Perguruan Tinggi Bersatu Tangani Banjir Bandang di Sumbar

Kamis, 11 Desember 2025 - 08:30 WIB
loading...
Perguruan Tinggi Bersatu...
Kemendiktisaintek bergerak cepat bersama seluruh perguruan tinggi dalam merespons bencana banjir bandang, longsor, dan galodo yang melanda Sumatra Barat. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) bergerak cepat bersama seluruh perguruan tinggi dalam merespons bencana banjir bandang , longsor, dan galodo yang melanda Sumatra Barat sejak akhir November 2025.

Melalui kekuatan akademik, jejaring sosial, dan kolaborasi multidisiplin, perguruan tinggi menjadi bagian penting dari upaya penyelamatan, pemulihan, hingga penguatan ketahanan masyarakat.

Aksi kolektif ini merupakan gambaran pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kemanusiaan.

Baca juga: 17 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi UniRank 2025, Referensi Daftar Kuliah 2026

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi atas kecepatan respons perguruan tinggi.

"Kami ucapkan terima kasih atas gerak cepat perguruan tinggi dalam merespon kebutuhan masyarakat sehingga bantuan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat.", ungkapnya, melalui siaran pers, dikutip Kamis (11/12/2025).

Sejak hari pertama bencana, Universitas Andalas (Unand) bergerak menuju Palembayan, Agam, salah satu titik yang paling terdampak. Tim awal melakukan observasi cepat, memetakan kebutuhan paling mendesak, antara lain layanan kesehatan berkelanjutan, logistik medis, dan tenaga terlatih di lapangan.

Dari temuan tersebut, Unand mengerahkan tim medis lengkap, antara lain dokter spesialis ortopedi, telinga hidung dan Tltenggorokan, penyakit dalam, konsultan, dokter anak, ahli gizi, hingga dokter obgyn yang memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak. Keberangkatan berikutnya membawa logistik medis, apoteker, serta tenaga kesehatan masyarakat yang bekerja dari rumah ke rumah dan posko ke posko.

Unand juga menjadikan Posko Tanggap Bencana sebagai pusat koordinasi kampus–relawan–perguruan tinggi sekitar, memastikan alur bantuan lebih terarah.

Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan Hidroklimatologi, untuk bergerak bersama warga setempat mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Kolaborasi antarkampus juga dilakukan Unand bersama Universitas Padjajaran (Unpad), bersinergi dalam pencarian korban hingga pendampingan psikososial.

Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan Posko UNP Peduli Bencana yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan dan distribusi bantuan ke Agam, Tanjung Raya, Padang, Pesisir Selatan, Solok, dan sejumlah titik lain. Tim relawan lintas fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa bergerak melakukan pembersihan rumah warga, pemulihan fasilitas ibadah dan sekolah, konseling trauma, dan layanan kesehatan.

Melalui UNP Charity, kampus menyalurkan bantuan ke Gunung Pangilun, Lubuk Minturun, Lubuk Buaya, Kuranji, Tunggul Hitam, Bungo Pasang, Koto Tangah, Bayang Utara, hingga Koto Sani. Bantuan datang setiap hari, bergerak mengikuti kondisi lapangan.

Mahasiswa Teknik Otomotif UNP bersama Honda Hayati juga membuka servis motor gratis, membantu masyarakat kembali memiliki sarana transportasi yang layak. UNP juga mencatat data penting sivitas terdampak, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tendik. Data ini menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih presisi.

Sebagai kampus vokasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih, memastikan percepatan pemulihan infrastruktur. Mini ekskavator PNP membantu pembersihan material di Cek Dam Unand untuk memulihkan kembali aliran air dan mencegah banjir.

PNP mengerahkan relawan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) untuk evakuasi korban, pembersihan material longsor, dan pembukaan akses jalan di Palembayan. Para relawan bekerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, dan aparat setempat mengangkat puing, kayu besar, serta material banjir yang menyumbat jalur vital.

PNP juga menyalurkan bantuan logistik, pakaian, obat-obatan, serta bekerja sama dengan mitra industri yang menyediakan ratusan paket makanan siap konsumsi.

Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memprioritaskan langkah strategis berupa pemetaan kebutuhan pengungsi di Silaing Bawah, Islamic Center, dan Batu Taba. Kebutuhan bayi, tikar, makanan anak, perlengkapan sekolah, alat ibadah, hingga kebutuhan sanitasi dicatat secara detail oleh tim.

KSR PMI ISI Padangpanjang menyalurkan paket logistik dari rumah ke rumah dan posko ke posko, bekerja sama dengan BPBD. Layanan psikososial berbasis seni disiapkan untuk membantu anak-anak dan warga yang mengalami tekanan pascabencana.

Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatra Barat menggerakkan puluhan hingga ratusan relawan melalui Posko UM Sumbar Peduli untuk melakukan pembersihan, pembukaan akses, pemberian layanan kesehatan gratis dan trauma healing. Tiga nagari prioritas: Pagadih, Sungai Landia, dan Malalak Timur yang menjadi pusat misi kemanusiaan kampus.

Universitas Putra Indonesia YPTK bergerak ke titik-titik paling terdampak seperti Gunung Pangilun dan Batu Busuk dengan bantuan sembako, air bersih, peralatan kebersihan, hingga bantuan bayi. Relawan kampus turun langsung ke rumah-rumah mahasiswa dan dosen terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Selain itu UPI YPTK juga berkolaborasi dengan influencer dan platform bantuan sosial menghadirkan, sartu excavator, dua dump truck, dan dukungan psikolog dari Fakultas Psikologi. Bantuan ini mempercepat pembersihan rumah warga dan membantu pemulihan mental masyarakat yang masih terpukul.

Selain kampus-kampus yang telah tercatat dalam laporan awal ini, berbagai perguruan tinggi lain di Sumbar juga bergerak cepat dan aktif dalam penanganan bencana melalui, pengiriman relawan mahasiswa, gerakan donasi internal, pembukaan posko kampus, penyediaan layanan kesehatan, pendistribusian logistik, serta kontribusi tenaga ahli untuk asesmen geologi, lingkungan, dan sosial.

Kemendiktisaintek terus menghimpun pembaruan data harian dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatra Barat, termasuk kampus-kampus yang saat ini masih dalam proses pelaporan formal. Mengingat situasi lapangan yang sangat dinamis, data akan terus bergerak seiring bertambahnya relawan, bantuan, dan kebutuhan masyarakat.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Kemendiktisaintek Buka...
Kemendiktisaintek Buka Suara Soal Jurusan Teknik Ganti Nama Jadi Rekayasa
Jurusan Teknik Berganti...
Jurusan Teknik Berganti Nama Menjadi Rekayasa, Berikut Daftar Lengkapnya
Kemendiktisaintek Rilis...
Kemendiktisaintek Rilis Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Internal Kampus, Apa Isinya?
Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek...
Hardiknas 2026, Kemendiktisaintek Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Teknologi, dan Inovasi
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Pemulihan Pascabencana,...
Pemulihan Pascabencana, 3.084 Sekolah di Sumatera Direvitalisasi
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Rekomendasi
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved