Zainal Arifin Mochtar Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UGM
Kamis, 15 Januari 2026 - 12:40 WIB
loading...
Zainal Arifin Mochtar dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Kelembagaan Negara Fakultas Hukum UGM. Foto/YouTube UGM.
A
A
A
YOGYAKARTA - Zainal Arifin Mochtar atau Uceng menjalani upacara pengukuhan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balai Senat UGM, Sleman Yogyajarta pada Kamis (15/1/2026). Upacara pengukuhannya dihadiri oleh mantan Wapres RI Jusuf Kalla hingga politikus PDIP Ganjar Pranowo.
Dari siaran langsung di kanal YouTube @ugm.yogyakarta, upacara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Setelahnya, moderator memanggil Zainal Arifin Mochtar untuk berpidato di podium.
Baca juga: Bintang Film Dirty Vote Zainal Arifin Diteror Lewat DM Instagram
Zainal yang mengenakan jubah dan toga hitam pun berjalan ke mimbar untuk menyampaikan pidato yang diberi judul "Konservatisme yang Menguat dan Indenpendensi Lembaga Negara yang Lemah Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan".
Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Kelembagaan Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca juga: Tak Harus Ubah PKPU, Zainal Arifin Mochtar Sebut Putusan MK Langsung Berfungsi
"Asumsi dasarnya adalah dunia bergerak semakin konservatif tekah ikut mempengaruhi lembaga-lembaga negara yang tergerus independensinya," kata Zainal dalam acara tersebut, Kamis (15/1/2026).
Zainal menyoroti lembaga negara yang bekerja sebagai pengimbang dari cabang kekuasaan berbau politik, yakni eksekutif dan legislatif.
"Tentu saja, yang dimaksud pelemahan independensi adalah lembaga yudisial dan lembaga-lembaga negara independent. Lembaga-lembaga yang bersifat unelected," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Uceng itu juga mengucapkan terima kasihnya kepada rekan akademisnya hingga keluarga tercinta, termasuk almarhum ayahnya, Kiyai Haji Muchtar Husein.
"Hampir seluruh kemampuan saya beridiri diatas mimbar, menyampaikan pidato menyampaikan lisan dan tulisan adalah hasil didikan melihat beliau sebagai penceramah di Masjid kota maupun kampung. Juga mengintip beliau di Universitas dan sekolah," lanjutnya.
"Sesaat sebelum beliau meninggal, dia minta saya mengurus buku-buku yang jumlahnya sangat banyak sepeninggal beliau dan yang kedua beliau ingin saya menuntaskan Guru Besar dan Alhamdulillah saya peroleh hari ini," imbuh Uceng.
Setelah pidato ditutup, Uceng langsung menjalani prosesi pengukuhan Guru Besar yang ditandai dengan pengalungan samir Guru Besar oleh Ketua Dewan Guru Besar dan jajarannya.
Dari siaran langsung di kanal YouTube @ugm.yogyakarta, upacara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Setelahnya, moderator memanggil Zainal Arifin Mochtar untuk berpidato di podium.
Baca juga: Bintang Film Dirty Vote Zainal Arifin Diteror Lewat DM Instagram
Zainal yang mengenakan jubah dan toga hitam pun berjalan ke mimbar untuk menyampaikan pidato yang diberi judul "Konservatisme yang Menguat dan Indenpendensi Lembaga Negara yang Lemah Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan".
Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Kelembagaan Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca juga: Tak Harus Ubah PKPU, Zainal Arifin Mochtar Sebut Putusan MK Langsung Berfungsi
"Asumsi dasarnya adalah dunia bergerak semakin konservatif tekah ikut mempengaruhi lembaga-lembaga negara yang tergerus independensinya," kata Zainal dalam acara tersebut, Kamis (15/1/2026).
Zainal menyoroti lembaga negara yang bekerja sebagai pengimbang dari cabang kekuasaan berbau politik, yakni eksekutif dan legislatif.
"Tentu saja, yang dimaksud pelemahan independensi adalah lembaga yudisial dan lembaga-lembaga negara independent. Lembaga-lembaga yang bersifat unelected," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Uceng itu juga mengucapkan terima kasihnya kepada rekan akademisnya hingga keluarga tercinta, termasuk almarhum ayahnya, Kiyai Haji Muchtar Husein.
"Hampir seluruh kemampuan saya beridiri diatas mimbar, menyampaikan pidato menyampaikan lisan dan tulisan adalah hasil didikan melihat beliau sebagai penceramah di Masjid kota maupun kampung. Juga mengintip beliau di Universitas dan sekolah," lanjutnya.
"Sesaat sebelum beliau meninggal, dia minta saya mengurus buku-buku yang jumlahnya sangat banyak sepeninggal beliau dan yang kedua beliau ingin saya menuntaskan Guru Besar dan Alhamdulillah saya peroleh hari ini," imbuh Uceng.
Setelah pidato ditutup, Uceng langsung menjalani prosesi pengukuhan Guru Besar yang ditandai dengan pengalungan samir Guru Besar oleh Ketua Dewan Guru Besar dan jajarannya.
(nnz)
Lihat Juga :