Cerita Khaira Zata Dini, Wisudawan D4 UGM Tercepat yang Ingin Banggakan Orang Tua
Rabu, 04 Maret 2026 - 09:26 WIB
loading...
Mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Khaira Zata Dini. Foto/UGM.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) program studi D4 Teknologi Veteriner, Khaira Zata Dini, berhasil menjadi wisudawan dengan masa studi tersingkat pada program sarjana terapan. Cita-citanya untuk membahagiakan orang tua pun akhirnya terwujud.
Aira, sapaan akrabnya, menuntaskan masa kuliah dalam waktu 3 tahun 11 bulan 2 hari. Padahal, rata-rata masa studi 152 lulusan Program Sarjana Terapan periode ini mencapai 4 tahun 6 bulan.
Baca juga: Cerita dr Merlins Waromi, Perempuan Papua Lulusan Dokter Spesialis Tercepat UGM
Salah satu faktor pendukung keberhasilan Aira menjadi wisudawan tercepat adalah kecintaannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak SMA serta pembelajaran berbasis praktik di laboratorium.
Latar belakang keluarga yang menekuni bidang biologi dan kedokteran hewan turut memengaruhi pilihannya untuk menempuh pendidikan di program studi D4 Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi UGM.
Baca juga: Kisah Bolad, Mahasiswa Palestina yang Jadi Wisudawan Tercepat UMS dengan IPK 3,96
Pemahaman mendalam terhadap mata kuliah yang akan dipelajari serta kesesuaian dengan minatnya membuat Aira menikmati setiap proses perkuliahan. Tak heran, dengan masa studi yang lebih singkat, ia berhasil meraih predikat wisudawan dengan masa studi tercepat pada program sarjana terapan.
Aira mengungkapkan bahwa percepatan masa studinya juga dipengaruhi oleh pembagian Satuan Kredit Semester (SKS) yang telah terstruktur dari program studi serta metode pembelajaran progresif dari para dosen.
Baca juga: Anti Nganggur, Lulusan Unair Hanya Tunggu 3 Bulan untuk Dapat Pekerjaan Pertama
Ia juga bergabung dalam tim riset salah satu dosen sejak awal perkuliahan. Dalam tim tersebut, ia dilatih untuk menunjukkan progres setiap minggu, yang sangat membantu dalam penyusunan tugas akhir.
“Pemikiran yang ditanamkan dari dosen untuk selalu berprogres. Progres belajar, riset, hingga tugas akhir harus selalu ada setiap minggu walau sekecil apapun,” ungkapnya, Selasa (3/3).
Anak kedua dari empat bersaudara ini memiliki motivasi kuat untuk membanggakan kedua orang tuanya. Dorongan untuk segera lulus dan berkarier menjadi tekad yang terus ia pegang selama masa perkuliahan.
Ia mengaku memiliki orang tua yang sangat suportif dan selalu memberikan dukungan moral maupun spiritual.
“Aku sama saudaraku punya tujuan sama untuk menjadi kebanggaan orang tua dengan cepat lulus dan cepat mulai berkarier,” katanya.
Motivasi tersebut menjadi energi besar yang membantunya tetap fokus menyelesaikan studi dengan hasil maksimal.
Motivasi kuat tersebut membuahkan hasil. Bahkan sebelum wisuda, Aira telah mendapatkan pekerjaan. Tiga bulan setelah masa yudisium, ia diterima bekerja di salah satu rumah sakit hewan di Jakarta.
Pengalaman kerja pertamanya justru menumbuhkan keinginan untuk memperdalam ilmu. Rasa ingin tahu terhadap perkembangan alat dan teknologi penunjang di bidang veteriner membuatnya merencanakan studi lanjut S2 di bidang Bioteknologi UGM.
Bidang tersebut juga selaras dengan topik tugas akhir yang ia ambil saat kuliah D4.
“Rencanaku nanti akan kembali ke Jogja, mencari pekerjaan di sini karena berencana untuk melanjutkan S2 di UGM,” tuturnya.
Lebih lanjut, Aira menekankan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di bangku kuliah, tetapi juga di dunia kerja. Ia percaya pengalaman di lapangan menjadi pelengkap penting dalam pengembangan diri.
Ia pun memegang satu prinsip utama, yakni selalu mengingat motivasi dan tujuan awal.
Menurutnya, motivasi yang kuat akan menjadi pengingat saat menghadapi kejenuhan maupun hambatan.
“Kalau kita punya motivasi besar yang harus kita capai akan menjadikan tujuan agar tidak mudah menyerah,” tambahnya.
Aira, sapaan akrabnya, menuntaskan masa kuliah dalam waktu 3 tahun 11 bulan 2 hari. Padahal, rata-rata masa studi 152 lulusan Program Sarjana Terapan periode ini mencapai 4 tahun 6 bulan.
Baca juga: Cerita dr Merlins Waromi, Perempuan Papua Lulusan Dokter Spesialis Tercepat UGM
Kecintaan pada IPA dan Praktikum Laboratorium Jadi Kunci Sukses
Salah satu faktor pendukung keberhasilan Aira menjadi wisudawan tercepat adalah kecintaannya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sejak SMA serta pembelajaran berbasis praktik di laboratorium.
Latar belakang keluarga yang menekuni bidang biologi dan kedokteran hewan turut memengaruhi pilihannya untuk menempuh pendidikan di program studi D4 Teknologi Veteriner, Sekolah Vokasi UGM.
Baca juga: Kisah Bolad, Mahasiswa Palestina yang Jadi Wisudawan Tercepat UMS dengan IPK 3,96
Pemahaman mendalam terhadap mata kuliah yang akan dipelajari serta kesesuaian dengan minatnya membuat Aira menikmati setiap proses perkuliahan. Tak heran, dengan masa studi yang lebih singkat, ia berhasil meraih predikat wisudawan dengan masa studi tercepat pada program sarjana terapan.
Aira mengungkapkan bahwa percepatan masa studinya juga dipengaruhi oleh pembagian Satuan Kredit Semester (SKS) yang telah terstruktur dari program studi serta metode pembelajaran progresif dari para dosen.
Baca juga: Anti Nganggur, Lulusan Unair Hanya Tunggu 3 Bulan untuk Dapat Pekerjaan Pertama
Ia juga bergabung dalam tim riset salah satu dosen sejak awal perkuliahan. Dalam tim tersebut, ia dilatih untuk menunjukkan progres setiap minggu, yang sangat membantu dalam penyusunan tugas akhir.
“Pemikiran yang ditanamkan dari dosen untuk selalu berprogres. Progres belajar, riset, hingga tugas akhir harus selalu ada setiap minggu walau sekecil apapun,” ungkapnya, Selasa (3/3).
Motivasi Membanggakan Orang Tua Jadi Pendorong Utama
Anak kedua dari empat bersaudara ini memiliki motivasi kuat untuk membanggakan kedua orang tuanya. Dorongan untuk segera lulus dan berkarier menjadi tekad yang terus ia pegang selama masa perkuliahan.
Ia mengaku memiliki orang tua yang sangat suportif dan selalu memberikan dukungan moral maupun spiritual.
“Aku sama saudaraku punya tujuan sama untuk menjadi kebanggaan orang tua dengan cepat lulus dan cepat mulai berkarier,” katanya.
Motivasi tersebut menjadi energi besar yang membantunya tetap fokus menyelesaikan studi dengan hasil maksimal.
Dapat Pekerjaan Sebelum Wisuda, Siap Lanjut S2 Bioteknologi UGM
Motivasi kuat tersebut membuahkan hasil. Bahkan sebelum wisuda, Aira telah mendapatkan pekerjaan. Tiga bulan setelah masa yudisium, ia diterima bekerja di salah satu rumah sakit hewan di Jakarta.
Pengalaman kerja pertamanya justru menumbuhkan keinginan untuk memperdalam ilmu. Rasa ingin tahu terhadap perkembangan alat dan teknologi penunjang di bidang veteriner membuatnya merencanakan studi lanjut S2 di bidang Bioteknologi UGM.
Bidang tersebut juga selaras dengan topik tugas akhir yang ia ambil saat kuliah D4.
“Rencanaku nanti akan kembali ke Jogja, mencari pekerjaan di sini karena berencana untuk melanjutkan S2 di UGM,” tuturnya.
Prinsip Selalu Ingat Tujuan agar Tidak Mudah Menyerah
Lebih lanjut, Aira menekankan bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di bangku kuliah, tetapi juga di dunia kerja. Ia percaya pengalaman di lapangan menjadi pelengkap penting dalam pengembangan diri.
Ia pun memegang satu prinsip utama, yakni selalu mengingat motivasi dan tujuan awal.
Menurutnya, motivasi yang kuat akan menjadi pengingat saat menghadapi kejenuhan maupun hambatan.
“Kalau kita punya motivasi besar yang harus kita capai akan menjadikan tujuan agar tidak mudah menyerah,” tambahnya.
(nnz)
Lihat Juga :