Profil Pendidikan Thomas Djiwandono yang Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI
Rabu, 21 Januari 2026 - 15:21 WIB
loading...
Wamenkeu Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto. Berikut riwayat pendidikannya.
Nama Thomas diusulkan bersama Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.
Baca juga: Selain Thomas Djiwandono, Ini 2 Nama Calon Deputi Gubernur BI Usulan Prabowo
Ketiga kandidat tersebut selanjutnya akan mengikuti fit and proper test di Komisi XI DPR RI untuk menentukan siapa yang paling layak menduduki posisi strategis di bank sentral.
Thomas Djiwandono dinilai membawa perspektif kuat dari sisi kebijakan fiskal, seiring pengalamannya menjabat sebagai Wamenkeu sejak pertengahan 2024.
Baca juga: Soal Thomas Djiwandono ke BI, Purbaya: Juda Agung 'Mungkin' ke Posisi Saya
Melansir laman Gerindra, Pria yang akrab disapa Tommy ini lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Pendidikan dasarnya ditempuh di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Riwayat pendidikan tinggi Thomas Djiwandono ditempuh di Amerika Serikat. Ia meraih gelar sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania.
Baca juga: Mengulik Alasan Kenapa Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC, dengan konsentrasi International Relations dan International Economics.
Bekal akademik tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier profesionalnya. Thomas memulai karier sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, lalu berlanjut di Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia juga sempat berkarier di sektor keuangan sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, kariernya berkembang di dunia korporasi setelah bergabung dengan Arsari Group, perusahaan agrobisnis milik keluarga, dengan menjabat sebagai Deputy CEO. Pengalaman ini memperkuat pemahamannya terhadap manajemen bisnis dan keuangan.
Ia menjabat sebagai Wamenkeu sejak era Presiden Joko Widodo pada 2024 lalu. Kemudian ia terpilih kembali menjadi Wamenkeu pada Kabinet Merah Putih di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di bidang politik, Thomas Djiwandono aktif di Partai Gerindra dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat. Saat ini, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, dengan peran strategis dalam pengelolaan keuangan partai.
Nama Thomas diusulkan bersama Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono.
Baca juga: Selain Thomas Djiwandono, Ini 2 Nama Calon Deputi Gubernur BI Usulan Prabowo
Ketiga kandidat tersebut selanjutnya akan mengikuti fit and proper test di Komisi XI DPR RI untuk menentukan siapa yang paling layak menduduki posisi strategis di bank sentral.
Thomas Djiwandono dinilai membawa perspektif kuat dari sisi kebijakan fiskal, seiring pengalamannya menjabat sebagai Wamenkeu sejak pertengahan 2024.
Baca juga: Soal Thomas Djiwandono ke BI, Purbaya: Juda Agung 'Mungkin' ke Posisi Saya
Riwayat Pendidikan Thomas Djiwandono
Melansir laman Gerindra, Pria yang akrab disapa Tommy ini lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Pendidikan dasarnya ditempuh di SMP Kanisius, Menteng, Jakarta, sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Riwayat pendidikan tinggi Thomas Djiwandono ditempuh di Amerika Serikat. Ia meraih gelar sarjana di bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania.
Baca juga: Mengulik Alasan Kenapa Thomas Djiwandono Masuk Bursa Deputi Gubernur BI
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC, dengan konsentrasi International Relations dan International Economics.
Bekal akademik tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier profesionalnya. Thomas memulai karier sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993, lalu berlanjut di Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia juga sempat berkarier di sektor keuangan sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, kariernya berkembang di dunia korporasi setelah bergabung dengan Arsari Group, perusahaan agrobisnis milik keluarga, dengan menjabat sebagai Deputy CEO. Pengalaman ini memperkuat pemahamannya terhadap manajemen bisnis dan keuangan.
Ia menjabat sebagai Wamenkeu sejak era Presiden Joko Widodo pada 2024 lalu. Kemudian ia terpilih kembali menjadi Wamenkeu pada Kabinet Merah Putih di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di bidang politik, Thomas Djiwandono aktif di Partai Gerindra dan pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat. Saat ini, ia menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, dengan peran strategis dalam pengelolaan keuangan partai.
(nnz)
Lihat Juga :