Hasil TKA 2025 Ungkap Karakter Sosial dan Literasi Murid SMA/SMK Indonesia Kian Kuat

Rabu, 04 Februari 2026 - 09:23 WIB
loading...
Hasil TKA 2025 Ungkap...
Hasil TKA menunjukkan karakter sosial murid Indonesia telah berkembang dengan baik. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Pusmendik Kemendikdasmen menjabarkan mengenai capaian kompetensi murid SMA sederajat dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Hasil TKA menunjukkan karakter sosial murid Indonesia telah berkembang dengan baik yang tercermin dari capaian mata pelajaran berbasis literasi dan nilai sosial.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan bahwa berdasarkan data nasional yang dihimpun dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia serta mata pelajaran pilihan seperti PPKn, Antropologi, dan Geografi.

Baca juga: Antusias Tinggi, Jumlah Peserta TKA 2026 Sudah Mencapai 8,5 Juta Peserta

“Murid mampu memahami penggunaan kosakata, termasuk kata serapan dari bahasa daerah maupun asing, mengidentifikasi latar, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi maupun nonfiksi, serta menyusun kerangka atau bagan berdasarkan struktur teks,” jelas Rahmawati, dikutip Rabu (4/2/2026).

Rahmawati menjelaskan, murid juga cukup mampu menjelaskan hubungan makna antar kalimat atau paragraf dalam teks, serta memprediksi lanjutan atau akhir cerita berdasarkan bagian tertentu. Secara nasional, capaian kompetensi menunjukkan pemahaman tekstual berada pada angka 49,21 persen, pemahaman inferensial sebesar 43,21 persen, serta evaluasi dan apresiasi sebesar 45,32 persen.

Baca juga: Jadwal TKA SD dan SMP 2026 Berubah, Cek Tahapan Pendaftarannya

“Untuk mata pelajaran pilihan seperti PPKn, yang diikuti oleh 1.087.283 peserta dari 30.745 sekolah, nilai rata-rata nasional tercatat sebesar 60,91. Sebanyak 10 persen murid berada pada kategori nilai istimewa, 15 persen kategori baik, 30,9 persen kategori memadai, dan 44,1 persen kategori kurang,” ujarnya.

Capaian serupa juga terlihat pada mata pelajaran Antropologi yang diikuti oleh 24.949 peserta dari 4.175 sekolah, dengan nilai rata-rata nasional sebesar 60,91 dan distribusi kategori nilai yang sebanding.

Sementara itu, pada kelompok mata pelajaran pilihan, nilai rata-rata tertinggi secara nasional tercatat pada mata pelajaran Antropologi sebesar 70,43 dan Geografi sebesar 70,36. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian tertinggi untuk kedua mata pelajaran tersebut, dengan nilai rata-rata Antropologi sebesar 77,96 dan Geografi sebesar 77,25.

“Capaian ini menunjukkan kekuatan murid Indonesia pada aspek karakter sosial dan literasi,” jelas dia.

Adapun di sisi lain, hasil TKA pada mata pelajaran Matematika yang diikuti oleh 3.464.569 peserta dari 43.461 sekolah menunjukkan bahwa murid relatif lebih memahami materi bilangan.

Murid mampu menentukan gabungan atau irisan dari beberapa himpunan bilangan, menyederhanakan bentuk bilangan berpangkat bulat maupun pecahan, serta menerapkan sifat operasi hitung bilangan asli dalam konteks permasalahan matematika yang lebih kompleks.

Capaian kompetensi menunjukkan persentase pada materi bilangan sebesar 30,9 persen, aljabar 28,40 persen, serta geometri dan pengukuran sebesar 30,41 persen.

Namun ia menjelaskan, murid masih memerlukan penguatan pada materi data dan peluang. Hal ini terlihat dari capaian pada kompetensi menginterpretasi penyajian data dalam bentuk diagram garis serta penerapan konsep peluang kejadian majemuk dalam permasalahan kontekstual sehari-hari, yang secara nasional berada pada angka 25,12 persen.

Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang diikuti oleh 3.462.201 peserta dari 43.461 sekolah, murid menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada aspek pemahaman tekstual. Murid mampu memahami informasi eksplisit, mengelompokkan, menyusun ulang, serta menyajikan kembali informasi dari teks. Capaian pemahaman tekstual tercatat sebesar 32,77 persen dan pemahaman inferensial sebesar 28,53 persen.

Adapun tantangan masih terlihat pada aspek evaluasi dan apresiasi, seperti kemampuan membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis, serta mempertimbangkan dampak penggunaan bahasa terhadap perasaan dan imajinasi pembaca.

Secara nasional, capaian evaluasi dan apresiasi Bahasa Inggris berada pada angka 17,43 persen. Rahmawati menegaskan bahwa hasil TKA ini memberikan gambaran utuh mengenai kekuatan dan area penguatan pembelajaran murid Indonesia.

“Karakter sosial dan literasi murid telah berkembang dengan baik, sementara penguatan pembelajaran STEM khususnya numerasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah menjadi langkah lanjutan untuk melengkapi capaian tersebut secara seimbang dan berkelanjutan,” jelasnya. .

Sebagai Informasi selain capaian kompetensi, hasil TKA juga memberikan gambaran capaian nilai murid secara nasional. Untuk kategori mata pelajaran wajib jenjang SMA/SMK sederajat, Bahasa Indonesia mencatat nilai rata-rata nasional sebesar 55,38. Sementara itu, nilai rata-rata Matematika tercatat sebesar 36,10. Adapun Bahasa Inggris memiliki nilai rata-rata nasional sebesar 24,93.

Untuk mendukung keterbukaan informasi mengenai hasil tes, masyarakat bisa dengan mudah mengakses hasil nilai dan capaian kompetensi murid SMA/SMK dan sederajat dapat diakses melalui : https://tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka/.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Begini Mekanisme Penyampaian...
Begini Mekanisme Penyampaian Sertifikat Hasil TKA 2026, Cek Alur Resminya
TKA SMA 2026 Dimajukan...
TKA SMA 2026 Dimajukan untuk SNBP 2027, Ini Jadwal Resminya
TKA SMA 2026 Dimulai...
TKA SMA 2026 Dimulai Oktober, Sistem Baru Berlaku: Satu Hari Satu Mapel
Daftar Hasil Nilai TKA...
Daftar Hasil Nilai TKA Jenjang SD 2026 Seluruh Provinsi, Cek Kotamu!
Sambut Prabowo, Macron...
Sambut Prabowo, Macron Gunakan Bahasa Indonesia
Uji Materiil UU Bahasa,...
Uji Materiil UU Bahasa, Ahli Hukum: Perjanjian yang Dibuat Hanya Dalam Bahasa Asing Tidak Sah
Tes Kemampuan Akademik...
Tes Kemampuan Akademik dalam Perspektif Filsafat Ilmu
Rekomendasi
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
Hasil Drawing Piala...
Hasil Drawing Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Bentrok dengan Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved