Mengasah Bakat Anak Sejak Dini, MHIS Semarang Terapkan Kurikulum Global Berbasis Nilai Islam
Kamis, 18 Desember 2025 - 21:30 WIB
loading...
Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) Semarang terus berupaya menyiapkan siswa dengan standar pembelajaran internasional dan karakter yang kuat. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Bakat adalah kata yang sering kita dengar terutama dalam dunia pendidikan anak. Hingga saat ini, bakat masih menjadi perdebatan apakah itu merupakan fitrah anak (bawaan dari lahir) ataukah hasil pembelajaran dan pengalaman yang didapatkan dari interaksi dengan lingkungan.
Jika dilihat dari sudut pandang Islam, maka bakat merupakan fitrah yang Allah berikan pada setiap anak. Oleh karena itu, orang tua harus mengenali dan mengembangkan bakat anak melalui pendidikan yang baik, sehingga sesuai dengan potensi dan karakter anak.
Baca juga: Tanamkan Nilai Empati, Regina Pacis Jakarta dan MNC Peduli Bantu Korban Bencana Sumatera
Dengan mengenali dan mengembangkan bakat anak sesuai dengan potensinya, maka anak akan lebih terarah dalam mencapai prestasi. Gelora prestasi pelajar Indonesia di tingkat global semakin terasa, seiring dengan keberhasilan mereka menembus berbagai ajang kompetisi internasional bergengsi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global. Semangat yang sama tercermin di berbagai institusi pendidikan modern, termasuk Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) Semarang, yang terus berupaya menyiapkan siswa dengan standar pembelajaran internasional dan karakter yang kuat.
Baca juga: Siswa Regina Pacis Jakarta Ungkap Kebahagiaan Berbagi untuk Korban Banjir Sumatera
MHIS Semarang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai Sekolah Islam Internasional yang menjunjung tinggi kurikulum berstandar global.
Berlokasi di BSB City, Kawasan Pendidikan FS No. 9, Kedungpane, Mijen, Kota Semarang, sekolah ini menerapkan kurikulum internasional Pearson Edexcel (Centre Number : 97507) dan menciptakan lingkungan belajar yang memadukan nilai-nilai Islam dengan standar pendidikan modern.
Dari Juli hingga November 2025 ini, siswa MHIS Semarang meraih 29 medali dalam berbagai kompetisi nasional.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan di MHIS Semarang tidak hanya berfokus pada hasil akademik tetapi juga secara konsisten membangun karakter, memperkaya kreativitas, dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
“Setiap anak itu unik, mereka masing-masing memiliki sifat produktif atau potensi produktif yang merupakan panggilan hidupnya, yang akan membawa ke peran spesifik peradaban.” Ujar Muhammad Irzal, Principal MHIS Semarang.
Program penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, baik di kelas maupun dalam komunikasi keseharian dan penerapan digital learning environment yang komprehensif merupakan bagian dari komitmen MHIS untuk mempersiapkan siswa menghadapi era teknologi yang terus berkembang, memastikan mereka memiliki keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan masa depan.
“Berbagai prestasi siswa bukanlah hasil kebetulan, melainkan perwujudan penerapan Pendidikan Berbasis Fitrah (PBF), fondasi inti MHIS. Fitrah Based Education membuka kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka secara maksimal. Kami memastikan setiap anak mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan bakat dan minat mereka, sehingga mereka tumbuh dengan karakter positif dan percaya diri,” tegas Principal MHIS Semarang, Muhammad Irzal.
Dengan memadukan kurikulum internasional, pembiasaan bahasa Inggris, pemanfaatan teknologi digital, dan pendekatan FBE, MHIS Semarang berkomitmen untuk membangun generasi yang berkarakter, berdaya saing global, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
Jika dilihat dari sudut pandang Islam, maka bakat merupakan fitrah yang Allah berikan pada setiap anak. Oleh karena itu, orang tua harus mengenali dan mengembangkan bakat anak melalui pendidikan yang baik, sehingga sesuai dengan potensi dan karakter anak.
Baca juga: Tanamkan Nilai Empati, Regina Pacis Jakarta dan MNC Peduli Bantu Korban Bencana Sumatera
Dengan mengenali dan mengembangkan bakat anak sesuai dengan potensinya, maka anak akan lebih terarah dalam mencapai prestasi. Gelora prestasi pelajar Indonesia di tingkat global semakin terasa, seiring dengan keberhasilan mereka menembus berbagai ajang kompetisi internasional bergengsi.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global. Semangat yang sama tercermin di berbagai institusi pendidikan modern, termasuk Mutiara Harapan Islamic School (MHIS) Semarang, yang terus berupaya menyiapkan siswa dengan standar pembelajaran internasional dan karakter yang kuat.
Baca juga: Siswa Regina Pacis Jakarta Ungkap Kebahagiaan Berbagi untuk Korban Banjir Sumatera
MHIS Semarang kembali menunjukkan konsistensinya sebagai Sekolah Islam Internasional yang menjunjung tinggi kurikulum berstandar global.
Berlokasi di BSB City, Kawasan Pendidikan FS No. 9, Kedungpane, Mijen, Kota Semarang, sekolah ini menerapkan kurikulum internasional Pearson Edexcel (Centre Number : 97507) dan menciptakan lingkungan belajar yang memadukan nilai-nilai Islam dengan standar pendidikan modern.
Dari Juli hingga November 2025 ini, siswa MHIS Semarang meraih 29 medali dalam berbagai kompetisi nasional.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa proses pengembangan di MHIS Semarang tidak hanya berfokus pada hasil akademik tetapi juga secara konsisten membangun karakter, memperkaya kreativitas, dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
“Setiap anak itu unik, mereka masing-masing memiliki sifat produktif atau potensi produktif yang merupakan panggilan hidupnya, yang akan membawa ke peran spesifik peradaban.” Ujar Muhammad Irzal, Principal MHIS Semarang.
Program penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, baik di kelas maupun dalam komunikasi keseharian dan penerapan digital learning environment yang komprehensif merupakan bagian dari komitmen MHIS untuk mempersiapkan siswa menghadapi era teknologi yang terus berkembang, memastikan mereka memiliki keterampilan digital yang relevan dengan tuntutan masa depan.
“Berbagai prestasi siswa bukanlah hasil kebetulan, melainkan perwujudan penerapan Pendidikan Berbasis Fitrah (PBF), fondasi inti MHIS. Fitrah Based Education membuka kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi mereka secara maksimal. Kami memastikan setiap anak mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan bakat dan minat mereka, sehingga mereka tumbuh dengan karakter positif dan percaya diri,” tegas Principal MHIS Semarang, Muhammad Irzal.
Dengan memadukan kurikulum internasional, pembiasaan bahasa Inggris, pemanfaatan teknologi digital, dan pendekatan FBE, MHIS Semarang berkomitmen untuk membangun generasi yang berkarakter, berdaya saing global, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.
(nnz)
Lihat Juga :