Mendikdasmen Serukan Kebangkitan Pendidikan di Sumatera Usai Bencana

Sabtu, 06 Desember 2025 - 08:56 WIB
loading...
Mendikdasmen Serukan...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, melihat secara langsung dampak bencana banjir yang menerjang salah satu sekolah yakni SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Dalam kunjungannya ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat , Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ), Abdul Mu’ti, melihat secara langsung dampak bencana banjir yang menerjang salah satu sekolah yakni SMP Negeri 1 Tanjung Raya.

Selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kepala sekolah, perwakilan murid, keluarga, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Mendikdasmen juga mengajak warga sekolah untuk melanjutkan kehidupan dan bangkit guna memulihkan ekosistem pendidikan khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kami menyampaikan duka cita sedalam dalamnya kepada keluarga yang mengalami musibah. Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberikan kesabaran serta ketabahan,” tuturnya di SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Sumatra Barat, Jumat (5/12).

Baca juga: Prabowo: Negara Bergerak Cepat Tangani Bencana, Indonesia Bangsa yang Kuat

“Kita harus bangkit dan tetap semangat. Ini adalah bencana yang tentu tidak kita kehendaki, tetapi sebagai orang beriman kita harus tabah menjalani sambil terus berupaya berbuat yang terbaik ke depan,” lanjut Mu`ti.

SMPN 1 Tanjung Raya merupakan salah satu dari 423 sekolah di Sumatera Barat yang terdampak banjir (berdasarkan data per 5 Desember 2025). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana lebih dari Rp5,7 miliar untuk bantuan operasional pendidikan untuk satuan pendidikan yang terdampak di Provinsi Sumbar.

Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Mendikdasmen kepada 22 perwakilan sekolah dari berbagai jenjang yang hadir di SMPN 1 Tanjung Raya. Besaran bantuan operasional mencakup Rp10 juta untuk PAUD, Rp15 juta untuk SD, Rp20 juta untuk SMP, serta Rp25 juta untuk SMA dan SMK. Untuk memastikan ketepatan penyaluran, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah akan melakukan verifikasi faktual ke seluruh sekolah terdampak.

Baca juga: Umrah di Tengah Bencana, Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra

Bantuan tahap awal yang diberikan di Sumbar terdiri atas 1.500 paket school kit untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK, 100 paket family kit untuk guru, paket sembako, serta 25 tenda sekolah darurat. Dua tenda telah berdiri dan digunakan sebagai ruang belajar sementara, sementara tenda lainnya akan didirikan sesuai kondisi lokasi. Kehadiran tenda darurat diharapkan dapat mempercepat kembalinya pembelajaran tatap muka di daerah terdampak.

Selain bantuan sarana pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan bagi guru dan murid yang meninggal dunia maupun dirawat di rumah sakit. Enam guru yang meninggal menerima santunan sebesar Rp10 juta per orang, sementara empat guru yang dirawat menerima bantuan Rp5 juta. Untuk peserta didik, santunan sebesar Rp5 juta diberikan kepada 20 murid yang meninggal dunia dan Rp2 juta kepada murid yang sedang menjalani perawatan. Total anggaran santunan dan bantuan pengobatan berjumlah Rp293 juta. Selain itu, Kemendikdasmen menyediakan pinjaman 1 perangkat Starlink untuk mendukung pembelajaran daring, serta lebih dari seribu paket sembako dan 500 paket makanan ringan.

“Pemberian bantuan ini adalah bagian dari upaya kami untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Sumatra Barat. Harapan kami, para murid dapat segera kembali belajar secara tatap muka meskipun dalam kondisi darurat,” ujar Menteri Mu’ti.

Terkait kekhawatiran siswa kelas XII menjelang Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Mendikdasmen menjelaskan bahwa proses seleksi masih memiliki waktu cukup panjang. “Untuk jalur tanpa tes, hasil TKA sudah ada dan tinggal diumumkan. Untuk jalur tes, pelaksanaannya masih lama. Yang terpenting sekarang adalah memastikan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dan menyelesaikan semester. Sekolah dapat menyesuaikan pola belajar, termasuk dengan sistem shift, sesuai kondisi ruang belajar yang masih dapat digunakan,” jelas Mendikdasmen.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sementara meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP karena hampir seluruh kecamatan terdampak banjir. Evaluasi kondisi lapangan akan dilakukan sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk mekanisme pembelajaran bagi siswa yang akan mengikuti tes dan ujian.

Penyaluran bantuan ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen untuk hadir secara nyata dalam pemulihan layanan pendidikan di Sumatra Barat. Melalui dukungan logistik, bantuan operasional sekolah, santunan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, diharapkan proses pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan aman dan layak. Semangat gotong royong dan kepedulian bersama menjadi fondasi utama bagi bangkitnya kembali pendidikan di Kabupaten Agam dan wilayah terdampak lainnya di Sumatra Barat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Serahkan...
Kemendikdasmen Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Peletakan Batu Pertama...
Peletakan Batu Pertama Kampus Baru SPH Pluit, Ditarget Selesai Desember 2027
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
Kunjungi Pulau Arar...
Kunjungi Pulau Arar Papua, Mendikdasmen Tegaskan Akses Pendidikan Anak di Daerah Terpencil
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kisah Tobat Nabi Adam...
Kisah Tobat Nabi Adam Diterima Allah pada 10 Muharram, Setelah 300 Tahun Memohon Ampunan
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Berita Terkini
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Universitas Padjadjaran...
Universitas Padjadjaran Masuk Peringkat 496 Dunia dalam QS WUR 2027
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved