Dies Natalis ke-70, IPDN Perkuat Visi Jadi Kampus Kedinasan Bertaraf Dunia
Rabu, 01 April 2026 - 12:49 WIB
loading...
Dies Natalis IPDN ke-70 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Dies Natalis IPDN ke-70 menjadi simbol komitmen lembaga pendidikan tinggi kedinasan ini untuk terus memberikan yang terbaik dalam perjalanannya menuju World Class University.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan momentum Dies Natalis ini merupakan kesempatan IPDN untuk memperkuat visi, integritas dan strategi sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang unggul untuk mencetak putra/i bangsa, calon pemimpin pemerintahan dalam negeri yang memiliki kompetensi.
Baca juga: Pulihkan Aceh Pascabanjir, Praja IPDN dan ASN Kemendagri Bangkitkan Layanan Publik
“Saya yakin IPDN dapat mengembangkan diri dengan inovasi-inovasi yang adaptif, pengembangan sarana dan prasarana yang semakin baik, program studi yang reliable serta kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi acuan para user atau pengambil keputusan,” kata Tito, melalui siaran pers, Rabu (1/4/2026).
Pada kesempatan ini, Mendagri dan sejumlah Pejabat Tinggi Negara turut memberikan ucapan kepada IPDN di antaranya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Joko Pramono yang hadir langsung pada acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis IPDN ke-70 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor.
Baca juga:1.138 Praja IPDN Dikirim ke Aceh untuk Bersihkan Kantor-kantor Dinas Terdampak Banjir
Dalam orasi ilmiahnya, Agus menerangkan tentang peran strategis IPDN dalam pemerintahan. “IPDN tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami administrasi pemerintahan tapi harus membentuk pamong praja kompeten berintegritas, peka terhadap etika, akuntabel, transparan, dan berani menolak penyimpangan,” tutur dia.
Integritas ini menurutnya menjadi fondasi awal dari pemerintahan yang dipercaya oleh rakyat. Dijelaskannya, birokrasi masa depan tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pintar secara teknikal, tapi membutuhkan pemimpin publik yang berintegritas.
"Juga dapat menggabungkan antara etika dan keberanian, yang bukan hanya bisa menjalankan aturan tapi mampu menjaga marwah jabatan,” ucap dia.
Integritas ini harus dibentuk oleh IPDN agar kedepan calon-calon pemimpin bangsa ini akan membangun sisem pemerintahan yang membuat penyimpangan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sulit terjadi.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri III, Komjen Pol (Purn.) Akhmad Wiyagus. Dia mengarakan IPDN harus menghasilkan SDM aparatur yang berintegritas.
"Selain itu, yang memiliki kemampuan daya saing sehingga dapat diandalkan dalam memasuki kompetisi global yang ketat,” tuturnya.
Menginjak angka 70 tahun, Akhmad Wiyagus mengatakan IPDN harus semakin berkembang, dengan tidak hanya meraih kualitas dan akreditas unggul dalam negeri tapi merambah ke dunia internasional.
“IPDN harus mampu meningkatkan kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi di era digitalisasi. Hal ini sejalan dengan dinamika pemerintahan yang semakin berkembang, serta tantangan pemerintahan dan pelayanan publik di era digitalisasi diperlukan kualitas SDM aparatur yang memiliki kemampuan profesional di bidang penguasaan teknologi informasi dan komnukasi serta integritas diri yang tinggi,” ucap Akhmad Wiyagus.
Diakhir sambutannya, Wamendagri memberi apresiasi tinggi atas peran aktif dan respons cepat IPDN dalam mendukung percepatan rekontruksi pasca bencana di wilayah Sumatera dan Aceh dengan mengirimkan total 2.329 orang praja ke daerah terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan momentum Dies Natalis ini merupakan kesempatan IPDN untuk memperkuat visi, integritas dan strategi sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang unggul untuk mencetak putra/i bangsa, calon pemimpin pemerintahan dalam negeri yang memiliki kompetensi.
Baca juga: Pulihkan Aceh Pascabanjir, Praja IPDN dan ASN Kemendagri Bangkitkan Layanan Publik
“Saya yakin IPDN dapat mengembangkan diri dengan inovasi-inovasi yang adaptif, pengembangan sarana dan prasarana yang semakin baik, program studi yang reliable serta kajian-kajian ilmiah yang dapat menjadi acuan para user atau pengambil keputusan,” kata Tito, melalui siaran pers, Rabu (1/4/2026).
Pada kesempatan ini, Mendagri dan sejumlah Pejabat Tinggi Negara turut memberikan ucapan kepada IPDN di antaranya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Joko Pramono yang hadir langsung pada acara Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis IPDN ke-70 di Gedung Balairung Rudini IPDN Kampus Jatinangor.
Baca juga:1.138 Praja IPDN Dikirim ke Aceh untuk Bersihkan Kantor-kantor Dinas Terdampak Banjir
Dalam orasi ilmiahnya, Agus menerangkan tentang peran strategis IPDN dalam pemerintahan. “IPDN tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami administrasi pemerintahan tapi harus membentuk pamong praja kompeten berintegritas, peka terhadap etika, akuntabel, transparan, dan berani menolak penyimpangan,” tutur dia.
Integritas ini menurutnya menjadi fondasi awal dari pemerintahan yang dipercaya oleh rakyat. Dijelaskannya, birokrasi masa depan tidak hanya membutuhkan orang-orang yang pintar secara teknikal, tapi membutuhkan pemimpin publik yang berintegritas.
"Juga dapat menggabungkan antara etika dan keberanian, yang bukan hanya bisa menjalankan aturan tapi mampu menjaga marwah jabatan,” ucap dia.
Integritas ini harus dibentuk oleh IPDN agar kedepan calon-calon pemimpin bangsa ini akan membangun sisem pemerintahan yang membuat penyimpangan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sulit terjadi.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri III, Komjen Pol (Purn.) Akhmad Wiyagus. Dia mengarakan IPDN harus menghasilkan SDM aparatur yang berintegritas.
"Selain itu, yang memiliki kemampuan daya saing sehingga dapat diandalkan dalam memasuki kompetisi global yang ketat,” tuturnya.
Menginjak angka 70 tahun, Akhmad Wiyagus mengatakan IPDN harus semakin berkembang, dengan tidak hanya meraih kualitas dan akreditas unggul dalam negeri tapi merambah ke dunia internasional.
“IPDN harus mampu meningkatkan kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi di era digitalisasi. Hal ini sejalan dengan dinamika pemerintahan yang semakin berkembang, serta tantangan pemerintahan dan pelayanan publik di era digitalisasi diperlukan kualitas SDM aparatur yang memiliki kemampuan profesional di bidang penguasaan teknologi informasi dan komnukasi serta integritas diri yang tinggi,” ucap Akhmad Wiyagus.
Diakhir sambutannya, Wamendagri memberi apresiasi tinggi atas peran aktif dan respons cepat IPDN dalam mendukung percepatan rekontruksi pasca bencana di wilayah Sumatera dan Aceh dengan mengirimkan total 2.329 orang praja ke daerah terdampak bencana.
(nnz)
Lihat Juga :