Dari Aceh Singkil ke UI, Perjuangan Maudatinur Lulus Sarjana Keperawatan 3,5 Tahun

Senin, 16 Februari 2026 - 17:00 WIB
loading...
Dari Aceh Singkil ke...
Maudatinur, wisudawan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan UI. Foto/UI.
A A A
JAKARTA - Tumbuh di Aceh Singkil , wilayah yang termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Maudatinur memahami betul arti keterbatasan akses. Namun baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Wisudawan Program Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI) angkatan 2022 ini berhasil menuntaskan studinya hanya dalam 3,5 tahun.

Baca juga: Profil Pendidikan dr Piprim Basarah Yanuarso yang Mengaku Dipecat Menkes

Ketertarikannya pada dunia kesehatan berawal dari pengalaman pribadi. Saat kecil, ia pernah merasakan kepanikan ketika kondisi kesehatan orang terdekatnya berubah begitu cepat. Ia kehilangan kedua orang tuanya dalam rentang waktu satu tahun. Peristiwa itu membekas dan menumbuhkan banyak pertanyaan dalam benaknya.

“Sejak saat itu saya sering bertanya-tanya, kenapa penyakit bisa datang tiba-tiba dan bagaimana cara mencegahnya. Saya ingin membantu orang lain agar bisa menjaga kesehatan orang-orang yang mereka sayangi,” tutur Mauda, melalui siaran pers, Senin (16/2/2026).

Baca juga: Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00

Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UI datang melalui jalur afirmasi berbasis nilai rapor. Bagi Mauda, itu bukan sekadar pintu masuk ke kampus impian, melainkan amanah yang harus dijaga. Masa-masa awal perkuliahan tidak selalu mudah. Ia harus beradaptasi dengan ritme belajar yang cepat, tuntutan akademik yang tinggi, serta lingkungan yang penuh persaingan.

Alih-alih menyerah, Mauda menjadikan tantangan itu sebagai latihan kedisiplinan. Sejak awal, ia sudah menetapkan target lulus dalam program percepatan 3,5 tahun. Strateginya sederhana, tetapi konsisten: menyelesaikan setiap tugas satu hari lebih cepat dari tenggat.

“Kalau tenggatnya Jumat, saya usahakan selesai Kamis. Jadi masih ada waktu kalau tiba-tiba ada kendala,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada akademik, Mauda juga aktif berorganisasi. Ia dipercaya menjadi Ketua Forum Pengkajian dan Pengamalan Islam (FPPI) FIK UI. Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen waktu—hal-hal yang tak kalah penting dari nilai di atas kertas.

Mauda berbagi pesan untuk generasi muda yang sedang berjuang mengejar pendidikan tinggi. “Jangan merasa kecil karena keadaan. Percayalah pada Tuhan dan pada setiap usaha yang kalian lakukan. Mimpi itu penting, tapi harus dibarengi ikhtiar dan kesungguhan. Kenali potensi diri, maksimalkan kesempatan yang ada, dan hadapi tantangan dengan berani.”

Perjalanan Maudatinur menjadi pengingat bahwa jarak geografis dan keterbatasan fasilitas bukanlah penentu masa depan. Dengan tekad, disiplin, dan keyakinan, ia melangkah dari Aceh Singkil menuju UI—dan bersiap kembali pulang untuk mengabdi, membawa ilmu bagi tanah kelahirannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
Jadwal Ujian SIMAK UI...
Jadwal Ujian SIMAK UI 2026 Ditambah, Catat Waktu dan Tata Tertibnya
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
UI Jatuhkan Sanksi Kasus...
UI Jatuhkan Sanksi Kasus KSBE di Fakultas Hukum, 15 Terlapor Terbukti Melanggar
20 Prodi Paling Ketat...
20 Prodi Paling Ketat di Unesa Jalur SNBT 2026, Jurusan Keperawatan Paling Kompetitif
Lolos SNBT UI 2026?...
Lolos SNBT UI 2026? Ini Tahapan Daftar Ulang, Pra Registrasi hingga Pengajuan UKT
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Suma UI Dukung LGBT,...
Suma UI Dukung LGBT, Universitas Indonesia Lakukan Evaluasi Internal
Kepedulian untuk Garda...
Kepedulian untuk Garda Terdepan: Menjaga Keselamatan Dokter dan Perawat lewat Standar Baru
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Berita Terkini
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Program Studi Pendidikan...
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris MNC University Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK untuk Perkuat Mutu Pendidikan
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen...
Cek SIMPKB! Kemendikdasmen Umumkan 60.896 Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved