Kisah Tiara, Sukses Raih Gelar Sarjana Kedokteran Gigi UGM di Usia 20 Tahun
Jum'at, 27 Februari 2026 - 18:52 WIB
loading...
Tiara Amanda Pramesti Gumay dinobatkan sebagai wisudawan termuda UGM karena berhasil menyandang gelar sarjana di usia 20 tahun 1 bulan 16 hari. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Tiara Amanda Pramesti Gumay dinobatkan sebagai wisudawan termuda UGM karena berhasil menyandang gelar sarjana di usia 20 tahun 1 bulan 16 hari. Tiara berhasil lulus dari program studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM).
Tiara termasuk salah satu mahasiswa UGM yang menjalani prosesi wisuda sarjana, Rabu (25/2/2026) di Grha Sabha Pramana. Di usianya yang masih terbilang sangat muda, ia berhasil menembus angka rata-rata usia lulusan yang berada di usia 23 tahun 6 bulan 15 hari.
Baca juga: Cerita Tria Sofie Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Jadi Magister Termuda Fakultas Geografi UGM
Perjalanan Tiara menuju capaian tersebut sudah dimulai sejak ia menginjak usia dini. Ia memulai pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5,5 tahun. Di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia mengikuti program akselerasi, sehingga hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan pendidikannya.
Berkat ketekunannya dalam belajar, ia berhasil masuk ke dalam daftar siswa berprestasi (eligible) dan diterima di UGM pada tahun 2022. Motivasinya dalam meraih prestasi membanggakan tersebut lahir atas keinginan pribadinya untuk mandiri dan memanfaatkan waktu dengan maksimal.
Tiara termasuk salah satu mahasiswa UGM yang menjalani prosesi wisuda sarjana, Rabu (25/2/2026) di Grha Sabha Pramana. Di usianya yang masih terbilang sangat muda, ia berhasil menembus angka rata-rata usia lulusan yang berada di usia 23 tahun 6 bulan 15 hari.
Baca juga: Cerita Tria Sofie Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Jadi Magister Termuda Fakultas Geografi UGM
Perjalanan Tiara menuju capaian tersebut sudah dimulai sejak ia menginjak usia dini. Ia memulai pendidikan di Sekolah Dasar pada usia 5,5 tahun. Di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia mengikuti program akselerasi, sehingga hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikan pendidikannya.
Berkat ketekunannya dalam belajar, ia berhasil masuk ke dalam daftar siswa berprestasi (eligible) dan diterima di UGM pada tahun 2022. Motivasinya dalam meraih prestasi membanggakan tersebut lahir atas keinginan pribadinya untuk mandiri dan memanfaatkan waktu dengan maksimal.
Lihat Juga :