Stakeholder Meeting 2026, Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:06 WIB
loading...
Stakeholder Meeting...
Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Stakeholder Meeting 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Politeknik STIA LAN Jakarta menyelenggarakan Stakeholder Meeting 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pendidikan tinggi vokasi dengan kebutuhan birokrasi, dunia kerja, serta masyarakat, guna mewujudkan lulusan yang berintegritas dan berdampak nyata bagi pelayanan publik.

Mengusung tema “Bergerak Serentak: Berintegritas dan Berdampak”, Stakeholder Meeting 2026 menjadi forum penting untuk menyelaraskan arah pengembangan pendidikan vokasi agar semakin relevan dengan dinamika administrasi negara dan tata kelola pemerintahan modern.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, asosiasi profesi, hingga mitra strategis, di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian PANRB, KPK, BRIN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, APINDO, Bappenas, Perpusnas RI, Badan Keahlian DPR RI, PT SEVIMA, PT Kita Pasti Kerja, perwakilan Pemkot/Pemkab Bogor, alumni ASN, serta undangan lainnya.

Baca juga: Penting, Begini Cara Cek Desil DTKS untuk Daftar KIP Kuliah 2026

Melalui forum ini, para pemangku kepentingan berdiskusi mengenai penguatan kurikulum berbasis kebutuhan birokrasi modern, peningkatan kompetensi praktis mahasiswa, serta pengembangan kerja sama strategis dalam bentuk program magang, penelitian terapan, dan penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur.

Stakeholder Meeting 2026 secara resmi dibuka oleh Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN, mewakili Kepala Lembaga Administrasi Negara Erna Irawati. Dalam sambutannya, Deputi menegaskan bahwa perubahan zaman menuntut perguruan tinggi vokasi untuk terus beradaptasi dan berinovasi.

Menurutnya, pendidikan tinggi terapan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang siap diterapkan di dunia kerja dan birokrasi. Dalam konteks tersebut, Stakeholder Meeting menjadi forum strategis bagi Politeknik STIA LAN Jakarta untuk menyampaikan arah pengembangan institusi sekaligus menyerap masukan konstruktif dari para mitra.

“Sinergi dan kolaborasi antara dunia pendidikan, dunia kerja, dan sektor pemerintahan merupakan kunci agar pendidikan tinggi terapan benar-benar berintegritas dan berdampak,” ujar Erna Irawati, melalui siaran pers, Kamis (12/2/2026).

Ia juga menyampaikan harapan agar para mitra dapat mendukung penyediaan tempat magang serta pelaksanaan proyek inovasi mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran terapan akan bermakna apabila mahasiswa dapat mengalami dan mempraktikkan langsung ilmu di lapangan.

Selain itu, Politeknik STIA LAN Jakarta membuka peluang tindak lanjut kerja sama formal dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat, guna menciptakan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Sementara itu, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin dalam sambutannya menegaskan komitmen institusi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan nyata dunia kerja serta birokrasi modern.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak dapat dicapai hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, melainkan harus diperkuat dengan praktik langsung, kolaborasi lintas sektor, serta pengalaman nyata di lapangan.

“Kami percaya bahwa dukungan dan partisipasi aktif para mitra merupakan kunci utama agar pembelajaran terapan benar-benar berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan birokrasi. Hanya dengan bersinergi, pendidikan tinggi vokasi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas aparatur dan tata kelola pemerintahan,” ujar Prof. Nurliah.

Pada kesempatan tersebut, turut ditampilkan narasumber dari Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyampaikan materi bertajuk “Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan”. Materi ini menekankan pentingnya pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui penguatan sistem pengawasan, pemanfaatan teknologi informasi, pendidikan anti korupsi, serta penegakan hukum yang konsisten.

KPK juga menegaskan komitmennya dalam memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan, termasuk Politeknik STIA LAN Jakarta, melalui pengembangan kurikulum pendidikan anti korupsi, pelatihan integritas, serta riset dan inovasi pencegahan korupsi.

Melalui penyelenggaraan Stakeholder Meeting 2026, Politeknik STIA LAN Jakarta berharap dapat terus membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan, guna menghasilkan lulusan vokasi yang relevan, kompetitif, serta berintegritas dalam mendukung pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politeknik STIA LAN...
Politeknik STIA LAN Jakarta Gelar ICoGPASS, Konferensi Internasional untuk Entaskan Kemiskinan
MNC University dan BPSDMI...
MNC University dan BPSDMI Kemenperin Teken MoU di PIDI 4.0, Perkuat SDM Industri Berbasis Digital dan Vokasi
Vokasi Jadi Fakultas...
Vokasi Jadi Fakultas Penerima Camaba Terbanyak di UI Jalur SNBP 2026
Mau Belajar Nuklir?...
Mau Belajar Nuklir? Kampus Punya BRIN Ini Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Prestasi 2026
Mendiktisaintek: Politeknik...
Mendiktisaintek: Politeknik Cetak Skilled Labor Siap Bersaing di Pasar Kerja Global
HMMI Perkuat Pendidikan...
HMMI Perkuat Pendidikan Vokasi di Indonesia lewat Hyundai Academy Course 2025
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Terima Kunjungan Siswa...
Terima Kunjungan Siswa SMK, TBIG Komitmen Lanjutkan Program Pendidikan Vokasi
Rekomendasi
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Berita Terkini
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Cara Mudah Cek Kelulusan...
Cara Mudah Cek Kelulusan UM PTKIN 2026 yang Diumumkan Sore Ini
Cerita Leni, Anak Buruh...
Cerita Leni, Anak Buruh Tani yang Lolos Akuntansi UGM Lewat SNBP dan Kuliah Gratis
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved