Sekolah Rakyat Dinilai Mampu Perluas Akses Pendidikan Berkualitas

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:30 WIB
loading...
Sekolah Rakyat Dinilai...
Sekolah Rakyat menunjukkan peran aktif negara dalam mengurangi ketimpangan pendidikan. Foto/Dok/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di 34 provinsi pada Senin, 12 Januari 2026, sebagai bagian dari program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini dirancang sebagai sekolah berasrama, di mana seluruh biaya pendidikan, tempat tinggal, serta kebutuhan dasar siswa ditanggung sepenuhnya oleh negara.

Dalam peresmian di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Presiden menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berasrama gratis menjadi instrumen negara untuk memperluas akses pendidikan dasar yang merata dan inklusif.

Baca juga: Prabowo Minta TNI-Polri Dukung Pelaksanaan Sekolah Rakyat

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menilai kehadiran Sekolah Rakyat menunjukkan peran aktif negara dalam mengurangi ketimpangan pendidikan.

“Pendidikan adalah instrumen paling rasional untuk memutus kemiskinan antargenerasi. Sekolah Rakyat ditempatkan sebagai terobosan untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin memiliki akses pendidikan berkualitas,” ujar Prof. Achmad.

Ia menambahkan bahwa model berasrama juga membantu pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental tangguh siswa, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan yang selama ini sulit mengakses pendidikan bermutu.

Baca juga: Siswi Sekolah Rakyat Beri Surat ke Prabowo: Terima Kasih Kami Bisa Merasakan Sekolah

Hingga Januari 2026, program Sekolah Rakyat telah menampung sekitar 15.954 siswa dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Anggaran program pada 2025 mencapai Rp 7 triliun, digunakan untuk operasional, fasilitas, dan dukungan pendidikan. Pemerintah menyiapkan anggaran lebih besar pada 2026 untuk memperluas program ini.

Prof. Achmad menekankan, keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas pelaksanaan, termasuk kualitas tenaga pendidik, relevansi kurikulum, tata kelola yang transparan, serta koordinasi lintas sektor.

“Pendidikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak bisa dilepaskan dari isu kesehatan, gizi, dan lingkungan sosial. Pendekatan terintegrasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 500 Sekolah Rakyat pada 2029, sebuah langkah strategis yang memerlukan konsistensi kebijakan dan dukungan anggaran berkelanjutan.

Menurut Prof. Achmad, jika dijalankan konsisten, program ini bukan hanya memberi akses pendidikan, tetapi juga menjadi investasi sosial jangka panjang untuk membentuk generasi tangguh yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi ketimpangan sosial.

“Sekolah Rakyat perlu dipandang sebagai terobosan dan investasi sosial jangka panjang yang hasilnya tidak bisa diharapkan secara instan,” ujarnya.

Sekolah Rakyat bukan sekadar sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang membangun karakter, mental, dan motivasi anak-anak dari keluarga miskin. Dengan dukungan penuh negara, program ini diharapkan menjadi fondasi generasi unggul yang percaya diri, kreatif, dan siap berkontribusi pada pembangunan bangsa.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMB Sekolah Swasta Gratis...
PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Rekrutmen PPPK Guru...
Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Link Pendaftarannya
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
Rekrutmen 3.053 Guru...
Rekrutmen 3.053 Guru PPPK Sekolah Rakyat Dibuka 8 Juni 2026, Lengkapi Persyaratan Ini
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
KJP Bulan Mei 2026 Sudah...
KJP Bulan Mei 2026 Sudah Cair Bertahap, Siswa SMA Dapat Rp420 Ribu
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Rekomendasi
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved