Percepat Penyaluran PIP, Kemendikdasmen Sediakan Mobil Layan Gerak
Jum'at, 19 Desember 2025 - 07:00 WIB
loading...
Kemendikdasmen menyosialisasikan sekaligus mempercepat penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Mobil Layanan Gerak. Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen ) menyosialisasikan sekaligus mempercepat penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Mobil Layanan Gerak, yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin, sekaligus mendorong efektivitas penyaluran dan kemudahan penarikan dana oleh penerima PIP. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyerahkan bantuan PIP kepada peserta didik lintas jenjang, mulai dari SD hingga SMK.
Baca juga: Mendikdasmen: 888.000 Murid TK akan Terima PIP Rp450.000 di 2026
Dalam sambutan dan arahannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan PIP. Ia menegaskan bahwa PIP merupakan instrumen penting pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Di Kabupaten Sleman, PIP menjangkau 72.465 peserta didik dengan total dana tersalurkan sebesar Rp52.033.725.000. Ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada seluruh anak Indonesia untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Mendikdasmen.
Baca juga: PIP 2025 Termin Terakhir Cair Desember, Bagaimana Cara Cek Penerima?
Mendikdasmen menjelaskan bahwa PIP dirancang untuk meringankan kendala ekonomi yang dihadapi peserta didik, sehingga mereka dapat terus bersekolah dan menyelesaikan pendidikan. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rekening peserta didik melalui bank mitra yang ditetapkan pemerintah.
“Berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, kami terus berupaya agar PIP dapat tersalurkan lebih tepat waktu dan memberikan manfaat yang lebih besar. Kehadiran Mobil Layanan Gerak ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan bantuan diterima oleh peserta didik sesuai dengan hak mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan pentingnya keberlanjutan PIP dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pemerintah telah mulai mengintegrasikan data penerima PIP dengan penerima KIP Kuliah agar peserta didik dari keluarga tidak mampu memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. Integrasi data tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menghadirkan layanan birokrasi yang sederhana, tepat sasaran, dan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa PIP bukan sekadar bantuan finansial, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin keadilan pendidikan. Hingga November 2025, lebih dari 19 juta peserta didik dari berbagai jenjang di seluruh Indonesia telah menerima bantuan PIP.
“PIP adalah pesan negara kepada anak-anak Indonesia bahwa mereka layak bermimpi, layak sekolah, dan layak maju bersama bangsanya. Bantuan ini adalah modal harapan agar anak-anak tetap bertahan di bangku sekolah dan melanjutkan cita-citanya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan PIP sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat, untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan pendidikan peserta didik.
Dari sisi satuan pendidikan, Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Tri Suwarni menyampaikan bahwa PIP memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik. Pada tahun 2024, sebanyak 351 peserta didik menerima PIP, sementara pada tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi 358 peserta didik.
“Mayoritas orang tua peserta didik kami berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. PIP sangat membantu meningkatkan motivasi belajar dan mendukung proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Melalui penyediaan Mobil Layanan Gerak oleh BRI, BNI dan BSI (khusus wilayah Aceh) sebagai bank penyalur PIP, maka layanan aktivasi rekening dan penarikan dana kepada penerima PIP dapat ditingkatkan dan lebih mendekatkan layanan perbankan kepada para penerima PIP yang berada di daerah terpencil sehingga masyarakat lebih mudah merasakan manfaat PIP.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga akses pendidikan bagi peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin, sekaligus mendorong efektivitas penyaluran dan kemudahan penarikan dana oleh penerima PIP. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyerahkan bantuan PIP kepada peserta didik lintas jenjang, mulai dari SD hingga SMK.
Baca juga: Mendikdasmen: 888.000 Murid TK akan Terima PIP Rp450.000 di 2026
Dalam sambutan dan arahannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan PIP. Ia menegaskan bahwa PIP merupakan instrumen penting pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Di Kabupaten Sleman, PIP menjangkau 72.465 peserta didik dengan total dana tersalurkan sebesar Rp52.033.725.000. Ini menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada seluruh anak Indonesia untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Mendikdasmen.
Baca juga: PIP 2025 Termin Terakhir Cair Desember, Bagaimana Cara Cek Penerima?
Mendikdasmen menjelaskan bahwa PIP dirancang untuk meringankan kendala ekonomi yang dihadapi peserta didik, sehingga mereka dapat terus bersekolah dan menyelesaikan pendidikan. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung ke rekening peserta didik melalui bank mitra yang ditetapkan pemerintah.
“Berdasarkan evaluasi yang kami lakukan, kami terus berupaya agar PIP dapat tersalurkan lebih tepat waktu dan memberikan manfaat yang lebih besar. Kehadiran Mobil Layanan Gerak ini menjadi salah satu ikhtiar untuk memastikan bantuan diterima oleh peserta didik sesuai dengan hak mereka,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menekankan pentingnya keberlanjutan PIP dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pemerintah telah mulai mengintegrasikan data penerima PIP dengan penerima KIP Kuliah agar peserta didik dari keluarga tidak mampu memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi. Integrasi data tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menghadirkan layanan birokrasi yang sederhana, tepat sasaran, dan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyampaikan bahwa PIP bukan sekadar bantuan finansial, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin keadilan pendidikan. Hingga November 2025, lebih dari 19 juta peserta didik dari berbagai jenjang di seluruh Indonesia telah menerima bantuan PIP.
“PIP adalah pesan negara kepada anak-anak Indonesia bahwa mereka layak bermimpi, layak sekolah, dan layak maju bersama bangsanya. Bantuan ini adalah modal harapan agar anak-anak tetap bertahan di bangku sekolah dan melanjutkan cita-citanya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan PIP sangat bergantung pada kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, hingga masyarakat, untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan digunakan sesuai kebutuhan pendidikan peserta didik.
Dari sisi satuan pendidikan, Wakil Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Moyudan Tri Suwarni menyampaikan bahwa PIP memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik. Pada tahun 2024, sebanyak 351 peserta didik menerima PIP, sementara pada tahun 2025 jumlahnya meningkat menjadi 358 peserta didik.
“Mayoritas orang tua peserta didik kami berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. PIP sangat membantu meningkatkan motivasi belajar dan mendukung proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Melalui penyediaan Mobil Layanan Gerak oleh BRI, BNI dan BSI (khusus wilayah Aceh) sebagai bank penyalur PIP, maka layanan aktivasi rekening dan penarikan dana kepada penerima PIP dapat ditingkatkan dan lebih mendekatkan layanan perbankan kepada para penerima PIP yang berada di daerah terpencil sehingga masyarakat lebih mudah merasakan manfaat PIP.
(nnz)
Lihat Juga :