Observatorium Bosscha ITB Sebut Hilal 19 Maret 2026 Berada di Batas Kriteria Visibilitas
Rabu, 18 Maret 2026 - 10:44 WIB
loading...
Observatorium Bosscha ITB menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah. Foto/ITB.
A
A
A
JAKARTA - Observatorium Bosscha ITB menjadi salah satu rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Syawal bagi Kementerian Agama (Kemenag) dan masyarakat umum.
Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, observatorium Bosscha ITB mengungkap posisi hilal pada Kamis (19/3026) berada sangat dekat dengan matahari di langit barat saat matahari terbenam.
Berdasarkan hasil perhitungan Observatorium Bosscha, data astronomis untuk 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H, posisi bulan berada sangat dekat dengan matahari di langit barat saat matahari terbenam.
Baca juga: Tentukan Awal Ramadan, Arab Saudi Minta Warganya untuk Pantau Hilal pada 17 Februari
Parameter geometri Bulan menunjukkan bahwa elongasi geosentrik (jarak sudut Bulan terhadap Matahari dilihat dari pusat Bumi) di wilayah Indonesia berkisar antara sekitar 4,6° hingga 6,2°, dari wilayah timur hingga barat.
Sementara itu, elongasi toposentrik (jarak sudut Bulan terhadap Matahari dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi) berada pada kisaran sekitar 4,0° hingga 5,5°. Ketinggian Bulan saat Matahari terbenam juga relatif rendah.
Peta ketinggian Bulan menunjukkan bahwa ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 0° hingga 3° di atas ufuk di wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi ini menandakan bahwa Bulan berada dekat dengan Matahari di langit barat dan berada pada ketinggian yang rendah di atas ufuk.
Sebagai institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi, observatorium Bosscha ITB mengungkap posisi hilal pada Kamis (19/3026) berada sangat dekat dengan matahari di langit barat saat matahari terbenam.
Berdasarkan hasil perhitungan Observatorium Bosscha, data astronomis untuk 19 Maret 2026, yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H, posisi bulan berada sangat dekat dengan matahari di langit barat saat matahari terbenam.
Baca juga: Tentukan Awal Ramadan, Arab Saudi Minta Warganya untuk Pantau Hilal pada 17 Februari
Parameter geometri Bulan menunjukkan bahwa elongasi geosentrik (jarak sudut Bulan terhadap Matahari dilihat dari pusat Bumi) di wilayah Indonesia berkisar antara sekitar 4,6° hingga 6,2°, dari wilayah timur hingga barat.
Sementara itu, elongasi toposentrik (jarak sudut Bulan terhadap Matahari dari sudut pandang pengamat di permukaan Bumi) berada pada kisaran sekitar 4,0° hingga 5,5°. Ketinggian Bulan saat Matahari terbenam juga relatif rendah.
Peta ketinggian Bulan menunjukkan bahwa ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 0° hingga 3° di atas ufuk di wilayah Indonesia bagian barat. Kondisi ini menandakan bahwa Bulan berada dekat dengan Matahari di langit barat dan berada pada ketinggian yang rendah di atas ufuk.
Lihat Juga :