Mendikdasmen Ingatkan AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru

Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:39 WIB
loading...
Mendikdasmen Ingatkan...
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan AI bukan pengganti peran manusia dalam pendidikan. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa artificial intelligence (AI) harus diposisikan sebagai alat pendukung pembelajaran. Kecerdasan buatan itu, kata dia, bukan pengganti peran manusia dalam pendidikan.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dalam seminar internasional dengan tema Navigating the Future: English language Education with AI and the evolving Role of Educators yang digelar di UHAMKA Jakarta.

Baca juga: Guru Madrasah Swasta dan Jalan Keadilan Pendidikan Keagamaan

“AI merupakan produk machine learning, algoritma, dan teknologi. Ia hanyalah alat. Pendidikan tetap tentang membangun karakter manusia yang tidak bisa digantikan oleh teknologi, manusia yang mampu mengendalikan teknologi, serta menggunakan teknologi untuk kemaslahatan sesama dan kesejahteraan bumi kita,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (6/2/2026).

Mendikdasmen juga mengungkapkan urgensi penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak pendidikan dasar. Mulai tahun 2027, Bahasa Inggris direncanakan menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD. Kebijakan ini diambil untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi di tingkat global sejak dini.

Baca juga: Kesejahteraan Guru Bukan Beban Anggaran, Melainkan Investasi Ekonomi

Ia menambahkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris perlu diarahkan pada pendekatan deep learning yang mendorong pemahaman, bukan sekadar hafalan. Pengalaman belajar harus dirancang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna agar peserta didik mampu menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata.

Seminar internasional ini menghadirkan pakar pendidikan bahasa seperti dari Inggris dan Taiwan, yang membahas perubahan lanskap pembelajaran Bahasa Inggris akibat hadirnya teknologi generatif. Diskusi menyoroti pentingnya literasi kritis, etika, dan peran guru sebagai pengarah pembelajaran di tengah melimpahnya konten yang dihasilkan oleh AI.

Berbagai pandangan dari pembicara internasional dalam seminar ini memperkuat kesimpulan bahwa AI tidak mengurangi pentingnya pendidikan bahasa.

Guru Besar Bahasa Inggris UHAMKA, Herri Mulyono, melalui kajiannya menjelaskan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran Bahasa Inggris tidak boleh menggeser peran guru dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator berpikir kritis, refleksi etis, dan kesadaran budaya. Ia juga mengingatkan risiko ketergantungan berlebihan pada AI serta pentingnya penguatan identitas profesional guru.

Sementara itu, pendiri ClarityEnglish (Inggris), Andrew Stokes, dalam paparan berbasis riset dan praktik kelas, menekankan bahwa AI sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas mikro pembelajaran, seperti asesmen, materi personal, dan pengayaan kosakata.

Namun, ia menegaskan bahwa relasi manusia, pengelolaan kelas, dan pembentukan karakter tetap menjadi wilayah yang tidak dapat digantikan teknologi.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Hasil Seleksi Administrasi...
Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu 2026 Diumumkan, Cek Akun SIMPKB!
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Serahkan...
Kemendikdasmen Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Peletakan Batu Pertama...
Peletakan Batu Pertama Kampus Baru SPH Pluit, Ditarget Selesai Desember 2027
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rekomendasi
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Haji Bolot Sempat Tolak...
Haji Bolot Sempat Tolak Pakai Kursi Roda Meski Alami Sesak Napas Hebat
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Berita Terkini
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Kisah Ristiana Artanti,...
Kisah Ristiana Artanti, Anak Buruh Proyek yang Berhasil Kuliah Gratis di UGM
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Buka 5 Prodi Baru, Siapkan Lulusan Siap Kerja
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved