Kisah Fathimatus Putri Ardiana, Wisudawan Terbaik Unesa yang Bercita Menjadi Guru
Jum'at, 13 Maret 2026 - 14:09 WIB
loading...
Mahasiswa Unesa Fathimatus Putri Ardiana menjadi wisudawan terbaik Fisipol dengan IPK 3,92. Foto/Unesa.
A
A
A
JAKARTA - Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya ( Unesa ) Fathimatus Putri Ardiana menjadi wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan IPK 3,92. Ia juga berhasil meraih gelar sarjananya hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Putri panggilan akrabnya adalah mahasiswa Unesa jurusan S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ia adalah anak dari keluarga sederhana asal Mojokerto. Putri merupakan putri dari seorang karyawan swasta dan ibu rumah tangga yang menanamkan nilai keikhlasan serta kerja keras sejak kecil.
Baca juga: Kisah Naratania Azra Malika, Mahasiswa IPB University yang Raih Predikat Lulusan Terbaik
Ia mengaku proses menyelesaikan tugas akhir tidak selalu berjalan mudah. Namun konsistensi menjadi kunci utama yang membuatnya mampu melewati berbagai tantangan.
“Satu paragraf yang ditulis hari ini jauh lebih berharga daripada menunggu kesempurnaan tanpa kemajuan,” ujarnya saat mengenang proses penyusunan skripsi, dikutip dari laman Unesa, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Cerita Akbar Wildhanata, Wisudawan Terbaik Unesa yang Raih Medali Pimnas Lewat Inovasi AI
Bagi Putri, produktivitas yang dilakukan secara konsisten setiap hari jauh lebih penting dibandingkan ambisi besar yang hanya muncul sesaat.
Dedikasinya terhadap dunia pendidikan tercermin melalui skripsi berjudul “Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa.”
Penelitian tersebut dilatarbelakangi kegelisahannya melihat pembelajaran IPS yang kerap dianggap identik dengan hafalan. Melalui pendekatan digital yang lebih kontekstual, Putri berupaya menunjukkan bahwa mata pelajaran IPS dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang interaktif sekaligus mendorong siswa berpikir kritis dalam memecahkan masalah.
Baca juga: Cerita Khaira Zata Dini, Wisudawan D4 UGM Tercepat yang Ingin Banggakan Orang Tua
Kemampuan risetnya juga teruji melalui berbagai ajang ilmiah. Sepanjang 2025, Putri bersama tim berhasil meraih juara umum dalam Pekan Ilmiah Andalas yang digelar di Universitas Andalas, bahkan berhasil menyabet penghargaan best presentation.
Pengalaman kompetisi tersebut semakin memperkaya kemampuan akademiknya setelah ia memperoleh hibah penelitian mahasiswa Fisipol pada 2024. Program ini memberinya kesempatan untuk mengembangkan metodologi penelitian secara lebih sistematis.
Tak hanya fokus pada akademik, Putri juga aktif dalam kegiatan organisasi selama kuliah. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Departemen Dikti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan IPS pada 2024 serta Sekretaris Umum BSO Social Movement Solidarity.
Keterlibatan dalam organisasi, menurutnya, menjadi sarana penting untuk mengasah kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana dari Universitas Negeri Surabaya, Putri bertekad melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan. Ia bercita-cita menjadi guru yang tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu menginspirasi peserta didik untuk terus berkembang dan berpikir kritis.
Putri panggilan akrabnya adalah mahasiswa Unesa jurusan S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Ia adalah anak dari keluarga sederhana asal Mojokerto. Putri merupakan putri dari seorang karyawan swasta dan ibu rumah tangga yang menanamkan nilai keikhlasan serta kerja keras sejak kecil.
Baca juga: Kisah Naratania Azra Malika, Mahasiswa IPB University yang Raih Predikat Lulusan Terbaik
Ia mengaku proses menyelesaikan tugas akhir tidak selalu berjalan mudah. Namun konsistensi menjadi kunci utama yang membuatnya mampu melewati berbagai tantangan.
“Satu paragraf yang ditulis hari ini jauh lebih berharga daripada menunggu kesempurnaan tanpa kemajuan,” ujarnya saat mengenang proses penyusunan skripsi, dikutip dari laman Unesa, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Cerita Akbar Wildhanata, Wisudawan Terbaik Unesa yang Raih Medali Pimnas Lewat Inovasi AI
Bagi Putri, produktivitas yang dilakukan secara konsisten setiap hari jauh lebih penting dibandingkan ambisi besar yang hanya muncul sesaat.
Dedikasinya terhadap dunia pendidikan tercermin melalui skripsi berjudul “Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa.”
Penelitian tersebut dilatarbelakangi kegelisahannya melihat pembelajaran IPS yang kerap dianggap identik dengan hafalan. Melalui pendekatan digital yang lebih kontekstual, Putri berupaya menunjukkan bahwa mata pelajaran IPS dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang interaktif sekaligus mendorong siswa berpikir kritis dalam memecahkan masalah.
Baca juga: Cerita Khaira Zata Dini, Wisudawan D4 UGM Tercepat yang Ingin Banggakan Orang Tua
Kemampuan risetnya juga teruji melalui berbagai ajang ilmiah. Sepanjang 2025, Putri bersama tim berhasil meraih juara umum dalam Pekan Ilmiah Andalas yang digelar di Universitas Andalas, bahkan berhasil menyabet penghargaan best presentation.
Pengalaman kompetisi tersebut semakin memperkaya kemampuan akademiknya setelah ia memperoleh hibah penelitian mahasiswa Fisipol pada 2024. Program ini memberinya kesempatan untuk mengembangkan metodologi penelitian secara lebih sistematis.
Tak hanya fokus pada akademik, Putri juga aktif dalam kegiatan organisasi selama kuliah. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Departemen Dikti Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan IPS pada 2024 serta Sekretaris Umum BSO Social Movement Solidarity.
Keterlibatan dalam organisasi, menurutnya, menjadi sarana penting untuk mengasah kepemimpinan, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi.
Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana dari Universitas Negeri Surabaya, Putri bertekad melanjutkan pengabdian di dunia pendidikan. Ia bercita-cita menjadi guru yang tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu menginspirasi peserta didik untuk terus berkembang dan berpikir kritis.
(nnz)
Lihat Juga :