Putra Suku Kokoda Dikukuhkan Jadi Imam Muda di Papua
Senin, 06 April 2026 - 16:57 WIB
loading...
Putra Suku Kokoda Papua bernama Abdul Fattah Iriwa dikukuhkan sebagai Imam Muda di Sorong, Papua Barat Daya pada Kamis (12/3/2026). Foto/ Cinta Quran Center.
A
A
A
JAKARTA - Melalui prosesi adat dan keagamaan yang populer disebut dengan Takabbir putra Suku Kokoda Papua bernama Abdul Fattah Iriwa dikukuhkan sebagai “Imam Muda” di Sorong, Papua Barat Daya pada Kamis, 12 Maret 2026.
Adapun tugas perdana Fattah sebagai Imam Muda dimulai dengan memimpin Sholat Idul Fitri di Masjid Babul Jannah, Sorong, pada 21 Maret 2026, dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya menjadi imam masjid, tetapi juga menyampaikan khutbah di tanah kelahirannya.
Baca juga: Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Qur’an Diresmikan
Imam Muda di Papua merupakan gelar memiliki makna lebih luas dan tanggung jawab yang tidak kalah besar dari pemimpin sholat. Gelar kehormatan ini menjadi simbol amanah sebagai da’i yang hadir di tengah masyarakat, mendampingi kehidupan umat secara langsung, mulai dari pengajian, tasyakuran, hingga berbagai kegiatan spiritual warga dalam rangka membangun peradaban Islam yang lebih baik.
Kehadiran Fattah di Papua disambut hangat oleh masyarakat muslim setempat, khususnya dari Suku Kokoda. Sosoknya dinilai mampu mengisi kebutuhan figur pembina yang tidak hanya datang untuk berceramah, tetapi juga tinggal dan membersamai kehidupan sehari-hari warga.
Baca juga: 125 Mahasantri Cinta Quran Center Siap Jadi Dai di Tengah Masyarakat
Antusiasme warga diketahui dari meningkatnya minat para pemuda untuk belajar beragam ilmu agama Islam lebih mendalam dan secara langsung.
Dalam kesehariannya, mahasantri angkatan ke-2 Cinta Quran Center itu aktif berkeliling dari satu rumah ke rumah lain untuk memenuhi undangan masyarakat sekaligus membagikan ilmu yang telah ia miliki. Dedikasinya pun mendapat kepercayaan lebih luas dengan penugasan resmi dari Kementerian Agama untuk mengisi khutbah Jumat di ratusan masjid di wilayah tersebut.
Bersama rekanya yang sama-sama alumni Cinta Quran Center asal Papua Fattah mulai merintis langkah jangka panjang dengan melakukan pembangunan Yayasan Rabiatul Milad, ke depannya diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam pengembangan pendidikan yang fokus ilmu agama Islam (diniyah) sekaligus menjadi pusat pembinaan dakwah di kampung halamanya.
Meski demikian, Fattah menegaskan bahwa tantangan dakwah di Papua masih sangat besar dan membutuhkan dukungan lebih luas.
“Saat ini saya harus melayani dan membina kebutuhan spiritual sekitar 199 kepala keluarga. Dengan wilayah yang luas dan antusiasme masyarakat yang tinggi, kami masih sangat membutuhkan lebih banyak da’i di tanah Papua,” ungkap Fattah.
Perjalanan panjang Fattah sampai mendapat kepercayaan sebagai “Imam Muda” menjadi gambaran pentingnya pembinaan generasi muda untuk menjadi da’i dan penguasaan ilmu diniyah yang siap terjun ke masyarakat. Seperti yang dilakukan Cinta Quran Center untuk menyiapkan kader-kader dakwah.
Adapun tugas perdana Fattah sebagai Imam Muda dimulai dengan memimpin Sholat Idul Fitri di Masjid Babul Jannah, Sorong, pada 21 Maret 2026, dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya menjadi imam masjid, tetapi juga menyampaikan khutbah di tanah kelahirannya.
Baca juga: Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Pertama Sam’an Cinta Qur’an Diresmikan
Imam Muda di Papua merupakan gelar memiliki makna lebih luas dan tanggung jawab yang tidak kalah besar dari pemimpin sholat. Gelar kehormatan ini menjadi simbol amanah sebagai da’i yang hadir di tengah masyarakat, mendampingi kehidupan umat secara langsung, mulai dari pengajian, tasyakuran, hingga berbagai kegiatan spiritual warga dalam rangka membangun peradaban Islam yang lebih baik.
Kehadiran Fattah di Papua disambut hangat oleh masyarakat muslim setempat, khususnya dari Suku Kokoda. Sosoknya dinilai mampu mengisi kebutuhan figur pembina yang tidak hanya datang untuk berceramah, tetapi juga tinggal dan membersamai kehidupan sehari-hari warga.
Baca juga: 125 Mahasantri Cinta Quran Center Siap Jadi Dai di Tengah Masyarakat
Antusiasme warga diketahui dari meningkatnya minat para pemuda untuk belajar beragam ilmu agama Islam lebih mendalam dan secara langsung.
Dalam kesehariannya, mahasantri angkatan ke-2 Cinta Quran Center itu aktif berkeliling dari satu rumah ke rumah lain untuk memenuhi undangan masyarakat sekaligus membagikan ilmu yang telah ia miliki. Dedikasinya pun mendapat kepercayaan lebih luas dengan penugasan resmi dari Kementerian Agama untuk mengisi khutbah Jumat di ratusan masjid di wilayah tersebut.
Bersama rekanya yang sama-sama alumni Cinta Quran Center asal Papua Fattah mulai merintis langkah jangka panjang dengan melakukan pembangunan Yayasan Rabiatul Milad, ke depannya diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam pengembangan pendidikan yang fokus ilmu agama Islam (diniyah) sekaligus menjadi pusat pembinaan dakwah di kampung halamanya.
Meski demikian, Fattah menegaskan bahwa tantangan dakwah di Papua masih sangat besar dan membutuhkan dukungan lebih luas.
“Saat ini saya harus melayani dan membina kebutuhan spiritual sekitar 199 kepala keluarga. Dengan wilayah yang luas dan antusiasme masyarakat yang tinggi, kami masih sangat membutuhkan lebih banyak da’i di tanah Papua,” ungkap Fattah.
Perjalanan panjang Fattah sampai mendapat kepercayaan sebagai “Imam Muda” menjadi gambaran pentingnya pembinaan generasi muda untuk menjadi da’i dan penguasaan ilmu diniyah yang siap terjun ke masyarakat. Seperti yang dilakukan Cinta Quran Center untuk menyiapkan kader-kader dakwah.
(nnz)
Lihat Juga :