiktisaintek Buka...
Kemendiktisaintek Buka Suara Soal Jurusan Teknik Ganti Nama Jadi Rekayasa
Jurusan Teknik Berganti...
Jurusan Teknik Berganti Nama Menjadi Rekayasa, Berikut Daftar Lengkapnya
Kemendiktisaintek Rilis...
Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
Rekomendasi
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved