Kisah Ardi, Mantan Driver Ojol dan Awardee LPDP Kini Jadi Supervisor di Industri Nikel Morowali
Kamis, 01 Januari 2026 - 18:17 WIB
loading...
Ardi Alam Jabir adalah salah satu penerima beasiswa LPDP LPDP-Central South University (CSU)–GEM. Foto/LPDP.
A
A
A
JAKARTA - Ardi Alam Jabir adalah salah satu penerima beasiswa LPDP LPDP-Central South University (CSU)–GEM yang kini menduduki jabatan supervisor pada divisi Research and Development (R&D), PT QMB New Energy Materials, salah satu perusahaan di Kawasan Indonesia Morowali Indutrial Park (IMIP) .
Posisi middle manager yang dijabatnya saat ini adala buah hasil kerja keras Ardi yang lahir dari keluarga sederhana yang merantau dari Makassar ke Kalimantan.
Dikutip dari laman LPDP, keluarga Ardi adalah mantan penambang rakyat berbekal kuali dan mengais pasir emas di pinggir sungai. Namun tak lama di Kalimanta, keluarganya Kembali ke Makassar dan membuka toko sembako.
Baca juga: Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Dibuka? Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Ketertarikannya akan dunia tambang, membawanya meraih beasiswa Bidik Misi untuk kuliah jurusan Teknik Pertambangan di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kesempatan untuk mengembangkan diri lebih jauh justru datang di ujung masa kuliahnya. Tawaran mengikuti program student exchange ke Jepang hadir bersamaan dengan pilihan yang tidak mudah.
Baca juga: Berapa Besaran Biaya Kuliah yang Ditanggung Pemerintah di KIP Kuliah?
Jika menerima kesempatan tersebut, Ardi harus menambah satu semester tanpa lagi mendapat dukungan beasiswa Bidikmisi yang telah berakhir masa pembiayaannya. Namun jika menolaknya, ia dapat lulus tepat waktu tanpa perlu menanggung tambahan biaya satu semester.
Dengan hati yang mantap ia akhirnya memilih untuk student exchange ke Jepang walau ia kemudian harus putar otak mencari cara untuk memenuhi biaya kuliah dan biaya sehari-harinya.
“Jadi ketika saya extend perkuliahan ini saya memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan lainnya, pada saat itu saya memutuskan untuk narik ojek online untuk setidaknya untuk bisa mengcover biaya perkuliahan dan juga biaya sehari-hari saya selama berkuliah gitu”, jelasnya.
Pengalaman exchange di Ehime University, Jepang menjadi momen yang membuka semangat dan optimismenya untuk bisa studi lanjut di luar negeri.
Kepercayaan dirinya turut meningkat dan terasah seiring dengan pengalaman berinteraksi dan studi di komunitas internasional. Berita mengenai dibukanya program beasiswa kerja sama Indonesia-Tiongkok LPDP-CSU-GEM tak lama selepas kelulusannya langsung ia sambut baik. Tahun 2019 Ardi berangkat ke Central South University, China, kampus metalurgi terbaik di dunia.
Pengalaman kuliah di China menjadi sangat berkesan. Di luar kegiatan kuliah, Ardi mengaku banyak hal lain yang ia pelajari, misalnya soal kedisiplinan belajar, menghargai waktu, hingga etos kerja yang fokus, disiplin, dan minim kesalahan.
Kekhawatirannya soal makanan halal hingga beribadah sebagai seorang muslim juga tak terlalu susah, ada kantin dan banyak restoran halal di kota Changsha, sebuah masjid di tengah kota juga membuatnya tak perlu khawatir bila harus menunaikan ibadah sholat Jumat.
Tak lama setelah Ardi memulai masa studinya, pandemi COVID-19 merebak dan mengubah banyak rencana. Ia harus kembali ke Indonesia dan melanjutkan perkuliahan secara daring. Program magang yang menjadi bagian wajib dari skema beasiswa pun terpaksa dilaksanakan di dalam negeri.
Beruntung, mitra program, GEM Co. Ltd., telah lebih dahulu mendirikan fasilitas industri di Morowali melalui PT QMB New Energy Materials, sehingga Ardi tetap dapat menjalani magang sesuai bidang studinya.
Lulus dari CSU pada tahun 2022, Ardi langsung bekerja di PT QMB New Energy Materials. Berkat magang yang dijalaninya di tempat yang sama, ia tak terlalu banyak menemui kesulitan dan adaptasi, khususnya ketika harus berinteraksi dengan rekan kerja dan atasannya yang merupakan tenaga kerja asing asal Tiongkok. Hanya dalam waktu yang relatif cepat, tiga tahun, Ardi kini telah menduduki jabatan manajerial sebagai Supervisor di divisi Research and Development.
“Jenjang kariernya sangat cepat. Untuk saya sendiri dan teman-teman yang seangkatan, bisa dibilang sekarang kami sudah berada di level manajerial. Ada yang menempati posisi supervisor, dan sebagian lainnya sudah memegang peran kepemimpinan”, terangnya.
Saat ini, Ardi lebih banyak berfokus pada upaya pengembangan, termasuk pengembangan karyawan melalui berbagai program pelatihan dan inisiatif peningkatan kapasitas lainnya.
Dalam lingkup Research and Development, Ardi terlibat dalam berbagai proyek penelitian dengan fokus yang beragam. Tidak hanya berkaitan dengan optimasi dan penjagaan kualitas produk dari proses produksi yang sedang berjalan, penelitian tersebut juga diarahkan pada pengembangan produk-produk baru serta pemanfaatan potensi lain dari proses pengolahan.
Salah satu fokus penting dalam pengembangan ini adalah upaya mengolah limbah hasil produksi agar dapat dimanfaatkan kembali, sehingga material yang semula dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi sumber nilai tambah.
Posisi middle manager yang dijabatnya saat ini adala buah hasil kerja keras Ardi yang lahir dari keluarga sederhana yang merantau dari Makassar ke Kalimantan.
Dikutip dari laman LPDP, keluarga Ardi adalah mantan penambang rakyat berbekal kuali dan mengais pasir emas di pinggir sungai. Namun tak lama di Kalimanta, keluarganya Kembali ke Makassar dan membuka toko sembako.
Baca juga: Kapan Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Dibuka? Ini Jadwal dan Syarat Lengkapnya
Ketertarikannya akan dunia tambang, membawanya meraih beasiswa Bidik Misi untuk kuliah jurusan Teknik Pertambangan di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kesempatan untuk mengembangkan diri lebih jauh justru datang di ujung masa kuliahnya. Tawaran mengikuti program student exchange ke Jepang hadir bersamaan dengan pilihan yang tidak mudah.
Baca juga: Berapa Besaran Biaya Kuliah yang Ditanggung Pemerintah di KIP Kuliah?
Jika menerima kesempatan tersebut, Ardi harus menambah satu semester tanpa lagi mendapat dukungan beasiswa Bidikmisi yang telah berakhir masa pembiayaannya. Namun jika menolaknya, ia dapat lulus tepat waktu tanpa perlu menanggung tambahan biaya satu semester.
Dengan hati yang mantap ia akhirnya memilih untuk student exchange ke Jepang walau ia kemudian harus putar otak mencari cara untuk memenuhi biaya kuliah dan biaya sehari-harinya.
“Jadi ketika saya extend perkuliahan ini saya memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan lainnya, pada saat itu saya memutuskan untuk narik ojek online untuk setidaknya untuk bisa mengcover biaya perkuliahan dan juga biaya sehari-hari saya selama berkuliah gitu”, jelasnya.
Pengalaman exchange di Ehime University, Jepang menjadi momen yang membuka semangat dan optimismenya untuk bisa studi lanjut di luar negeri.
Kepercayaan dirinya turut meningkat dan terasah seiring dengan pengalaman berinteraksi dan studi di komunitas internasional. Berita mengenai dibukanya program beasiswa kerja sama Indonesia-Tiongkok LPDP-CSU-GEM tak lama selepas kelulusannya langsung ia sambut baik. Tahun 2019 Ardi berangkat ke Central South University, China, kampus metalurgi terbaik di dunia.
Pengalaman kuliah di China menjadi sangat berkesan. Di luar kegiatan kuliah, Ardi mengaku banyak hal lain yang ia pelajari, misalnya soal kedisiplinan belajar, menghargai waktu, hingga etos kerja yang fokus, disiplin, dan minim kesalahan.
Kekhawatirannya soal makanan halal hingga beribadah sebagai seorang muslim juga tak terlalu susah, ada kantin dan banyak restoran halal di kota Changsha, sebuah masjid di tengah kota juga membuatnya tak perlu khawatir bila harus menunaikan ibadah sholat Jumat.
Tak lama setelah Ardi memulai masa studinya, pandemi COVID-19 merebak dan mengubah banyak rencana. Ia harus kembali ke Indonesia dan melanjutkan perkuliahan secara daring. Program magang yang menjadi bagian wajib dari skema beasiswa pun terpaksa dilaksanakan di dalam negeri.
Beruntung, mitra program, GEM Co. Ltd., telah lebih dahulu mendirikan fasilitas industri di Morowali melalui PT QMB New Energy Materials, sehingga Ardi tetap dapat menjalani magang sesuai bidang studinya.
Lulus dari CSU pada tahun 2022, Ardi langsung bekerja di PT QMB New Energy Materials. Berkat magang yang dijalaninya di tempat yang sama, ia tak terlalu banyak menemui kesulitan dan adaptasi, khususnya ketika harus berinteraksi dengan rekan kerja dan atasannya yang merupakan tenaga kerja asing asal Tiongkok. Hanya dalam waktu yang relatif cepat, tiga tahun, Ardi kini telah menduduki jabatan manajerial sebagai Supervisor di divisi Research and Development.
“Jenjang kariernya sangat cepat. Untuk saya sendiri dan teman-teman yang seangkatan, bisa dibilang sekarang kami sudah berada di level manajerial. Ada yang menempati posisi supervisor, dan sebagian lainnya sudah memegang peran kepemimpinan”, terangnya.
Saat ini, Ardi lebih banyak berfokus pada upaya pengembangan, termasuk pengembangan karyawan melalui berbagai program pelatihan dan inisiatif peningkatan kapasitas lainnya.
Dalam lingkup Research and Development, Ardi terlibat dalam berbagai proyek penelitian dengan fokus yang beragam. Tidak hanya berkaitan dengan optimasi dan penjagaan kualitas produk dari proses produksi yang sedang berjalan, penelitian tersebut juga diarahkan pada pengembangan produk-produk baru serta pemanfaatan potensi lain dari proses pengolahan.
Salah satu fokus penting dalam pengembangan ini adalah upaya mengolah limbah hasil produksi agar dapat dimanfaatkan kembali, sehingga material yang semula dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi sumber nilai tambah.
(nnz)
Lihat Juga :