Mengenang Jasa KH Abdul Wahab Turcham: Tanamkan Pendidikan Karakter, Lahirkan Anak Didik Sukses
Senin, 26 Januari 2026 - 07:41 WIB
loading...
Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah mengadakan haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham di Islamic Center, Surabaya, Minggu (25/1/2026). Foto/Masdarul Khoiri.
A
A
A
SURABAYA - Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah mengadakan haul ke-31 KH Abdul Wahab Turcham di Islamic Center , Surabaya, Minggu (25/1/2026). Jasa Abdul Wahab Turcham bagi lembaga pendidikan Khadijah sangatlah besar.
Hal ini karena cikal bakal yayasan yang menaungi banyak sekolah mulai TK hingga SMA di beberapa lokasi di Surabaya itu, berkat Abdul Wahab Turcham.
Dengan menanamkan pendidikan karakter, para alumni banyak menjadi orang sukses di profesinya masing-masing.
Baca juga: Jadi Adjunct Professor ke-48 di FK Unair, Prof. Yeong Yeh Lee Ungkap Bahaya Mikro Plastik
Saat haul ke-31, Prof drg Elly Munadziroh hadir di Islamic Center Surabaya. Dia menjadi salah satu alumni yang sukses sebagai guru besar dan dosen di Universitas Airlangga (Unair)
"Beliau (Abdul Wahab Turcham,red) bukan sekadar pendidik, beliau panutan. Saat pelajaran, beliau pasti akan keliling kelas, kalau ada kelas kosong tidak ada gurunya, beliau pasti masuk mengajar. Tapi ngajarnya tidak biasa, dengan praktik bukan teori," jelasnya.
Prof Elly sudah 50 tahun jadi alumni Sekolah Khadijah. Dia memberikan apresiasi karena sekarang sekolah di bawah Yayasan Khadijah sudah tidak bingung mencari murid. Semua harus inden untuk bisa masuk ke lembaga pendidikan Khadijah. "Sudah maju, saya senang mendengarnya. Semua siswa Khadijah bisa untuk menjadi orang sukses," ungkapnya.
Baca juga: 2026, Pemerintah Bangun 104 Gedung Permanen Sekolah Rakyat
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummar, Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim kagum dengan konsep pesantren kota yang diterapkan Abdul Wahab Turcham.
"Di kota ada pesantren. Luar biasa itu. Di mana pesantren itu menjadi tempat untuk para generasi untuk menjaga paham Ahlussunnah Wal Jamaah serta menjaga negara kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.
Ketua Yayasan Khadijah, Abdullah Sani menambahkan yayasan perlu untuk memperingati haul Kiai Abdul Wahab Turcham karena jasa-jasa yang santai besar terhadap sekolah Khadijah.
"Tidak hanya pada Sekolah Khadijah tapi juga pada pendidikan NU. Beliau itu selalu ditugasi Kiai Hasyim Ashari ketika ada santri Kiai Hasyim yang tidak betah di pondok. Dengan pendekatan khusus, Kiai Wahab Turcham bisa membuat santri merasa betah di pondok," jelasnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tidak pernah ketinggalan untuk hadir di setiap haul Abdul Wahab Turcham. Khofifah di setiap haul selalu mengajak untuk mengenang jasa-jasa Kiai Abdul Wahab Turcham yang sudah menganggarkan kaum perempuan untuk bisa mendapatkan pendidikan seperti halnya laki-laki.
"Berkat beliau perempuan bisa sekolah. Karena dulu cikal bakal Sekolah Khadijah ini sekolah khusus untuk perempuan," tutur Khofifah yang juga alumni Sekolah Khadijah ini.
Hal ini karena cikal bakal yayasan yang menaungi banyak sekolah mulai TK hingga SMA di beberapa lokasi di Surabaya itu, berkat Abdul Wahab Turcham.
Dengan menanamkan pendidikan karakter, para alumni banyak menjadi orang sukses di profesinya masing-masing.
Baca juga: Jadi Adjunct Professor ke-48 di FK Unair, Prof. Yeong Yeh Lee Ungkap Bahaya Mikro Plastik
Saat haul ke-31, Prof drg Elly Munadziroh hadir di Islamic Center Surabaya. Dia menjadi salah satu alumni yang sukses sebagai guru besar dan dosen di Universitas Airlangga (Unair)
"Beliau (Abdul Wahab Turcham,red) bukan sekadar pendidik, beliau panutan. Saat pelajaran, beliau pasti akan keliling kelas, kalau ada kelas kosong tidak ada gurunya, beliau pasti masuk mengajar. Tapi ngajarnya tidak biasa, dengan praktik bukan teori," jelasnya.
Prof Elly sudah 50 tahun jadi alumni Sekolah Khadijah. Dia memberikan apresiasi karena sekarang sekolah di bawah Yayasan Khadijah sudah tidak bingung mencari murid. Semua harus inden untuk bisa masuk ke lembaga pendidikan Khadijah. "Sudah maju, saya senang mendengarnya. Semua siswa Khadijah bisa untuk menjadi orang sukses," ungkapnya.
Baca juga: 2026, Pemerintah Bangun 104 Gedung Permanen Sekolah Rakyat
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummar, Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim kagum dengan konsep pesantren kota yang diterapkan Abdul Wahab Turcham.
"Di kota ada pesantren. Luar biasa itu. Di mana pesantren itu menjadi tempat untuk para generasi untuk menjaga paham Ahlussunnah Wal Jamaah serta menjaga negara kesatuan Republik Indonesia," tuturnya.
Ketua Yayasan Khadijah, Abdullah Sani menambahkan yayasan perlu untuk memperingati haul Kiai Abdul Wahab Turcham karena jasa-jasa yang santai besar terhadap sekolah Khadijah.
"Tidak hanya pada Sekolah Khadijah tapi juga pada pendidikan NU. Beliau itu selalu ditugasi Kiai Hasyim Ashari ketika ada santri Kiai Hasyim yang tidak betah di pondok. Dengan pendekatan khusus, Kiai Wahab Turcham bisa membuat santri merasa betah di pondok," jelasnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tidak pernah ketinggalan untuk hadir di setiap haul Abdul Wahab Turcham. Khofifah di setiap haul selalu mengajak untuk mengenang jasa-jasa Kiai Abdul Wahab Turcham yang sudah menganggarkan kaum perempuan untuk bisa mendapatkan pendidikan seperti halnya laki-laki.
"Berkat beliau perempuan bisa sekolah. Karena dulu cikal bakal Sekolah Khadijah ini sekolah khusus untuk perempuan," tutur Khofifah yang juga alumni Sekolah Khadijah ini.
(nnz)
Lihat Juga :