SMA Labschool Kebayoran Borong Penghargaan di NTU Model United Nations 2026 Singapura
Senin, 16 Maret 2026 - 08:35 WIB
loading...
Delegasi SMA Labschool Kebayoran dalam ajang NTUMUN 2026. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - SMA Labschool Kebayoran kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam ajang NTU Model United Nations 2026 yang digelar di Nanyang Technological University, Singapura, pada 13–15 Maret 2026, delegasi sekolah ini berhasil meraih dua penghargaan bergengsi.
Konferensi Model Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut merupakan salah satu kompetisi paling kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. Keberhasilan para siswa Labschool Kebayoran dalam ajang ini sekaligus mempertegas posisi sekolah sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda berwawasan global dan memiliki kemampuan diplomasi tinggi.
Baca juga: Relaksasi Dana BOSP 2026, Kemendikdasmen Izinkan Sekolah Bayar Honor Guru Non ASN
Setelah menjalani proses latihan intensif selama berbulan-bulan, delegasi SMA Labschool Kebayoran berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate melalui Nua Kameumeut Ginanjar dalam komite Economic and Social Council (ECOSOC). Sementara itu, Audreyanne Putri Bayu dan Nazifa Nur Khalisa Tara meraih penghargaan Verbal Commendation atas performa mereka dalam komite Historical United Nations Security Council (Historical UNSC).
Penghargaan tersebut mencerminkan kemampuan para delegasi dalam berdiplomasi, melakukan riset mendalam, serta membangun konsensus secara efektif dalam simulasi sidang yang berlangsung kompetitif dan penuh tekanan. Secara keseluruhan, sebanyak 21 delegasi dari SMA Labschool Kebayoran berpartisipasi dalam konferensi internasional tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat pihak sekolah dalam mempersiapkan para siswa. SMA Labschool Kebayoran memberikan fasilitas pelatihan, waktu khusus untuk latihan, serta lingkungan belajar yang mendorong siswa mencapai keunggulan akademik sekaligus memperluas wawasan global.
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menilai kegiatan Model United Nations memberikan manfaat besar bagi pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.
“Ajang ini dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu kritis atas kejadian di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik untuk anak muda saat ini,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/3/2026).
Di balik keberhasilan delegasi tersebut, terdapat proses persiapan yang terstruktur dan intensif di bawah bimbingan Suhaemah dan Farhan Anggara, serta tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI). Selama berbulan-bulan, para siswa mendapatkan pelatihan terprogram yang mencakup prosedur parlementer, penyusunan position paper, keterampilan berbicara di depan umum, hingga strategi negosiasi.
“Kami bangga anak-anak yang dilatih kami dapat berkontribusi untuk meningkatkan pamor Indonesia melalui kemenangan dalam kompetisi internasional,” ujar perwakilan tim TSHAI.
Selain meraih penghargaan, pengalaman mengikuti NTUMUN 2026 juga memberikan pembelajaran berharga bagi para peserta. Salah satu delegasi, Lajema Tresnanova Ginting, mengaku kompetisi tersebut membantu meningkatkan kemampuan speech, public speaking, serta negotiation.
Prestasi lainnya juga datang dari Michaela Kalista Susilo, siswa SMA Labschool Kebayoran yang dipercaya menjadi Head Chairperson untuk Komite ASEAN dalam konferensi tersebut.
Sekolah berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi siswa berikutnya untuk terus aktif terlibat dalam forum internasional, memperluas pemahaman lintas budaya, serta mengembangkan semangat kerja sama global yang menjadi inti dari kegiatan Model United Nations.
Konferensi Model Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut merupakan salah satu kompetisi paling kompetitif di kawasan Asia-Pasifik. Keberhasilan para siswa Labschool Kebayoran dalam ajang ini sekaligus mempertegas posisi sekolah sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda berwawasan global dan memiliki kemampuan diplomasi tinggi.
Baca juga: Relaksasi Dana BOSP 2026, Kemendikdasmen Izinkan Sekolah Bayar Honor Guru Non ASN
Setelah menjalani proses latihan intensif selama berbulan-bulan, delegasi SMA Labschool Kebayoran berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Delegate melalui Nua Kameumeut Ginanjar dalam komite Economic and Social Council (ECOSOC). Sementara itu, Audreyanne Putri Bayu dan Nazifa Nur Khalisa Tara meraih penghargaan Verbal Commendation atas performa mereka dalam komite Historical United Nations Security Council (Historical UNSC).
Penghargaan tersebut mencerminkan kemampuan para delegasi dalam berdiplomasi, melakukan riset mendalam, serta membangun konsensus secara efektif dalam simulasi sidang yang berlangsung kompetitif dan penuh tekanan. Secara keseluruhan, sebanyak 21 delegasi dari SMA Labschool Kebayoran berpartisipasi dalam konferensi internasional tersebut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kuat pihak sekolah dalam mempersiapkan para siswa. SMA Labschool Kebayoran memberikan fasilitas pelatihan, waktu khusus untuk latihan, serta lingkungan belajar yang mendorong siswa mencapai keunggulan akademik sekaligus memperluas wawasan global.
Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, menilai kegiatan Model United Nations memberikan manfaat besar bagi pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa.
“Ajang ini dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu kritis atas kejadian di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik untuk anak muda saat ini,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (16/3/2026).
Di balik keberhasilan delegasi tersebut, terdapat proses persiapan yang terstruktur dan intensif di bawah bimbingan Suhaemah dan Farhan Anggara, serta tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI). Selama berbulan-bulan, para siswa mendapatkan pelatihan terprogram yang mencakup prosedur parlementer, penyusunan position paper, keterampilan berbicara di depan umum, hingga strategi negosiasi.
“Kami bangga anak-anak yang dilatih kami dapat berkontribusi untuk meningkatkan pamor Indonesia melalui kemenangan dalam kompetisi internasional,” ujar perwakilan tim TSHAI.
Selain meraih penghargaan, pengalaman mengikuti NTUMUN 2026 juga memberikan pembelajaran berharga bagi para peserta. Salah satu delegasi, Lajema Tresnanova Ginting, mengaku kompetisi tersebut membantu meningkatkan kemampuan speech, public speaking, serta negotiation.
Prestasi lainnya juga datang dari Michaela Kalista Susilo, siswa SMA Labschool Kebayoran yang dipercaya menjadi Head Chairperson untuk Komite ASEAN dalam konferensi tersebut.
Sekolah berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi siswa berikutnya untuk terus aktif terlibat dalam forum internasional, memperluas pemahaman lintas budaya, serta mengembangkan semangat kerja sama global yang menjadi inti dari kegiatan Model United Nations.
(nnz)
Lihat Juga :