President University Resmikan ICPI-PU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Indonesia - China
Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:38 WIB
loading...
President University meresmikan Indonesia–China Partnership Institution – President University (ICPI–PU). Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - President University sukses meresmikan Indonesia–China Partnership Institution – President University (ICPI–PU) di President Executive Center, Kota Jababeka, Cikarang.
ICPI–PU merupakan lembaga kerja sama Indonesia-China di bawah President University yang menaungi sejumlah pusat kajian, seperti Industry and Talent Development Center (ITDC), Belt and Road Initiative Center (BRIC), dan Sinology Center yang berkolaborasi dengan Beijing Language Culture University (BLCU).
Baca juga: Unesa Buka Jalur Golden Ticket di SNBP 2026, Bebas UKT!
Lembaga ini merupakan sebuah jembatan strategis dan wadah kerja sama nyata untuk memperkuat kolaborasi Indonesia-China di bidang ekonomi, industri, perdagangan, sosial-budaya, pendidikan, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu'ti yang hadir secara virtual, menyampaikan apresiasi kepada President University atas inisiatif pembentukan ICPI–PU sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dengan China.
"Selamat atas peluncuran ICPI di President University yang merupakan inisiatif yang penting dan bermakna. Karena ICPI tidak hanya akan memperkuat kedua bangsa tapi juga akan membangun relasi-relasi yang sifatnya stategis dan memberi dampak global, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan," katanya, dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Stella Christie. Menurutnya, pendirian ICPI merupakan bentuk kerja sama strategis yang diyakini bisa memberi manfaat nyata bagi kedua negara.
Dukungan juga datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China Djauhari Oratmangun, dan Duta Besar Republik Rakyat China untuk Republik Indonesia Wang Lutong, dalam sambutannya.
Keduanya menekankan bahwa ICPI bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga kepercayaan bersama (mutual trust) antara Indonesia dan China yang telah berjalan lama.
Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Budi Susilo Soepandji, menyampaikan, Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University. Menurutnya, lembaga ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan China, yang tidak hanya relevan secara akademik, tapi juga strategis bagi hubungan antarbangsa di masa depan.
"Hadirnya ICPI sangat relevan dengan kondisi President University. Selama ini YPUP secara konsisten telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal. Hingga kini sudah ada ribuan mahasiswa dari Tiongkok telah menikmati beasiswa tersebut dan menjadi bagian dari keluarga besar alumni President University. Mereka tidak hanya belajar di Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya antara kedua negara," kata Prof. Budi Susilo Soepandji.
Ke depan, Prof. Budi Susilo Soepandji berharap kerja sama antara President University dan Beijing Language and Culture University tidak berhenti pada pendirian Sinology Center semata. Tetapi dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan lintas disiplin, penelitian kolaboratif, pengembangan talenta industri, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Sehingga memperbesar jumlah mahasiswa China yang dapat belajar di President University.
Hal serupa juga disampaikan oleh Prof. Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center & Profesor Beijing Language and Culture University. Ia mendukung penuh lahirnya ICPI dan siap berkolaborasi dalam pembangunan dan pengembangan Pusat Sinologi Indonesia, berbagi sumber daya, berkolaborasi dalam penelitian, bersama-sama membina sarjana muda.
"Selain itu, kami juga siap bersama-sama menyelenggarakan kegiatan akademik, agar jembatan pemikiran ini semakin kokoh dan lancar," kata Prof. Xu Baofeng.
Sementara itu, Ketua ICPI – PU Prof. Chandra Setiawan, menyebut bahwa pendirian Indonesia China Partnership Institution merupakan sebuah lompatan besar dalam kerja sama akademik dan budaya Indonesia - China.
"Karena hari ini, kita tidak hanya meresmikan ICPI, tetapi juga akan menandatangai Framework of Agreement yang sangat strategis antara World Sinology Center of BLCU dan President University untuk mendirikan Indonesia Sinology Center, " kata Prof. Chandra Setiawan.
Adapun proses penandatanganan Framework of Agreement (MoA) dilakukan oleh Prof Chairy selaku Wakil Rektor III President University dengan Prof. Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center, Beijing Language and Culture University, BLCU.
Prof Chandra Setiawan, menjelaskan, visi ICPI adalah menjadi lembaga kerja sama dan pusat studi China yang terpercaya dan berkualitas, dengan misi mengembangkan kerja sama, kajian, dan pengabdian masyarakat lintas disiplin untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi kedua bangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ICPI–PU menjalankan tiga pusat unggulan: Sinology Center – yang berfokus pada kajian multidisiplin tentang China, menjadi jembatan pemahaman budaya, kebijakan dan peradaban, BRI Center – yang berfokus mengkaji, menganalisis, dan mengembangkan program-program kerja sama ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan antara Indonesia dan China, dan ITD Center – yang berfokus pada pengembangan talenta dan menjadi penghubung strategis antara mahasiswa, akademisi, dan industri dari kedua negara, menciptakan peluang magang, riset terapan, dan pengembangan karier.
ICPI–PU merupakan lembaga kerja sama Indonesia-China di bawah President University yang menaungi sejumlah pusat kajian, seperti Industry and Talent Development Center (ITDC), Belt and Road Initiative Center (BRIC), dan Sinology Center yang berkolaborasi dengan Beijing Language Culture University (BLCU).
Baca juga: Unesa Buka Jalur Golden Ticket di SNBP 2026, Bebas UKT!
Lembaga ini merupakan sebuah jembatan strategis dan wadah kerja sama nyata untuk memperkuat kolaborasi Indonesia-China di bidang ekonomi, industri, perdagangan, sosial-budaya, pendidikan, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu'ti yang hadir secara virtual, menyampaikan apresiasi kepada President University atas inisiatif pembentukan ICPI–PU sebagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi akademik antara Indonesia dengan China.
"Selamat atas peluncuran ICPI di President University yang merupakan inisiatif yang penting dan bermakna. Karena ICPI tidak hanya akan memperkuat kedua bangsa tapi juga akan membangun relasi-relasi yang sifatnya stategis dan memberi dampak global, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan," katanya, dalam keterangan resmi, Sabtu (17/1/2026).
Apresiasi serupa disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof Stella Christie. Menurutnya, pendirian ICPI merupakan bentuk kerja sama strategis yang diyakini bisa memberi manfaat nyata bagi kedua negara.
Dukungan juga datang dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat China Djauhari Oratmangun, dan Duta Besar Republik Rakyat China untuk Republik Indonesia Wang Lutong, dalam sambutannya.
Keduanya menekankan bahwa ICPI bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga kepercayaan bersama (mutual trust) antara Indonesia dan China yang telah berjalan lama.
Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Budi Susilo Soepandji, menyampaikan, Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University. Menurutnya, lembaga ini memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan China, yang tidak hanya relevan secara akademik, tapi juga strategis bagi hubungan antarbangsa di masa depan.
"Hadirnya ICPI sangat relevan dengan kondisi President University. Selama ini YPUP secara konsisten telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal. Hingga kini sudah ada ribuan mahasiswa dari Tiongkok telah menikmati beasiswa tersebut dan menjadi bagian dari keluarga besar alumni President University. Mereka tidak hanya belajar di Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan dan pemahaman lintas budaya antara kedua negara," kata Prof. Budi Susilo Soepandji.
Ke depan, Prof. Budi Susilo Soepandji berharap kerja sama antara President University dan Beijing Language and Culture University tidak berhenti pada pendirian Sinology Center semata. Tetapi dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan lintas disiplin, penelitian kolaboratif, pengembangan talenta industri, serta pertukaran dosen dan mahasiswa. Sehingga memperbesar jumlah mahasiswa China yang dapat belajar di President University.
Hal serupa juga disampaikan oleh Prof. Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center & Profesor Beijing Language and Culture University. Ia mendukung penuh lahirnya ICPI dan siap berkolaborasi dalam pembangunan dan pengembangan Pusat Sinologi Indonesia, berbagi sumber daya, berkolaborasi dalam penelitian, bersama-sama membina sarjana muda.
"Selain itu, kami juga siap bersama-sama menyelenggarakan kegiatan akademik, agar jembatan pemikiran ini semakin kokoh dan lancar," kata Prof. Xu Baofeng.
Sementara itu, Ketua ICPI – PU Prof. Chandra Setiawan, menyebut bahwa pendirian Indonesia China Partnership Institution merupakan sebuah lompatan besar dalam kerja sama akademik dan budaya Indonesia - China.
"Karena hari ini, kita tidak hanya meresmikan ICPI, tetapi juga akan menandatangai Framework of Agreement yang sangat strategis antara World Sinology Center of BLCU dan President University untuk mendirikan Indonesia Sinology Center, " kata Prof. Chandra Setiawan.
Adapun proses penandatanganan Framework of Agreement (MoA) dilakukan oleh Prof Chairy selaku Wakil Rektor III President University dengan Prof. Xu Baofeng selaku Direktur World Sinology Center, Beijing Language and Culture University, BLCU.
Prof Chandra Setiawan, menjelaskan, visi ICPI adalah menjadi lembaga kerja sama dan pusat studi China yang terpercaya dan berkualitas, dengan misi mengembangkan kerja sama, kajian, dan pengabdian masyarakat lintas disiplin untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi kedua bangsa.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ICPI–PU menjalankan tiga pusat unggulan: Sinology Center – yang berfokus pada kajian multidisiplin tentang China, menjadi jembatan pemahaman budaya, kebijakan dan peradaban, BRI Center – yang berfokus mengkaji, menganalisis, dan mengembangkan program-program kerja sama ekonomi, infrastruktur, dan kebijakan antara Indonesia dan China, dan ITD Center – yang berfokus pada pengembangan talenta dan menjadi penghubung strategis antara mahasiswa, akademisi, dan industri dari kedua negara, menciptakan peluang magang, riset terapan, dan pengembangan karier.
(nnz)
Lihat Juga :