ITS dan Unpad Buka Program S1 Kelas Internasional 2026, Ini Informasi Lengkapnya
Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:39 WIB
loading...
ITS dan Unpad telah membuka penerimaan mahasiswa baru jenjang S1 melalui Program Kelas Internasional atau International Undergraduate Program (IUP) 2026. Foto/Unpad.
A
A
A
JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) telah membuka penerimaan mahasiswa baru jenjang Sarjana (S1) melalui Program Kelas Internasional atau International Undergraduate Program (IUP) 2026. Berikut informasinya.
Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) terdiri dari berbagai jalur, jalur nasional seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), seleksi mandiri, dan ada sejumlah PTN yang memiliki kelas internasional.
Baca juga: Rekrutmen SIPSS Polri 2026 Dibuka, Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya
Sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus, ITS membuka pendaftaran International Undergraduate Program (IUP) Gelombang I Tahun 2026 mulai 12 Januari hingga 25 Februari 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi admisi ITS di admission.its.ac.id.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati menjelaskan bahwa IUP ITS dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi global. Seluruh proses pembelajaran, baik teori maupun praktikum ilmiah, disampaikan dalam bahasa Inggris.
“IUP bertujuan mempersiapkan lulusan agar memiliki daya saing global dan siap meniti karier internasional di masa depan,” katanya, melalui siaran pers, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Unesa Buka Jalur Golden Ticket di SNBP 2026, Bebas UKT!
Pada Gelombang I ini, seleksi awal menitikberatkan pada nilai rapor atau transkrip akademik SMA. Untuk peserta dari program Cambridge IGCSE, nilai yang dinilai meliputi Matematika, Kimia, dan Fisika. Sementara peserta A Level dan Diploma IB menggunakan nilai Matematika dan Fisika.
Pendaftar IUP ITS terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang telah lulus SMA atau sederajat, dengan ketentuan lulusan maksimal tiga tahun terakhir (lulusan 2024). Selain itu, calon mahasiswa wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris, surat motivasi, surat pernyataan orang tua, serta mengikuti wawancara daring.
ITS menyediakan kuota total 385 mahasiswa baru dari 17 program studi melalui seluruh gelombang IUP. Keunggulan utama program ini meliputi student exchange, dual degree, international internship, hingga summer course. Lulusan IUP ITS berpeluang memperoleh dua gelar sarjana, yakni dari ITS dan universitas mitra luar negeri.
Sementara itu, dikutip dari laman Unpad, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Program Kelas Internasional (IUP) Gelombang 1 mulai 12 Januari hingga 9 Maret 2026 melalui laman smup.unpad.ac.id.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan bahwa Unpad membuka tiga program studi (prodi) baru pada IUP 2026 sebagai respons terhadap perkembangan global dan kebutuhan dunia kerja. Ketiga prodi tersebut adalah Public Administration, Food Technology, dan Public Relations.
Prodi Public Administration bekerja sama dengan berbagai universitas luar negeri, antara lain Sungkyunkwan University (Korea), Monash University, Universiti Putra Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Prodi Public Relations merupakan program double degree dengan Canberra University Australia, sementara Food Technology bermitra dengan sejumlah kampus di Malaysia, Jepang, dan China.
Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof. Ir. Anas menambahkan bahwa persyaratan SMUP IUP tahun ini relatif tidak banyak berubah. Calon peserta dapat menggunakan nilai rapor semester 1 hingga 5 serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari lembaga yang diakui Unpad, seperti ETS, British Council, dan Duolingo, termasuk TKBI dari Pusat Bahasa Unpad.
Terkait biaya pendidikan, Unpad menegaskan bahwa tidak ada kenaikan UKT untuk program IUP. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Unpad menjaga keterjangkauan biaya pendidikan hingga setidaknya tahun 2029.
Hasil seleksi SMUP IUP Gelombang 1 akan diumumkan sebelum pengumuman SNBP 2026. Unpad juga mengingatkan bahwa sistem pengumuman telah terintegrasi dengan registrasi, sehingga peserta yang dinyatakan lulus wajib segera melakukan konfirmasi, atau akan dianggap mengundurkan diri.
Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) terdiri dari berbagai jalur, jalur nasional seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), seleksi mandiri, dan ada sejumlah PTN yang memiliki kelas internasional.
Baca juga: Rekrutmen SIPSS Polri 2026 Dibuka, Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya
IUP ITS 2026 Dibuka dengan Kuota 385 Kursi
Sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus, ITS membuka pendaftaran International Undergraduate Program (IUP) Gelombang I Tahun 2026 mulai 12 Januari hingga 25 Februari 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi admisi ITS di admission.its.ac.id.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati menjelaskan bahwa IUP ITS dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi global. Seluruh proses pembelajaran, baik teori maupun praktikum ilmiah, disampaikan dalam bahasa Inggris.
“IUP bertujuan mempersiapkan lulusan agar memiliki daya saing global dan siap meniti karier internasional di masa depan,” katanya, melalui siaran pers, Sabtu (17/1/2026).
Baca juga: Unesa Buka Jalur Golden Ticket di SNBP 2026, Bebas UKT!
Pada Gelombang I ini, seleksi awal menitikberatkan pada nilai rapor atau transkrip akademik SMA. Untuk peserta dari program Cambridge IGCSE, nilai yang dinilai meliputi Matematika, Kimia, dan Fisika. Sementara peserta A Level dan Diploma IB menggunakan nilai Matematika dan Fisika.
Pendaftar IUP ITS terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang telah lulus SMA atau sederajat, dengan ketentuan lulusan maksimal tiga tahun terakhir (lulusan 2024). Selain itu, calon mahasiswa wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris, surat motivasi, surat pernyataan orang tua, serta mengikuti wawancara daring.
ITS menyediakan kuota total 385 mahasiswa baru dari 17 program studi melalui seluruh gelombang IUP. Keunggulan utama program ini meliputi student exchange, dual degree, international internship, hingga summer course. Lulusan IUP ITS berpeluang memperoleh dua gelar sarjana, yakni dari ITS dan universitas mitra luar negeri.
Unpad Resmi Buka SMUP IUP 2026 dengan Prodi Baru
Sementara itu, dikutip dari laman Unpad, Universitas Padjadjaran (Unpad) membuka pendaftaran Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Program Kelas Internasional (IUP) Gelombang 1 mulai 12 Januari hingga 9 Maret 2026 melalui laman smup.unpad.ac.id.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menyampaikan bahwa Unpad membuka tiga program studi (prodi) baru pada IUP 2026 sebagai respons terhadap perkembangan global dan kebutuhan dunia kerja. Ketiga prodi tersebut adalah Public Administration, Food Technology, dan Public Relations.
Prodi Public Administration bekerja sama dengan berbagai universitas luar negeri, antara lain Sungkyunkwan University (Korea), Monash University, Universiti Putra Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.
Prodi Public Relations merupakan program double degree dengan Canberra University Australia, sementara Food Technology bermitra dengan sejumlah kampus di Malaysia, Jepang, dan China.
Kepala Kantor SMUP Unpad, Prof. Ir. Anas menambahkan bahwa persyaratan SMUP IUP tahun ini relatif tidak banyak berubah. Calon peserta dapat menggunakan nilai rapor semester 1 hingga 5 serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari lembaga yang diakui Unpad, seperti ETS, British Council, dan Duolingo, termasuk TKBI dari Pusat Bahasa Unpad.
Terkait biaya pendidikan, Unpad menegaskan bahwa tidak ada kenaikan UKT untuk program IUP. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Unpad menjaga keterjangkauan biaya pendidikan hingga setidaknya tahun 2029.
Hasil seleksi SMUP IUP Gelombang 1 akan diumumkan sebelum pengumuman SNBP 2026. Unpad juga mengingatkan bahwa sistem pengumuman telah terintegrasi dengan registrasi, sehingga peserta yang dinyatakan lulus wajib segera melakukan konfirmasi, atau akan dianggap mengundurkan diri.
(nnz)
Lihat Juga :