SPPB-UI Uji Disertasi tentang Perbankan Syariah dan Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 - 22:04 WIB
loading...
SPPB-UI Uji Disertasi...
Sidang disertasi Program Studi Kajian Stratejik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Program Studi Kajian Stratejik dan Global, Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB-UI) menggelar sidang disertasi berjudul "Toolkit Kebijakan dan Strategi Perbankan Syariah dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia". Disertasi yang disusun oleh Suprianto tersebut menawarkan sebuah kerangka strategis yang dinilai relevan menjawab tantangan pembangunan nasional ke depan.

Dalam paparannya, Suprianto menyoroti kesenjangan antara agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan capaian nyata Indonesia, khususnya pada sektor keuangan syariah. Meski Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah dunia, rata-rata indeks dan indikator keuangan berkelanjutan masih menunjukkan ruang perbaikan yang signifikan.

"Di titik inilah perbankan syariah dinilai dapat memainkan peran strategis, tidak sekadar sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak transformasi sosial dan ekonomi," kata Suprianto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan integrasi metode TOWS, Policy Delphi, dan Interpretative Structural Modelling (ISM). Kerangka teori yang digunakan bersifat multidisipliner, dengan teori pembangunan sebagai grand theory, didukung teori keuangan dan ekonomi pembangunan sebagai middle theory, serta kebijakan publik, perbankan, dan keuangan berkelanjutan sebagai applied theory. Seluruhnya diselaraskan dengan Islamic Worldview agar kontekstual dengan realitas Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sejatinya telah mendapat dukungan kebijakan dari para pemangku kepentingan utama, seperti Bappenas, Otoritas Jasa Keuangan, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Namun, dukungan tersebut masih memerlukan alat operasional yang sistemik dan adaptif agar dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat perbankan.

Menjawab kebutuhan itu, Suprianto merumuskan sebuah toolkit kebijakan dan strategi perbankan syariah yang terdiri dari tiga elemen utama: Prinsip Acuan (Kemitraan, Keterlibatan, dan Keselarasan), Struktur Toolkit, serta Langkah Implementasi.

"Toolkit ini diposisikan bukan hanya sebagai pedoman kebijakan, tetapi juga sebagai proposisi bisnis yang mampu meningkatkan nilai dan daya saing bank syariah," katanya.

Disertasi ini memperkenalkan Model Lingkaran Pertumbuhan Berdampak (The Ring of Impactful Growth Model) yang diklaim melengkapi keterbatasan model pembangunan berkelanjutan global seperti Doughnut Economics. Model tersebut menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, dampak sosial, dan keberlanjutan lingkungan dalam kerangka keuangan syariah.

Sementara itu, Sekretaris Prodi Program Doktor SPPB-UI Muhammad Reza Rustam menilai penelitian Suprianto dapat menjadi rujukan strategis bagi pembuat kebijakan dan industri jasa keuangan dalam menghadapi Dekade Aksi pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

"Lebih dari sekadar karya akademik, disertasi ini menegaskan bahwa masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia sangat bergantung pada keberanian menyatukan nilai, strategi, dan kebijakan dalam praktik nyata sektor keuangan," ujarnya.

Sidang terbuka disertasi ini dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. Supriatna dengan Promotor Prof. Dr. Muhammad Luthfi. Turut mendampingi sebagai Ko-Promotor adalah Prof. Dr. Nurul Huda dan Dr. Basir S. Sementara jajaran penguji terdiri dari Prof. Yon Machmudi, Dr. Nurwahidin, Dr. Nur Fatwa, Dr. Mulawarman Hannase, serta Afrimadona.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Rekomendasi
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
IHSG Jeblok Nyaris 1%...
IHSG Jeblok Nyaris 1% ke 5.838 Siang Ini, Ratusan Saham Merana
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Berita Terkini
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved