Kisah Aji, Driver Ojol yang Sukses Lulus Cumlaude Sarjana Hukum UGM
Rabu, 04 Februari 2026 - 10:04 WIB
loading...
Mahasiswa FH UGM, Wahyu Aji Ramadan berhasil lulus dengan status cumlaude dengan IPK 3.55. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa FH UGM , Wahyu Aji Ramadan berhasil lulus dengan status cumlaude dengan IPK 3.55. Prestasi ini ia raih di tengah tuntutan menjadi driver ojol makanan demi membiayai kuliahnya.
Di tengah kesibukan kuliah, Aji memilih bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) pengantar makanan demi mencukupi kebutuhan hidup dan biaya perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM).
Baca juga: Bukan Kaleng-Kaleng, Suami Aurelie Moeremans Lulus Summa Cum Laude dari Kampus AS
Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan ekonomi keluarga. Aji berasal dari keluarga tidak mampu dan tidak memperoleh beasiswa selama masa studi, sehingga harus berupaya mandiri untuk bertahan menjalani perkuliahan.
“Waktu itu nggak dapat beasiswa sama sekali, pengen punya penghasilan sendiri dan setidaknya bisa meringankan beban orang tua,” ujar Aji, dikutip dari laman UGM, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Unik, Kisah Mahasiswa Undip Bernama Z yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
Selain bekerja sebagai pengemudi ojol, Aji juga sempat menekuni pekerjaan paruh waktu di Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum UGM. Di lingkungan kampus, ia membantu pengelolaan jurnal ilmiah, administrasi kenaikan pangkat dosen, penyusunan bahan ajar, hingga berbagai tugas teknis dan administrasi lainnya.
Kawasan Kaliurang, Pogung, dan Kotabaru menjadi wilayah yang sehari-hari dilalui Aji saat mengantarkan pesanan makanan. Wilayah tersebut menjadi saksi perjuangannya dalam memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah.
Baca juga: Keren, Anak Perempuan Limbad Raih Gelar S2 dengan Predikat Cum Laude
Aji berupaya mengatur waktu agar kegiatan akademik dan pekerjaan tetap berjalan seimbang. Saat jadwal kuliah berlangsung siang hari, pagi dimanfaatkan untuk mencari pesanan. Sebaliknya, ketika kuliah pagi, waktu siang hingga sore digunakan untuk bekerja sebagai driver ojol.
Dari pekerjaannya sebagai pengemudi pengantar makanan online yang menghubungkan pelanggan dengan restoran atau UMKM, Aji memperoleh komisi mulai dari Rp 6.400 hingga Rp 7.200, bahkan bisa mencapai belasan ribu rupiah tergantung jarak pesanan. Namun, proses mendapatkan orderan dan komisi tersebut tidak selalu berjalan mudah.
“Jujur kenyataannya harus diakui nggak mudah dijalani. Sempat bersitegang dengan pemilik resto dan diancam sekitar jam dua pagi saat bulan puasa karena hendak ambil orderan tapi resto ternyata tutup. Lalu, orderan customer juga pernah jatuh di jalan dan akhirnya ganti rugi. Rela berangkat hujan-hujanan demi dapat bonus, bahkan panas-panasan nyari orderan tapi ban bocor di jalan,” kenangnya.
Di balik kesibukannya bekerja, Aji tetap menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Ia tercatat menjuarai berbagai kompetisi ilmiah di tingkat nasional, universitas, hingga fakultas. Beberapa prestasi yang diraih antara lain Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023, Juara 1 Kompetisi Artikel Ilmiah Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022, serta Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022.
Di tingkat universitas, Aji juga menorehkan prestasi dalam kompetisi riset, lomba video digital, hingga olahraga tenis lapangan.
Memasuki semester akhir, Aji terlibat dalam sejumlah proyek penelitian bersama dosen Fakultas Hukum UGM dan lembaga riset hukum. Ia menjadi asisten peneliti dalam kajian perubahan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji serta terlibat dalam pengelolaan basis data dan pelacakan kasus hukuman mati di Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).
Di lingkungan kampus, Aji dikenal aktif berorganisasi, di antaranya melalui Forum Penelitian dan Penulisan Hukum (FPPH), ALSA UGM, Business Law Community (BLC), dan Speech and Law Debate Society. Ia juga pernah menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Lapangan.
Tak hanya itu, Aji mulai merintis karier profesional sejak mahasiswa dengan melamar magang di berbagai institusi hukum, seperti DPD RI Yogyakarta, Kejaksaan Negeri, kantor hukum, kantor notaris, lembaga bantuan hukum, hingga ICJR. Ia juga sempat bekerja sebagai content writer di platform media sosial yang membahas isu-isu hukum.
Di tengah berbagai tekanan hidup, Aji memilih untuk tidak menyerah dan terus melangkah maju.
“Capek pasti ada karena masalah ada-ada saja membentur dari berbagai arah. Bukan pengen nyerah tapi lebih memilih ke meluangkan waktu buat istirahat sejenak menata ulang apa yang seharusnya dibenahi, dilakukan, dituntaskan, dan dicapai dengan terarah,” tambahnya.
Kini, seluruh perjuangan tersebut berbuah manis. Aji berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude dan IPK 3,55. Menurutnya, kelulusan ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada orang tua sekaligus mimpi yang harus dituntaskan.
“Selama kuliah, tentu momen wisuda yang dinanti dan cita-cita yang harus digapai,” ujarnya.
Di tengah kesibukan kuliah, Aji memilih bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) pengantar makanan demi mencukupi kebutuhan hidup dan biaya perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM).
Baca juga: Bukan Kaleng-Kaleng, Suami Aurelie Moeremans Lulus Summa Cum Laude dari Kampus AS
Keputusan tersebut diambil karena keterbatasan ekonomi keluarga. Aji berasal dari keluarga tidak mampu dan tidak memperoleh beasiswa selama masa studi, sehingga harus berupaya mandiri untuk bertahan menjalani perkuliahan.
“Waktu itu nggak dapat beasiswa sama sekali, pengen punya penghasilan sendiri dan setidaknya bisa meringankan beban orang tua,” ujar Aji, dikutip dari laman UGM, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Unik, Kisah Mahasiswa Undip Bernama Z yang Lulus dengan Predikat Cum Laude
Alasan Aji Menjadi Driver Ojol Makanan
Selain bekerja sebagai pengemudi ojol, Aji juga sempat menekuni pekerjaan paruh waktu di Departemen Hukum Perdata Fakultas Hukum UGM. Di lingkungan kampus, ia membantu pengelolaan jurnal ilmiah, administrasi kenaikan pangkat dosen, penyusunan bahan ajar, hingga berbagai tugas teknis dan administrasi lainnya.
Kawasan Kaliurang, Pogung, dan Kotabaru menjadi wilayah yang sehari-hari dilalui Aji saat mengantarkan pesanan makanan. Wilayah tersebut menjadi saksi perjuangannya dalam memenuhi kebutuhan hidup selama kuliah.
Baca juga: Keren, Anak Perempuan Limbad Raih Gelar S2 dengan Predikat Cum Laude
Cara Aji Membagi Waktu Kuliah dan Ojol
Aji berupaya mengatur waktu agar kegiatan akademik dan pekerjaan tetap berjalan seimbang. Saat jadwal kuliah berlangsung siang hari, pagi dimanfaatkan untuk mencari pesanan. Sebaliknya, ketika kuliah pagi, waktu siang hingga sore digunakan untuk bekerja sebagai driver ojol.
Dari pekerjaannya sebagai pengemudi pengantar makanan online yang menghubungkan pelanggan dengan restoran atau UMKM, Aji memperoleh komisi mulai dari Rp 6.400 hingga Rp 7.200, bahkan bisa mencapai belasan ribu rupiah tergantung jarak pesanan. Namun, proses mendapatkan orderan dan komisi tersebut tidak selalu berjalan mudah.
“Jujur kenyataannya harus diakui nggak mudah dijalani. Sempat bersitegang dengan pemilik resto dan diancam sekitar jam dua pagi saat bulan puasa karena hendak ambil orderan tapi resto ternyata tutup. Lalu, orderan customer juga pernah jatuh di jalan dan akhirnya ganti rugi. Rela berangkat hujan-hujanan demi dapat bonus, bahkan panas-panasan nyari orderan tapi ban bocor di jalan,” kenangnya.
Deretan Prestasi Akademik dan Kompetisi Nasional
Di balik kesibukannya bekerja, Aji tetap menunjukkan prestasi akademik yang membanggakan. Ia tercatat menjuarai berbagai kompetisi ilmiah di tingkat nasional, universitas, hingga fakultas. Beberapa prestasi yang diraih antara lain Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023, Juara 1 Kompetisi Artikel Ilmiah Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022, serta Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022.
Di tingkat universitas, Aji juga menorehkan prestasi dalam kompetisi riset, lomba video digital, hingga olahraga tenis lapangan.
Aktif Riset, Organisasi, dan Magang Hukum
Memasuki semester akhir, Aji terlibat dalam sejumlah proyek penelitian bersama dosen Fakultas Hukum UGM dan lembaga riset hukum. Ia menjadi asisten peneliti dalam kajian perubahan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji serta terlibat dalam pengelolaan basis data dan pelacakan kasus hukuman mati di Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).
Di lingkungan kampus, Aji dikenal aktif berorganisasi, di antaranya melalui Forum Penelitian dan Penulisan Hukum (FPPH), ALSA UGM, Business Law Community (BLC), dan Speech and Law Debate Society. Ia juga pernah menjadi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Lapangan.
Tak hanya itu, Aji mulai merintis karier profesional sejak mahasiswa dengan melamar magang di berbagai institusi hukum, seperti DPD RI Yogyakarta, Kejaksaan Negeri, kantor hukum, kantor notaris, lembaga bantuan hukum, hingga ICJR. Ia juga sempat bekerja sebagai content writer di platform media sosial yang membahas isu-isu hukum.
Lulus Cumlaude, Bukti Tanggung Jawab dan Perjuangan
Di tengah berbagai tekanan hidup, Aji memilih untuk tidak menyerah dan terus melangkah maju.
“Capek pasti ada karena masalah ada-ada saja membentur dari berbagai arah. Bukan pengen nyerah tapi lebih memilih ke meluangkan waktu buat istirahat sejenak menata ulang apa yang seharusnya dibenahi, dilakukan, dituntaskan, dan dicapai dengan terarah,” tambahnya.
Kini, seluruh perjuangan tersebut berbuah manis. Aji berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada dengan predikat cumlaude dan IPK 3,55. Menurutnya, kelulusan ini merupakan bentuk tanggung jawab kepada orang tua sekaligus mimpi yang harus dituntaskan.
“Selama kuliah, tentu momen wisuda yang dinanti dan cita-cita yang harus digapai,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :