SMA Labschool Jakarta Ukir Prestasi di Asian Student Exchange Program 2025
Senin, 29 Desember 2025 - 12:00 WIB
loading...
SMA Labschool Jakarta meraih Platinum dan Honorable Mention Award dalam ajang Asian Student Exchange Program (ASEP) 2025 di Kaohsiung City, Taiwan, 23-28 Desember 2025. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - SMA Labschool Jakarta meraih Platinum dan Honorable Mention Award dalam ajang Asian Student Exchange Program (ASEP) 2025 di Kaohsiung City, Taiwan , 23-28 Desember 2025.
Asian Student Exchange Program (ASEP) merupakan program pertukaran pelajar tingkat Asia yang mengintegrasikan presentasi proyek berbahasa Inggris dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran berbasis internet sekaligus pertukaran kunjungan antar negara di Asia.
Baca juga: Ini Link Resmi untuk Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2025 yang Diperpanjang
Melalui ASEP, terjalin kerja sama dan persahabatan kolaboratif antara siswa dan guru lintas negara, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan dan perspektif global.
Salah satu perwakilan Delegasi SMA Labschool Jakarta, Tim A, Nayla Kirana Larasati, mengungkapkan dukungan dan kerja sama antar anggota tim menjadi kunci dalam menampilkan performa terbaik selama mengikuti ajang ini.
“Dukungan dari anggota satu tim membuat saya mampu memberikan penampilan terbaik. Kami saling mendukung dan berusaha maksimal, sehingga berhasil meraih prestasi pada ASEP 2025. Momen paling berkesan bagi saya adalah saat latihan hingga larut malam, ketika melihat rekan tim tetap menunjukkan semangat dan keyakinan tinggi saat latihan presentasi.” ujar Nayla Kirana Larasati, dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).
![SMA Labschool Jakarta Ukir Prestasi di Asian Student Exchange Program 2025]()
Hal serupa juga disampaikan Sheika Amanee Taufik, salah satu Delegasi SMA Labschool Jakarta dari Tim B, yang menyampaikan kebahagiaannya dapat mengikuti rangkaian kegiatan ASEP 2025.
“Perasaan saya sangat bahagia karena kami telah berusaha memberikan yang terbaik. ASEP 2025 memberikan pengalaman baru, termasuk mengenal lingkungan dan budaya yang berbeda. Momen paling berkesan adalah saat mempelajari kebiasaan masyarakat setempat, seperti penggunaan transportasi umum dan berjalan kaki, serta pengalaman menginap bersama host family yang membuat saya lebih memahami budaya dan kehidupan di sana,” tutur Sheika Amanee Taufik.
Tahun ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara di Asia yang terdiri dari tujuh negara, yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Dengan melibatkan 56 sekolah dengan jumlah partisipasi mencapai 1000 orang.
Tema besar “Smart Environmental Actions: Youth Designing Future Cities” diusung dalam pelaksanaan ASEP 2025 sebagai respons terhadap tantangan lingkungan global yang semakin kompleks. Delegasi SMA Labschool Jakarta pada ajang ini terdiri dari 13 siswa yang terbagi menjadi 2 tim, Tim A dan Tim B, serta 2 guru pendamping, yaitu:
Tim A
Ahmad Azka Azura
Alisya Keyla Majid
Arjuna Pratama Fariz
Malika Anindya Pratiwi
Nayla Kirana Larasati
Qaisra Gemma Aramyntha Fahmi
Zahran Maktoob Sudarlin
Tim B
Adyaraka Pratama Baskoro
Aleyna Melati Putri Mirza
Azaleasyahda Amina Fatoni
Bhavna Rakana Hakim
Fachri Ibrahim Athaladitia
Sheika Amanee Taufik
Guru Pendamping
Ali Murtandho
Farid Mustafa Akmal
Proyek Tim A berjudul “Smarter Breath, Cleaner World” berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya isu polusi udara di berbagai wilayah. Proyek ini menyoroti masih terbatasnya penerapan teknologi pemantau dan pengendali kualitas udara di sejumlah daerah, meskipun inovasi serupa telah banyak dikembangkan di negara lain.
![SMA Labschool Jakarta Ukir Prestasi di Asian Student Exchange Program 2025]()
Melalui proyek tersebut, tim berupaya menyuarakan pentingnya kesadaran akan kualitas udara sekaligus menghadirkan gagasan inovatif yang diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya perbaikan kualitas udara secara bertahap.
Sementara itu, Tim B mengusung proyek berjudul “Advancing Digital Pedagogy in School” yang dilatarbelakangi oleh diskusi mengenai peran teknologi digital dalam pembelajaran siswa sekolah menengah.
Proyek ini menyoroti isu lingkungan, khususnya berkurangnya jumlah pohon, serta mendorong pengurangan penggunaan kertas di lingkungan sekolah melalui penerapan pembelajaran berbasis digital sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
Selain mempresentasikan proyek inovatif, delegasi SMA Labschool Jakarta juga menampilkan pertunjukan seni dalam ajang ASEP 2025. Melalui tari kreasi “Pesona Nusantara”, para siswa mempersembahkan kolaborasi tarian dari berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud kecintaan terhadap Tanah Air.
Asian Student Exchange Program (ASEP) merupakan program pertukaran pelajar tingkat Asia yang mengintegrasikan presentasi proyek berbahasa Inggris dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran berbasis internet sekaligus pertukaran kunjungan antar negara di Asia.
Baca juga: Ini Link Resmi untuk Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2025 yang Diperpanjang
Melalui ASEP, terjalin kerja sama dan persahabatan kolaboratif antara siswa dan guru lintas negara, serta memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperluas wawasan dan perspektif global.
Salah satu perwakilan Delegasi SMA Labschool Jakarta, Tim A, Nayla Kirana Larasati, mengungkapkan dukungan dan kerja sama antar anggota tim menjadi kunci dalam menampilkan performa terbaik selama mengikuti ajang ini.
“Dukungan dari anggota satu tim membuat saya mampu memberikan penampilan terbaik. Kami saling mendukung dan berusaha maksimal, sehingga berhasil meraih prestasi pada ASEP 2025. Momen paling berkesan bagi saya adalah saat latihan hingga larut malam, ketika melihat rekan tim tetap menunjukkan semangat dan keyakinan tinggi saat latihan presentasi.” ujar Nayla Kirana Larasati, dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).

Hal serupa juga disampaikan Sheika Amanee Taufik, salah satu Delegasi SMA Labschool Jakarta dari Tim B, yang menyampaikan kebahagiaannya dapat mengikuti rangkaian kegiatan ASEP 2025.
“Perasaan saya sangat bahagia karena kami telah berusaha memberikan yang terbaik. ASEP 2025 memberikan pengalaman baru, termasuk mengenal lingkungan dan budaya yang berbeda. Momen paling berkesan adalah saat mempelajari kebiasaan masyarakat setempat, seperti penggunaan transportasi umum dan berjalan kaki, serta pengalaman menginap bersama host family yang membuat saya lebih memahami budaya dan kehidupan di sana,” tutur Sheika Amanee Taufik.
Tahun ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara di Asia yang terdiri dari tujuh negara, yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Dengan melibatkan 56 sekolah dengan jumlah partisipasi mencapai 1000 orang.
Tema besar “Smart Environmental Actions: Youth Designing Future Cities” diusung dalam pelaksanaan ASEP 2025 sebagai respons terhadap tantangan lingkungan global yang semakin kompleks. Delegasi SMA Labschool Jakarta pada ajang ini terdiri dari 13 siswa yang terbagi menjadi 2 tim, Tim A dan Tim B, serta 2 guru pendamping, yaitu:
Tim A
Ahmad Azka Azura
Alisya Keyla Majid
Arjuna Pratama Fariz
Malika Anindya Pratiwi
Nayla Kirana Larasati
Qaisra Gemma Aramyntha Fahmi
Zahran Maktoob Sudarlin
Tim B
Adyaraka Pratama Baskoro
Aleyna Melati Putri Mirza
Azaleasyahda Amina Fatoni
Bhavna Rakana Hakim
Fachri Ibrahim Athaladitia
Sheika Amanee Taufik
Guru Pendamping
Ali Murtandho
Farid Mustafa Akmal
Proyek Tim A berjudul “Smarter Breath, Cleaner World” berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya isu polusi udara di berbagai wilayah. Proyek ini menyoroti masih terbatasnya penerapan teknologi pemantau dan pengendali kualitas udara di sejumlah daerah, meskipun inovasi serupa telah banyak dikembangkan di negara lain.

Melalui proyek tersebut, tim berupaya menyuarakan pentingnya kesadaran akan kualitas udara sekaligus menghadirkan gagasan inovatif yang diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya perbaikan kualitas udara secara bertahap.
Sementara itu, Tim B mengusung proyek berjudul “Advancing Digital Pedagogy in School” yang dilatarbelakangi oleh diskusi mengenai peran teknologi digital dalam pembelajaran siswa sekolah menengah.
Proyek ini menyoroti isu lingkungan, khususnya berkurangnya jumlah pohon, serta mendorong pengurangan penggunaan kertas di lingkungan sekolah melalui penerapan pembelajaran berbasis digital sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan.
Selain mempresentasikan proyek inovatif, delegasi SMA Labschool Jakarta juga menampilkan pertunjukan seni dalam ajang ASEP 2025. Melalui tari kreasi “Pesona Nusantara”, para siswa mempersembahkan kolaborasi tarian dari berbagai daerah di Indonesia sebagai wujud kecintaan terhadap Tanah Air.
(nnz)
Lihat Juga :