Ramadan Penuh Berkah, Santri Istimewa Dapat Donasi Pendidikan dan Dukungan Fasilitas Belajar
Selasa, 10 Maret 2026 - 17:00 WIB
loading...
Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa Garudafood di Bintaro, Tangsel. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Momentum penuh berkah di bulan Ramadan 1447 H, perusahaan asli Indonesia dan berkolaborasi dengan Sekolah Relawan menggelar Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa di Bintaro, Tangerang Selatan.
Acara ini digelar PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) dan PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) melalui brand Prochiz. Kegiatan belanja bersama dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sekaligus bantuan materiil bagi 100 santri dan anak yatim istimewa dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Para peserta berasal dari sejumlah pondok pesantren dan yayasan inklusi di wilayah Jabodetabek, di antaranya adalah Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin dan Yayasan Sayap Ibu, Tangerang Selatan serta Yayasan Peduli Kesejahteraan Yatim Disabilitas Islam Indonesia (YPKYDII), Jakarta.
Tidak hanya memberikan santunan individu, Mulia Boga Raya (MBR), anak perusahaan Garudafood melalui brand Prochiz, mempertegas komitmennya terhadap upaya peningkatan inklusivitas pendidikan.
Telah disalurkanbantuan pendidikan dengan total nilai Rp30 juta kepada pondok pesantren dan yayasan inklusi tempat belajar para peserta. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan inklusif, seperti kursi roda, Al-Qur’an braille, dan media pembelajaran inklusif lainnya.
Langkah ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi kelompok rentan di Indonesia. Sejumlah organisasi kemanusiaan di Indonesia memperkirakan terdapat sekitar 4 juta anak yatim-piatu.
Sementara itu, estimasi UNICEF menyebutkan ada hingga 2 juta anak penyandang disabilitas di Indonesia. Banyak di antara kelompok rentan ini yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesejahteraan, sehingga pentingnya program seperti ini untuk mengurangi kesenjangan sosial.
Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood Group, Dian Astriana, menyebutkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari dedikasi perusahaan terhadap pendidikan dan kesejahteraan sosial.
"Garudafood berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan. Melalui program ‘Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa’ ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi kelompok rentan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan Idulfitri 1447 H," ujar Dian Astriana, melalui siaran pers, Selasa (10/3/2026)
Adapun masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp500.000 yang dapat digunakan secara bebas untuk membeli kebutuhan Lebaran, seperti pakaian baru atau perlengkapan sekolah. Langkah ini diambil agar santri dan anak yatim dapat merasakan euforia menyambut hari kemenangan dengan sukacita yang sama seperti anak-anak lainnya.
Rani Alfiani, Executive Director Sekolah Relawan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, program "Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa” memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi kepercayaan diri anak-anak.
"Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Garudafood dan Prochiz yang tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan hak 'pengalaman' kepada santri dan anak yatim istimewa," kata Rani.
"Bagi mereka, kesempatan memilih sendiri baju Lebaran adalah bentuk penghargaan atas kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem sosial yang inklusif dan memanusiakan manusia," pungkasnya.
Acara ini digelar PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) dan PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) melalui brand Prochiz. Kegiatan belanja bersama dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan sekaligus bantuan materiil bagi 100 santri dan anak yatim istimewa dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Baca juga: Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Para peserta berasal dari sejumlah pondok pesantren dan yayasan inklusi di wilayah Jabodetabek, di antaranya adalah Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin dan Yayasan Sayap Ibu, Tangerang Selatan serta Yayasan Peduli Kesejahteraan Yatim Disabilitas Islam Indonesia (YPKYDII), Jakarta.
Tidak hanya memberikan santunan individu, Mulia Boga Raya (MBR), anak perusahaan Garudafood melalui brand Prochiz, mempertegas komitmennya terhadap upaya peningkatan inklusivitas pendidikan.
Telah disalurkanbantuan pendidikan dengan total nilai Rp30 juta kepada pondok pesantren dan yayasan inklusi tempat belajar para peserta. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan inklusif, seperti kursi roda, Al-Qur’an braille, dan media pembelajaran inklusif lainnya.
Langkah ini sejalan dengan data nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi kelompok rentan di Indonesia. Sejumlah organisasi kemanusiaan di Indonesia memperkirakan terdapat sekitar 4 juta anak yatim-piatu.
Sementara itu, estimasi UNICEF menyebutkan ada hingga 2 juta anak penyandang disabilitas di Indonesia. Banyak di antara kelompok rentan ini yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan kesejahteraan, sehingga pentingnya program seperti ini untuk mengurangi kesenjangan sosial.
Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood Group, Dian Astriana, menyebutkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari dedikasi perusahaan terhadap pendidikan dan kesejahteraan sosial.
"Garudafood berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan. Melalui program ‘Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa’ ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi kelompok rentan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan Idulfitri 1447 H," ujar Dian Astriana, melalui siaran pers, Selasa (10/3/2026)
Adapun masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp500.000 yang dapat digunakan secara bebas untuk membeli kebutuhan Lebaran, seperti pakaian baru atau perlengkapan sekolah. Langkah ini diambil agar santri dan anak yatim dapat merasakan euforia menyambut hari kemenangan dengan sukacita yang sama seperti anak-anak lainnya.
Rani Alfiani, Executive Director Sekolah Relawan, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, program "Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa” memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi kepercayaan diri anak-anak.
"Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Garudafood dan Prochiz yang tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan hak 'pengalaman' kepada santri dan anak yatim istimewa," kata Rani.
"Bagi mereka, kesempatan memilih sendiri baju Lebaran adalah bentuk penghargaan atas kemandirian dan kepercayaan diri mereka. Kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana sektor swasta dapat berperan aktif dalam menciptakan ekosistem sosial yang inklusif dan memanusiakan manusia," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :