Hari Pertama Sekolah 2026, Mendikdasmen Pimpin Upacara Bendera di Aceh Tamiang
Senin, 05 Januari 2026 - 16:06 WIB
loading...
Mendikdasmen Abdul Muti memimpin upacara bendera di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (5/1/2026). Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Mendikdasmen ) Abdul Mu'ti memulai pembelajaran hari pertama semester genap tahun pelajaran 2025/2026 dengan melaksanakan upacara bendera di SMAN 4 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (5/1/2026).
Pelaksanaan upacara ini sekaligus menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar secara bertahap di tengah proses pemulihan pascabencana.
Baca juga: Mendikdasmen Instruksikan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap
Mendikdamen menekankan bahwa hari pertama sekolah memiliki makna penting sebagai momentum kebangkitan dan penguatan semangat belajar murid. Ia mengajak seluruh warga satuan pendidikan untuk tetap bersyukur dan menjaga optimisme, meskipun proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
“Musibah menempa kita menjadi pribadi yang lebih kuat, tabah, dan kreatif,” ujar Mu’ti saat menjadi pembina upacara, melalui siaran pers, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Mendikdasmen Sebut 85 Persen Sekolah di Aceh-Sumatera Sudah Bisa Beroperasi
Lebih lanjut, Mu’ti menuturkan bahwa kehilangan akibat bencana tidak boleh menghilangkan cita-cita dan harapan murid sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun karena semangat belajar mampu melampaui keterbatasan sarana dan prasarana.
“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” tuturnya.
Baca juga: Bencana Sumatera, Mendikdasmen Minta Sekolah Terapkan Keringanan Penilaian UAS bagi Siswa
Selain itu, Mendikdasmen juga turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat yang telah bergotong royong memastikan pembelajaran kembali berlangsung. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pada hari pertama sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi proses pemulihan pendidikan secara bersama-sama.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kemendikdasmen terus berupaya mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan diprioritaskan untuk menerima bantuan pemulihan dan revitalisasi, termasuk perbaikan ruang belajar, meja, dan kursi agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih layak dan aman.
“Pemulihan pendidikan bukan hanya soal membuka kembali sekolah, tetapi memastikan anak-anak dapat belajar dengan penuh semangat dan optimisme. Pemerintah akan terus hadir agar proses pemulihan ini berjalan menyeluruh, sehingga pendidikan tetap menjadi jalan utama menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Mendikdasmen.
Usai pelaksanaan upacara bendera, Mu’ti juga menyapa sejumlah satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana lainnya secara daring, di antaranya Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Barat. Pada kesempatan itu, Mendikdasmen berdialog dengan para kepala sekolah, guru, dan murid untuk memastikan kesiapan pembelajaran serta menyampaikan dukungan moral agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan bermakna.
Setelah itu, Mu'ti juga meninjau ruang kelas SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, untuk berdialog langsung dengan para murid. Ia turut mendengarkan cerita dan pengalaman murid terkait peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut, sekaligus memberikan penguatan psikososial agar para murid tetap memiliki semangat, optimisme, dan keberanian untuk bangkit melanjutkan proses belajar.
Pelaksanaan upacara ini sekaligus menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas belajar-mengajar secara bertahap di tengah proses pemulihan pascabencana.
Baca juga: Mendikdasmen Instruksikan Pagi Ceria dan Upacara Bendera Hari Pertama Semester Genap
Mendikdamen menekankan bahwa hari pertama sekolah memiliki makna penting sebagai momentum kebangkitan dan penguatan semangat belajar murid. Ia mengajak seluruh warga satuan pendidikan untuk tetap bersyukur dan menjaga optimisme, meskipun proses pemulihan belum sepenuhnya selesai.
“Musibah menempa kita menjadi pribadi yang lebih kuat, tabah, dan kreatif,” ujar Mu’ti saat menjadi pembina upacara, melalui siaran pers, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Mendikdasmen Sebut 85 Persen Sekolah di Aceh-Sumatera Sudah Bisa Beroperasi
Lebih lanjut, Mu’ti menuturkan bahwa kehilangan akibat bencana tidak boleh menghilangkan cita-cita dan harapan murid sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, pendidikan harus tetap berjalan dalam kondisi apa pun karena semangat belajar mampu melampaui keterbatasan sarana dan prasarana.
“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” tuturnya.
Baca juga: Bencana Sumatera, Mendikdasmen Minta Sekolah Terapkan Keringanan Penilaian UAS bagi Siswa
Selain itu, Mendikdasmen juga turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, para guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat yang telah bergotong royong memastikan pembelajaran kembali berlangsung. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pada hari pertama sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi proses pemulihan pendidikan secara bersama-sama.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kemendikdasmen terus berupaya mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang terdampak bencana. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan diprioritaskan untuk menerima bantuan pemulihan dan revitalisasi, termasuk perbaikan ruang belajar, meja, dan kursi agar kegiatan belajar-mengajar dapat berlangsung lebih layak dan aman.
“Pemulihan pendidikan bukan hanya soal membuka kembali sekolah, tetapi memastikan anak-anak dapat belajar dengan penuh semangat dan optimisme. Pemerintah akan terus hadir agar proses pemulihan ini berjalan menyeluruh, sehingga pendidikan tetap menjadi jalan utama menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Mendikdasmen.
Usai pelaksanaan upacara bendera, Mu’ti juga menyapa sejumlah satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana lainnya secara daring, di antaranya Provinsi Sumatra Utara dan Provinsi Sumatra Barat. Pada kesempatan itu, Mendikdasmen berdialog dengan para kepala sekolah, guru, dan murid untuk memastikan kesiapan pembelajaran serta menyampaikan dukungan moral agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan bermakna.
Setelah itu, Mu'ti juga meninjau ruang kelas SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, untuk berdialog langsung dengan para murid. Ia turut mendengarkan cerita dan pengalaman murid terkait peristiwa banjir bandang yang melanda wilayah tersebut, sekaligus memberikan penguatan psikososial agar para murid tetap memiliki semangat, optimisme, dan keberanian untuk bangkit melanjutkan proses belajar.
(nnz)
Lihat Juga :