Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Nasional

Kamis, 09 April 2026 - 18:58 WIB
loading...
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF menginisiasi Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu: Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Tantangan literasi dan numerasi masih menjadi persoalan mendasar dalam pendidikan Indonesia. Hal inipun menjadi perhatian pemerintah dan juga mitra nasional hingga internasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF menginisiasi Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu: “Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional”.

Baca juga: Besaran UKT ITB Jalur SNBP dan SNBT 2026, Biaya Kuliah Tertinggi Rp14,5 Juta

Program ini juga didukung oleh pemerintah daerah dari sejumlah kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Numerasi Nasional (GNN) di tingkat satuan pendidikan, khususnya melalui peningkatan kualitas pembelajaran di kelas awal sekolah dasar, penguatan kapasitas guru, serta pemanfaatan data asesmen diagnostik untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid.

Selain itu, kolaborasi tersebut direncanakan berlangsung hingga tahun 2029 dengan sasaran siswa kelas awal sekolah dasar yang difokuskan pada penguatan kemampuan dasar siswa di kelas awal sekolah dasar, yang menjadi fondasi penting bagi penguasaan ilmu pengetahuan selanjutnya.

Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung tidak hanya menjadi dasar akademik, tetapi juga berperan dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir siswa.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menekankan bahwa berbagai tantangan seperti learning loss, learning poverty, serta capaian literasi dan numerasi yang belum optimal harus menjadi pendorong untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Berbagai permasalahan yang kita hadapi bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk bekerja lebih baik. Kita harus memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Muti, melalui siaran pers, Kamis (9/4/2026)

Sementara itu, Head of Learning Environment Department Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam menentukan keberhasilan pembelajaran anak. Ia menyampaikan bahwa penguatan kedua aspek tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang saling melengkapi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemerintah daerah.

“Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi fondasi yang menentukan apakah seorang anak dapat terus belajar, berpikir kritis, dan berkembang di masa depan,” ujarnya.

Margaretha menyampaikan urgensi penguatan literasi dan numerasi sejak dini melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data yang akan difokuskan pada penguatan praktik pembelajaran di kelas serta pemanfaatan data untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran bagi siswa.

“Kami meyakini bahwa kemajuan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi yang kuat, didukung praktik pembelajaran yang efektif dan berbasis data, akan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Country Representative UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas melalui kolaborasi multipihak yang kuat. Ia menyampaikan bahwa upaya bersama antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan pendidikan merupakan investasi krusial bagi masa depan generasi muda Indonesia.

“Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Upaya kolektif bersama yang kita lakukan hari ini merupakan investasi penting agar anak-anak dapat mencapai masa depannya,” ujarnya.

Maniza menyoroti tantangan krisis pembelajaran yang masih dihadapi secara global maupun nasional, termasuk capaian literasi dan numerasi yang belum optimal. Ia juga menyampaikan apresiasi karena Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam akses pendidikan dasar, penguatan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas.

Dalam hal ini, UNICEF menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah Indonesia melalui pendekatan inovatif dan berbasis bukti.

“Dunia saat ini masih menghadapi krisis pembelajaran, yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di tingkat global serta perubahan lanskap kerja sama multilateral. Hampir 7 dari 10 dari setiap anak di Dunia mengalami krisis pembelajaran. Banyak anak belum mampu membaca dan memahami teks sederhana pada usia 10 tahun, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk mengatasinya,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Senior Program Officer for Global Education, Gates Foundation India, Satish Menon juga menegaskan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam memperkuat fondasi literasi dan numerasi secara berkelanjutan di Indonesia.

Melalui inisiatif ini, dukungan akan menjangkau sedikitnya 45.000 siswa dengan pendekatan yang terukur dan berbasis praktik baik global. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat dapat mendorong perubahan nyata.

Dengan kepemimpinan pemerintah, dukungan mitra, dan pemanfaatan data yang efektif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan dampak pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masa depan anak-anak,” ujarnya.

Dalam implementasinya, terdapat tiga fokus utama yang akan dikembangkan. Pertama, penguatan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir dasar, termasuk pemahaman teks dan pemecahan masalah secara logis.

Kedua, pembentukan kebiasaan membaca melalui peningkatan reading engagement dan ketersediaan bahan bacaan yang menarik serta mudah diakses. Ketiga, penguatan budaya belajar numerasi yang menekankan pemahaman logika, bukan sekadar hafalan angka.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan, Kemendikdasmen optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional sekaligus mewujudkan generasi Indonesia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jadwal TKA SMA 2026...
Jadwal TKA SMA 2026 Resmi Dirilis, Simak Tips Jitu Raih Nilai Tertinggi
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
OSN 2026 Diikuti 941.692...
OSN 2026 Diikuti 941.692 Peserta, Kemendikdasmen Tegaskan Integritas dan Transparansi
Kemendikdasmen Serahkan...
Kemendikdasmen Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Berita Terkini
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
QS WUR 2027: UI Kembali...
QS WUR 2027: UI Kembali Jadi Universitas Terbaik di Indonesia, Bertahan di Top 200 Dunia
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved