Hingga 2025, Universitas Pradita Cetak 1.300 Lulusan Siap Kerja Berbasis Industri
Jum'at, 09 Januari 2026 - 15:50 WIB
loading...
Hingga penghujung tahun 2025, Universitas Pradita resmi meluluskan total 1.300 wisudawan dari berbagai program studi.Foto/Universitas Pradita.
A
A
A
JAKARTA - Hingga penghujung tahun 2025, Universitas Pradita resmi meluluskan total 1.300 wisudawan dari berbagai program studi. Selain gelar dan ijazah, wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Rektor Universitas Pradita, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit menyampaikan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, lulusan perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta berinovasi untuk menciptakan produk atau jasa baru.
Baca juga: Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI AU 2026 Dibuka, Ini Persyaratannya
“Menjadi pintar itu mudah jika diberi ruang belajar, namun membentuk pribadi berintegritas adalah tantangan sesungguhnya karena membutuhkan kerendahan hati, rasa hormat, dan kepedulian. Nilai inilah yang kami tanamkan melalui value caring dalam kehidupan kampus,” ujar Prof. Eko.
Sebagai perguruan tinggi yang diinisiasi oleh PT Summarecon Agung Tbk, Universitas Pradita mengembangkan model Enterprise University yang menghubungkan kampus dengan dunia industri.
Executive Director Unit Edukasi Summarecon, Aida Halim, menegaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memimpin dan menciptakan peluang baru.
“Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan, kami bersyukur atas pencapaian dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami hingga saat ini. Kami akan terus mengembangkan beragam langkah strategis di tahun depan diantaranya melalui penguatan sarana dan prasarana pembelajaran untuk semakin meningkatkan value dari Universitas Pradita ” ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, Universitas Pradita merencanakan pembangunan dan pengembangan sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran, meliputi Laboratorium Laundry, Laboratorium Desain, penambahan lima ruang kelas baru, serta pengembangan ruang Virtual Reality (VR Room) sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif dan berbasis teknologi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, keterlibatan praktisi industri sebagai dosen, serta pembelajaran berbasis proyek nyata melalui pendekatan Real Case, Real Experience.
Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi aplikatif sejak masa studi.
Sepanjang 2025, mahasiswa Universitas Pradita mencatat berbagai prestasi melalui pendekatan Real Case, Real Experience, yang menekankan kesiapan industri, kemampuan aplikatif, dan kreativitas.
Seperti Mahasiswa Interior Design meraih penghargaan pada ASMINDO Young Furniture Designer Award (AYFDA) 2024, dengan tiga mahasiswa memperoleh penghargaan Best Innovation dan Best Ergonomic Design. Prestasi ini diperkuat dengan capaian Juara Utama pada Y.iD Award 2025 dan Higold Kitchen Design Competition.
Mahasiswa Management meraih Gold Medal dan Best Market Research pada Inspire X Summit Festival 2025 karena dinilai mampu menganalisis bisnis hingga strategi kreatif berbasis riset pasar, dan prestasi lainnya.
Rektor Universitas Pradita, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit menyampaikan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, lulusan perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, serta berinovasi untuk menciptakan produk atau jasa baru.
Baca juga: Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI AU 2026 Dibuka, Ini Persyaratannya
“Menjadi pintar itu mudah jika diberi ruang belajar, namun membentuk pribadi berintegritas adalah tantangan sesungguhnya karena membutuhkan kerendahan hati, rasa hormat, dan kepedulian. Nilai inilah yang kami tanamkan melalui value caring dalam kehidupan kampus,” ujar Prof. Eko.
Sebagai perguruan tinggi yang diinisiasi oleh PT Summarecon Agung Tbk, Universitas Pradita mengembangkan model Enterprise University yang menghubungkan kampus dengan dunia industri.
Executive Director Unit Edukasi Summarecon, Aida Halim, menegaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang agar lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu memimpin dan menciptakan peluang baru.
“Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan, kami bersyukur atas pencapaian dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami hingga saat ini. Kami akan terus mengembangkan beragam langkah strategis di tahun depan diantaranya melalui penguatan sarana dan prasarana pembelajaran untuk semakin meningkatkan value dari Universitas Pradita ” ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, Universitas Pradita merencanakan pembangunan dan pengembangan sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran, meliputi Laboratorium Laundry, Laboratorium Desain, penambahan lima ruang kelas baru, serta pengembangan ruang Virtual Reality (VR Room) sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif dan berbasis teknologi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, keterlibatan praktisi industri sebagai dosen, serta pembelajaran berbasis proyek nyata melalui pendekatan Real Case, Real Experience.
Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi aplikatif sejak masa studi.
Sepanjang 2025, mahasiswa Universitas Pradita mencatat berbagai prestasi melalui pendekatan Real Case, Real Experience, yang menekankan kesiapan industri, kemampuan aplikatif, dan kreativitas.
Seperti Mahasiswa Interior Design meraih penghargaan pada ASMINDO Young Furniture Designer Award (AYFDA) 2024, dengan tiga mahasiswa memperoleh penghargaan Best Innovation dan Best Ergonomic Design. Prestasi ini diperkuat dengan capaian Juara Utama pada Y.iD Award 2025 dan Higold Kitchen Design Competition.
Mahasiswa Management meraih Gold Medal dan Best Market Research pada Inspire X Summit Festival 2025 karena dinilai mampu menganalisis bisnis hingga strategi kreatif berbasis riset pasar, dan prestasi lainnya.
(nnz)
Lihat Juga :