Mengejutkan, 6.000 Lebih Lulusan S2-S3 Menganggur, Sudah Putus Asa Cari Kerja!

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:46 WIB
loading...
Mengejutkan, 6.000 Lebih...
LPEM FEB UI mencatat lebih dari 6.000 lulusan S2 dan S3 tidak bekerja dan sudah dalam tahap level putus asa. Foto/Arif Julianto.
A A A
JAKARTA - LPEM FEB UI mencatat angka pengangguran di Indonesia masih memprihatikan. Penyumbang pengangguran tak hanya dari SD, SMP, SMA, bahkan hingga ke lulusan S2 dan S3.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis laporan Labor Market Brief 2025 Volume 6, Nomor 11, November 2025 yang ditulis Muhammad Hanri dan Nia Kurnia Sholihah.

Baca juga: Ketua Kadin Anindya Bakrie Menyoroti Tingginya Angka Pengangguran Usia Muda

Laporan Kajian Perlindungan Sosial dan Tenaga Kerja ini memotret fenomena penduduk yang tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan karena putus asa yang menjadi isu penting dalam membaca Kesehatan pasar kerja Indonesia.

Hasil survei menyebutkan, alasan mereka tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan karena putus asa ini mulai dari keyakinan bahwa peluang kerja memang tidak tersedia, pengalaman kerja yang dianggap tidak memadai, keterampilan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, hingga persepsi mengenai usia yang dipandang tidak menguntungkan di mata pemberi kerja.

Baca juga: Imbas AI, 23 Juta Orang Penduduk Bumi Terancam Jadi Pengangguran

Jumlah Pengangguran S2-S3


LPEM FEB UI menyebutkan, data Februari 2025 kategori penganggur dan putus asa dari jenjang Pendidikan tinggi adalah sebanyak 45.000 lulusan S1 dan lebih dari 6.000 adalah mereka yang menamatkan kuliah program pascasarjana atau S2 dan S3.

LPEM FEB UI menilai, lulusan pendidikan tinggi memang hanya menyumbang porsi kecil pengangguran yang putus asa mencari kerja namun keberadaan mereka yang sudah pesimis dalam menghadapi pasar kerja harus dicermati oleh semua pihak.


Alasan Pengangguran Tingkat Pendidikan Tinggi


LPEM FEB UI menyebutkan, sejumlah alasan terjadinya pengangguran dan putus asa mencari kerja di tingkat Pendidikan tinggi adalah sebagai berikut:

1. Harapan upah yang tidak terpenuhi

2.Mismatch antara bidang studi dan peluang kerja

3. Persepsi diskriminasi usia bagi lulusan yang baru memasuki pasar kerja di usia yang lebih matang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusasaan bukan monopoli kelompok berpendidikan rendah, melainkan dapat timbul ketika janji mobilitas naik dari pendidikan tinggi tidak terwujud.


Persentase Penduduk yang Tidak Bekerja dan Tak Mencari Kerja karena Putus Asa


Berdasarkan data LPEM FEB UI, jumlah penduduk yang menganggur pada februari 2025 sebanyak 1,87 juta orang atau naik 11 % dari Februari 2024 yang sekitar 1,68 juta orang.

1. SD: 50,07 %

2. SMP: 20 %

3. SMA: 17 %

4. SMK: 8 %

5. S1: 1,57 %

6. S2 S3: 0.35 %

Baca juga: Anti Nganggur, Lulusan Unair Hanya Tunggu 3 Bulan untuk Dapat Pekerjaan Pertama

Lonjakan belasan persen dalam satu tahun menunjukkan bahwa ada segmen penduduk yang bergeser dari posisi “mencari kerja” menjadi “menyerah”, yang berarti kehilangan kepercayaan terhadap peluang pasar kerja yang tersedia.

Pola seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. ILO mencatat bahwa di banyak negara berpendapatan menengah, discouraged workers menjadi komponen penting dari labour underutilisation, karena mereka dikelompokkan sebagai penduduk tidak aktif meski sebenarnya masih ingin bekerja dan tersedia untuk bekerja.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ashanty Lulus S3 di...
Ashanty Lulus S3 di Unair, Bahas Strategi Musisi Senior Bertahan di Era Digital
Racun Ular Antarkan...
Racun Ular Antarkan Yasmin Nadhiva Jadi Lulusan Terbaik S2 IPB University
Anti Nganggur, Lulusan...
Anti Nganggur, Lulusan Unair Hanya Tunggu 3 Bulan untuk Dapat Pekerjaan Pertama
Ditjen Vokasi Maksimalkan...
Ditjen Vokasi Maksimalkan Program Unggulan untuk Tekan Pengangguran Lulusan SMK
8 Jurusan Kuliah yang...
8 Jurusan Kuliah yang Dinilai Paling Sulit di Indonesia tapi Lulusan Jarang Nganggur?
7 Jurusan yang Lulusannya...
7 Jurusan yang Lulusannya Berpotensi Sulit Dapat Pekerjaan Menurut Data BPS dan Survei Hotcourse
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Rekomendasi
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Berita Terkini
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
SPMB Banten 2026 Jalur...
SPMB Banten 2026 Jalur Domisili Sekolah Dibuka Besok, Simak Syaratnya
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved