Profil Sabrina Gonzalez Pasterski, Fisikawan Jenius yang Dijuluki Einstein Modern

Senin, 05 Januari 2026 - 12:51 WIB
loading...
Profil Sabrina Gonzalez...
Nama Sabrina Gonzalez Pasterski kerap disebut sebagai salah satu fisikawan paling brilian di abad ke-21. Foto/YouTube Turing.
A A A
JAKARTA - Nama Sabrina Gonzalez Pasterski kerap disebut sebagai salah satu fisikawan paling brilian di abad ke-21. Ia bukan hanya dikenal karena kecerdasannya di dunia akademik, tetapi juga karena kisah luar biasa saat menerbangkan pesawat rakitan sendiri di usia 16 tahun.

Kini, Sabrina dikenal sebagai fisikawan teoretis yang memimpin riset besar tentang celestial holography, salah satu upaya paling ambisius dalam memahami struktur dasar alam semesta.

Baca juga: Ira Puspadewi Kuliah di Mana? Eks Dirut ASDP yang Dapat Rehabilitasi dari Prabowo

Dijuluki “Next Einstein”, Tapi Menolak Sensasi


Forbes memasukkan Sabrina ke dalam daftar 30 Under 30 dua kali dan menjadikannya All-Star Alumni. Media kerap menjulukinya sebagai “The Next Einstein”, label yang justru ia hindari.

Dalam wawancara dengan TIME, Sabrina menegaskan, “Tidak akan ada Einstein kedua. Ia adalah dirinya sendiri.” Ia mengaku tidak nyaman dengan sensasi media dan lebih ingin dikenal melalui karyanya.

Baca juga: Riwayat Pendidikan Gus Yahya, Ketua Umum PBNU yang Didesak Mundur dari Jabatannya

Menerbangkan Pesawat Rakitan Sendiri Sejak Remaja


Mengutip YouTube Turing, pada Agustus 2009, Sabrina Gonzalez Pasterski mencuri perhatian otoritas penerbangan Amerika Serikat. Di usia 16 tahun, ia melakukan penerbangan solo pertamanya menggunakan pesawat Zenith Zodiac bermesin tunggal yang ia bangun sendiri.

Pesawat itu bukan hasil pabrikan. Sabrina merakitnya dari ribuan komponen, memasang sekitar 15.000 rivet dengan tangannya sendiri, serta mempelajari cara merakit dan membongkar mesin pesawat di rumah keluarganya di Chicago. Dunia penerbangan menjadi pintu awal perjalanan intelektualnya.

Baca juga: Riwayat Pendidikan Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI yang Jadi Sorotan soal Program MBG

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan Awal


Sabrina Gonzalez Pasterski lahir di Chicago pada 3 Juni 1993. Ia merupakan generasi pertama keturunan Kuba-Amerika dan lulusan Chicago Public Schools. Ayahnya, Mark Pasterski, adalah seorang pengacara sekaligus insinyur listrik yang menumbuhkan budaya rasa ingin tahu sejak dini.

Ia menempuh pendidikan di Edison Regional Gifted Center dan kemudian Illinois Mathematics and Science Academy (IMSA). Sejak usia sembilan tahun, Sabrina sudah mengikuti pelajaran terbang, dan pada usia 12 tahun mulai merakit pesawat di garasi rumah.

Perjalanan Akademik di MIT dan Harvard


Meski sempat ditolak Harvard dan masuk daftar tunggu MIT, Sabrina akhirnya diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT) berkat rekomendasi profesor yang terkesan dengan proyek pesawatnya. Ia masuk MIT pada usia 17 tahun.

Di MIT, Sabrina menyelesaikan studi fisika hanya dalam tiga tahun dan lulus dengan IPK sempurna 5.00, tertinggi di MIT. Ia menjadi perempuan pertama dalam dua dekade yang lulus sebagai mahasiswa terbaik di jurusan fisika MIT.

Setelah itu, Sabrina melanjutkan studi doktoral di Harvard University di bawah bimbingan fisikawan ternama Andrew Strominger di Center for the Fundamental Laws of Nature.

Kontribusi Besar di Dunia Fisika Teoretis


Sebelum meraih gelar doktor, karya ilmiah Sabrina sudah dipublikasikan di jurnal bergengsi seperti Physical Review Letters dan Journal of High-Energy Physics. Salah satu terobosannya adalah penemuan spin memory effect, fenomena baru dalam gelombang gravitasi.

Penelitiannya menjadi bagian penting dari PSZ Triangle (Infrared Triangle), konsep fundamental yang menghubungkan simetri ruang-waktu, soft theorems, dan efek memori gelombang gravitasi. Pada 2016, Stephen Hawking mengutip karya Sabrina, sebuah pengakuan luar biasa bagi ilmuwan muda.

Riset Celestial Holography dan Hibah Miliaran Rupiah


Saat ini, Sabrina Gonzalez Pasterski dikenal sebagai pemimpin riset celestial holography, teori yang menyatakan bahwa alam semesta tiga dimensi mungkin merupakan proyeksi holografik dari sistem dua dimensi di batas ruang-waktu.

Pada 2021, ia mendirikan Celestial Holography Initiative di Perimeter Institute for Theoretical Physics, Kanada, dengan dukungan hibah USD 8 juta dari Simons Foundation. Proyek ini menjadi salah satu usaha paling serius untuk menemukan teori quantum gravity.

Menolak Tawaran NASA dan Blue Origin


Dengan reputasi akademik luar biasa, Sabrina menerima tawaran kerja dari NASA dan perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin. Ia juga sempat ditawari posisi profesor dengan paket USD 1,1 juta di Brown University. Namun, semua tawaran itu ia tolak demi fokus pada riset fundamental.

Sabrina memilih bergabung penuh waktu di Perimeter Institute, lembaga riset yang mendorong kolaborasi dan kebebasan berpikir dalam fisika teoretis.

Kehidupan Pribadi yang Sederhana


Berbeda dari figur publik kebanyakan, Sabrina tidak memiliki akun media sosial dan bahkan tidak menggunakan smartphone. Situs pribadinya hanya berisi daftar publikasi ilmiah dan kuliah akademik. Baginya, fisika sudah cukup menarik tanpa sorotan berlebihan.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Djoko Slamet...
Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun
Wisudawan Termuda Undip...
Wisudawan Termuda Undip Usia 18 Tahun, Pato Sayyaf Lulus S1 Fisika dengan IPK 3,68
Kisah Laurent Simons,...
Kisah Laurent Simons, Jenius Belgia Lulus PhD Fisika Kuantum di Usia 15 Tahun
Siswa Indonesia Rebut...
Siswa Indonesia Rebut 3 Medali Perunggu di Olimpiade Fisika Dunia 2025
Raih Gelar Doktor Fisika...
Raih Gelar Doktor Fisika di Usia 25 Tahun, Fikhri Jadi Wisudawan Termuda S3 UGM
Seminar IKAFU USU Soroti...
Seminar IKAFU USU Soroti Peran Fisika di Era Disrupsi Teknologi
Bakal Revisi Penelitian...
Bakal Revisi Penelitian Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa-bawa Nama Albert Einstein dan Isaac Newton
Simpanse Jenius yang...
Simpanse Jenius yang Bisa Baca Bahasa Mandarin dan Inggris Tutup Usia
Simpanse Jenius Bernama...
Simpanse Jenius Bernama Ai Meninggal di Jepang pada Usia 49 Tahun
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
Berita Terkini
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Lengkap! Daftar SD dan...
Lengkap! Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di Kota Tangerang untuk SPMB 2026
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Daftar SD dan SMP Swasta...
Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di SPMB Kota Semarang 2026, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved