Terpilih Jadi Sekolah Garuda, SMA Cahaya Rancamaya Siapkan Siswa ke Kampus Top Dunia
Kamis, 12 Februari 2026 - 12:19 WIB
loading...
SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) ditetapkan sebagai bagian dari Program Sekolah Garuda Transformasi. Foto/Istimewa.
A
A
A
BOGOR - SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS) ditetapkan sebagai bagian dari Program Sekolah Garuda Transformasi. Penetapan ini memperkuat posisi SMA Cahaya Rancamaya sebagai sekolah unggulan yang menyiapkan siswa menembus perguruan tinggi terbaik di dalam dan luar negeri.
Kepala SMA Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto, mengatakan Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dengan kuota nasional sekitar 1.000 calon mahasiswa.
Program ini memperkaya kurikulum melalui penguatan IELTS, SAT, serta proyek kolaboratif, termasuk pendampingan portofolio dan penulisan esai hingga siswa memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan.
Baca juga: PPDB Sekolah Garuda 2026 Dibuka Februari, Cek Syarat, Dokumen, dan Jadwal Lengkapnya
“Tujuannya melahirkan siswa yang mampu bersaing secara global dan lolos ke universitas terbaik dunia,” ujar Sandra di Bogor, Rabu (11/2/2026).
Sandra menjelaskan, pembinaan dilakukan melalui dua skema, yakni jalur langsung bagi siswa yang telah memenuhi syarat dan jalur intensif bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan akademik. Program ini bersifat pengayaan dan dilaksanakan di luar pembelajaran reguler tanpa mengubah kurikulum sekolah.
Sejauh ini, lulusan SMA Cahaya Rancamaya telah diterima di berbagai universitas bergengsi dunia, antara lain Cornell University, National University of Singapore (NUS), University of Sydney, Monash University, hingga KU Leuven. Di dalam negeri, alumninya juga banyak diterima di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, ITS, dan sejumlah kampus ternama lainnya.
Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi, menambahkan penetapan sebagai Sekolah Garuda Transformasi dilakukan melalui proses seleksi dan verifikasi ketat. Penilaian mencakup rekam jejak prestasi lima tahun terakhir, jumlah LoA siswa di universitas terbaik dunia, sistem boarding school, program unggulan STEM, kualifikasi guru, profil lulusan, kerja sama institusi, hingga kurikulum yang diterapkan.
Selain seleksi administratif, sekolah juga menjalani proses visitasi oleh panitia sebelum akhirnya ditetapkan.
Menurut Ari, terpilih sebagai Sekolah Garuda Transformasi merupakan sebuah berkah sekaligus tantangan. “Output yang diharapkan adalah siswa bisa menembus kampus top dunia seperti MIT, Harvard, Stanford, dan lainnya,” katanya.
CRIBS tahun ini menerima 120 siswa, meningkat dari sebelumnya 58 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen dialokasikan untuk beasiswa bagi siswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik luar biasa. Proses seleksi beasiswa dilakukan melalui talent scouting bekerja sama dengan dinas pendidikan.
Ke depan, CRIBS akan mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEAM, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama.
Ari menjelaskan, konsep pembelajaran yang diusung adalah sekolah Islam modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. “Kami ingin mendekatkan agama dan ilmu pengetahuan agar siswa menguasai STEM tanpa meninggalkan karakter dan nilai religius,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 70 persen siswa memilih jalur STEM, sementara 20 persen memilih bidang sosial humaniora.
Ia menyebutkan, akselerasi sebagai Sekolah Garuda Transformasi akan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, penguatan kurikulum berstandar global melalui integrasi Kurikulum Nasional, kurikulum internasional Cambridge, dan STEAM Education.
Kedua, pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk mendukung pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
Ketiga, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai religius dan kebangsaan melalui program kepemimpinan, pengabdian sosial, serta pembinaan mental dalam lingkungan asrama.
“Kami ingin agar anak didik tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki empati sosial yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Cahaya Rancamaya, Irwansyah, mengatakan persiapan siswa menuju perguruan tinggi terbaik dunia sudah dimulai sejak jenjang SMP melalui pengenalan perencanaan karier sejak kelas VII.
Kepala SMA Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto, mengatakan Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dengan kuota nasional sekitar 1.000 calon mahasiswa.
Program ini memperkaya kurikulum melalui penguatan IELTS, SAT, serta proyek kolaboratif, termasuk pendampingan portofolio dan penulisan esai hingga siswa memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi tujuan.
Baca juga: PPDB Sekolah Garuda 2026 Dibuka Februari, Cek Syarat, Dokumen, dan Jadwal Lengkapnya
“Tujuannya melahirkan siswa yang mampu bersaing secara global dan lolos ke universitas terbaik dunia,” ujar Sandra di Bogor, Rabu (11/2/2026).
Sandra menjelaskan, pembinaan dilakukan melalui dua skema, yakni jalur langsung bagi siswa yang telah memenuhi syarat dan jalur intensif bagi siswa yang masih membutuhkan penguatan akademik. Program ini bersifat pengayaan dan dilaksanakan di luar pembelajaran reguler tanpa mengubah kurikulum sekolah.
Sejauh ini, lulusan SMA Cahaya Rancamaya telah diterima di berbagai universitas bergengsi dunia, antara lain Cornell University, National University of Singapore (NUS), University of Sydney, Monash University, hingga KU Leuven. Di dalam negeri, alumninya juga banyak diterima di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, ITS, dan sejumlah kampus ternama lainnya.
Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya, Ari Rosandi, menambahkan penetapan sebagai Sekolah Garuda Transformasi dilakukan melalui proses seleksi dan verifikasi ketat. Penilaian mencakup rekam jejak prestasi lima tahun terakhir, jumlah LoA siswa di universitas terbaik dunia, sistem boarding school, program unggulan STEM, kualifikasi guru, profil lulusan, kerja sama institusi, hingga kurikulum yang diterapkan.
Selain seleksi administratif, sekolah juga menjalani proses visitasi oleh panitia sebelum akhirnya ditetapkan.
Menurut Ari, terpilih sebagai Sekolah Garuda Transformasi merupakan sebuah berkah sekaligus tantangan. “Output yang diharapkan adalah siswa bisa menembus kampus top dunia seperti MIT, Harvard, Stanford, dan lainnya,” katanya.
CRIBS tahun ini menerima 120 siswa, meningkat dari sebelumnya 58 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen dialokasikan untuk beasiswa bagi siswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik luar biasa. Proses seleksi beasiswa dilakukan melalui talent scouting bekerja sama dengan dinas pendidikan.
Ke depan, CRIBS akan mengakselerasi penguatan kurikulum berbasis Cambridge dan STEAM, pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta penguatan pendidikan karakter dalam kultur berasrama.
Ari menjelaskan, konsep pembelajaran yang diusung adalah sekolah Islam modern yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. “Kami ingin mendekatkan agama dan ilmu pengetahuan agar siswa menguasai STEM tanpa meninggalkan karakter dan nilai religius,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 70 persen siswa memilih jalur STEM, sementara 20 persen memilih bidang sosial humaniora.
Ia menyebutkan, akselerasi sebagai Sekolah Garuda Transformasi akan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, penguatan kurikulum berstandar global melalui integrasi Kurikulum Nasional, kurikulum internasional Cambridge, dan STEAM Education.
Kedua, pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk mendukung pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
Ketiga, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai religius dan kebangsaan melalui program kepemimpinan, pengabdian sosial, serta pembinaan mental dalam lingkungan asrama.
“Kami ingin agar anak didik tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki empati sosial yang tinggi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMP Cahaya Rancamaya, Irwansyah, mengatakan persiapan siswa menuju perguruan tinggi terbaik dunia sudah dimulai sejak jenjang SMP melalui pengenalan perencanaan karier sejak kelas VII.
(nnz)
Lihat Juga :