2026, Pemerintah Bangun 104 Gedung Permanen Sekolah Rakyat
Selasa, 30 Desember 2025 - 14:00 WIB
loading...
Pemerintah akan membangun 104 gedung permanen untuk Sekolah Rakyat. Foto/Masdarul.
A
A
A
SURABAYA - Sekolah rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto telah berjalan satu semester. Selama enam bulan ini, telah banyak capaian yang ditorehkan.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tancap gas untuk melaju di semester kedua dan seterusnya di 2026 ini. "Tahun depan (2026) kita akan membangun 104 gedung sekolah rakyatdi seluruh Indonesia," ujar Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat acara Pra Launching Sekolah Rakyat dan Doa Bersama Sumatera di Surabaya, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, 104 gedung tersebut merupakan bangunan permanen untuk proses belajar mengajar Sekolah Rakyat. Selama ini, gedung atau bangunan yang ada untuk belajar tersebut adalah rintisan. "Makanya tahun depan ini kita akan bangun secara permanen di seluruh wilayah Tanah Air," tegasnya
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan, sekolah rakyat ini bukan program yang main-main. Pihaknya serius untuk menggarapnya hingga seluruh wilayah di Tanah Air terjangkau.
Dia melanjutkan, sekolah rakyat ini diharapkan bisa menjangkau 15.000 siswa di 166 kabupaten atau kota di Indonesia.
"Minimal satu kabupaten kota ada satu sekolah rakyat dengan jumlah siswa seribu anak," imbuhnya.
Gus Ipul menambahkan, selain fokus pada pembelajaran di kelas, juga telah mempersiapkan para lulusannya agar bisa terserap di dunia kerja. Untuk itu, pihaknya melakukan penilaian dan evaluasi terhadap para siswa terutama menyangkut potensi, talenta dan kemampuan yang dimiliki.
"Dari sini kita akan tahu potensi lulusannya, selanjutnya kita arahkan untuk masuk dunia kerja," ungkapnya. Dia berharap siswa Sekolah Rakyat bisa menjadi agen perubahan bagi keluarganya.
Evaluasi Sekolah Rakyat
Mensos Syaifullah Yusuf menyebut, selama berlangsung sekolah rakyat, belum ada kendala yang berarti. Kecuali pada awal awal program ini, terutama menyangkut sarana prasarana, internet, laptop, dan lainnya. "Hanya itu sih," ucapnya singkat
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof M Nuh mengatakan, evaluasi difokuskan pada tiga aspek, yaitu fisik dan kesehatan sisa; psikososial dan talenta; dan aspek akademik.
Aspek pertama, siswa dievaluasi kondisi fisik dan kesehatannya. Bagaimana sebelum masuk sekolah rakyat dan setelah masuk. Mulai tinggi badan, berat badan. "Before dan after nya kita pantau, kita evaluasi. Dan hasilnya cukup baik. Ini yang ada ," katanya.
Aspek kedua, bahwa setiap manusia diberikan keistimewaan, kelebihan dan talenta. Inilah yang digali di sekolah rakyat. Sekolah rakyat akan memuliakan yang dhuafa, memungkinkan yang tidak mungkin serta menjangkau yang tidak terjangkau.
Aspek ketiga adalah akademik. Ini sudah terbukti, ada murid yang tidak bisa baca tulis akhirnya bisa membaca dan menulis. "Ada Azriel namanya, bahkan dia sekarang ranking tiga di kelasnya," kata M Nuh.
Hasil evaluasi keseluruhan akan dipublikasikan pada Januari 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tancap gas untuk melaju di semester kedua dan seterusnya di 2026 ini. "Tahun depan (2026) kita akan membangun 104 gedung sekolah rakyatdi seluruh Indonesia," ujar Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat acara Pra Launching Sekolah Rakyat dan Doa Bersama Sumatera di Surabaya, Senin (29/12/2025).
Menurutnya, 104 gedung tersebut merupakan bangunan permanen untuk proses belajar mengajar Sekolah Rakyat. Selama ini, gedung atau bangunan yang ada untuk belajar tersebut adalah rintisan. "Makanya tahun depan ini kita akan bangun secara permanen di seluruh wilayah Tanah Air," tegasnya
Menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini mengungkapkan, sekolah rakyat ini bukan program yang main-main. Pihaknya serius untuk menggarapnya hingga seluruh wilayah di Tanah Air terjangkau.
Dia melanjutkan, sekolah rakyat ini diharapkan bisa menjangkau 15.000 siswa di 166 kabupaten atau kota di Indonesia.
"Minimal satu kabupaten kota ada satu sekolah rakyat dengan jumlah siswa seribu anak," imbuhnya.
Gus Ipul menambahkan, selain fokus pada pembelajaran di kelas, juga telah mempersiapkan para lulusannya agar bisa terserap di dunia kerja. Untuk itu, pihaknya melakukan penilaian dan evaluasi terhadap para siswa terutama menyangkut potensi, talenta dan kemampuan yang dimiliki.
"Dari sini kita akan tahu potensi lulusannya, selanjutnya kita arahkan untuk masuk dunia kerja," ungkapnya. Dia berharap siswa Sekolah Rakyat bisa menjadi agen perubahan bagi keluarganya.
Evaluasi Sekolah Rakyat
Mensos Syaifullah Yusuf menyebut, selama berlangsung sekolah rakyat, belum ada kendala yang berarti. Kecuali pada awal awal program ini, terutama menyangkut sarana prasarana, internet, laptop, dan lainnya. "Hanya itu sih," ucapnya singkat
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof M Nuh mengatakan, evaluasi difokuskan pada tiga aspek, yaitu fisik dan kesehatan sisa; psikososial dan talenta; dan aspek akademik.
Aspek pertama, siswa dievaluasi kondisi fisik dan kesehatannya. Bagaimana sebelum masuk sekolah rakyat dan setelah masuk. Mulai tinggi badan, berat badan. "Before dan after nya kita pantau, kita evaluasi. Dan hasilnya cukup baik. Ini yang ada ," katanya.
Aspek kedua, bahwa setiap manusia diberikan keistimewaan, kelebihan dan talenta. Inilah yang digali di sekolah rakyat. Sekolah rakyat akan memuliakan yang dhuafa, memungkinkan yang tidak mungkin serta menjangkau yang tidak terjangkau.
Aspek ketiga adalah akademik. Ini sudah terbukti, ada murid yang tidak bisa baca tulis akhirnya bisa membaca dan menulis. "Ada Azriel namanya, bahkan dia sekarang ranking tiga di kelasnya," kata M Nuh.
Hasil evaluasi keseluruhan akan dipublikasikan pada Januari 2026.
(nnz)
Lihat Juga :