TKA SD 2026 Mulai Digelar Hari Ini, Bukan Penentu Kelulusan Siswa
Senin, 20 April 2026 - 08:00 WIB
loading...
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) resmi dimulai hari ini, Senin (20/4/2026). Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) resmi dimulai hari ini, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini akan berlangsung hingga 30 April 2026 dan menjadi salah satu langkah penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih objektif dan terstandar.
Dikutip dari Instagram @litbangdikbud, Senin (20/4/2026), berbeda dengan ujian kelulusan, TKA tidak digunakan untuk menentukan kelulusan siswa. Tes ini hadir sebagai instrumen pengukuran yang menyediakan skor standar, sehingga kemampuan siswa dapat dibandingkan secara adil tanpa melihat latar belakang atau asal sekolah.
Baca juga: Benarkah Nilai TKA Jadi Penentu SPMB Jalur Prestasi 2026? Ini Fakta Sebenarnya
TKA juga dirancang sebagai model pembelajaran yang mendorong guru dan siswa untuk lebih fokus pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Selain itu, hasil TKA memberikan pengakuan kesetaraan bagi siswa dari jalur pendidikan nonformal, sehingga capaian belajar mereka tetap dapat diakui secara nasional.
Dalam pelaksanaannya, TKA SD terdiri dari 30 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 75 menit. Mata pelajaran yang diujikan mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.
Pada TKA Matematika SD, penilaian difokuskan pada kemampuan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika. Selain itu, siswa juga diuji dalam menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah atau problem solving.
Sementara itu, TKA Bahasa Indonesia untuk SD/MI/sederajat menitikberatkan pada keterampilan membaca. Kemampuan membaca dipilih karena menjadi fondasi utama dalam proses belajar, terutama di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Jenis soal dalam TKA terdiri atas soal tunggal dan soal grup. Soal tunggal merupakan soal yang berdiri sendiri, sedangkan soal grup adalah kumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama.
Adapun bentuk soal dalam TKA dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Pilihan ganda sederhana, dengan satu jawaban benar yang harus dipilih peserta.
Pilihan ganda kompleks (PGK) model multiple choice multiple answers, di mana terdapat lebih dari satu jawaban benar.
PGK model kategori, yang mengharuskan peserta memberikan respons pada setiap pernyataan, seperti “benar/salah” atau “sesuai/tidak sesuai”.
Dikutip dari Instagram @litbangdikbud, Senin (20/4/2026), berbeda dengan ujian kelulusan, TKA tidak digunakan untuk menentukan kelulusan siswa. Tes ini hadir sebagai instrumen pengukuran yang menyediakan skor standar, sehingga kemampuan siswa dapat dibandingkan secara adil tanpa melihat latar belakang atau asal sekolah.
Baca juga: Benarkah Nilai TKA Jadi Penentu SPMB Jalur Prestasi 2026? Ini Fakta Sebenarnya
TKA juga dirancang sebagai model pembelajaran yang mendorong guru dan siswa untuk lebih fokus pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Selain itu, hasil TKA memberikan pengakuan kesetaraan bagi siswa dari jalur pendidikan nonformal, sehingga capaian belajar mereka tetap dapat diakui secara nasional.
Dalam pelaksanaannya, TKA SD terdiri dari 30 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 75 menit. Mata pelajaran yang diujikan mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran wajib.
Pada TKA Matematika SD, penilaian difokuskan pada kemampuan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika. Selain itu, siswa juga diuji dalam menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah atau problem solving.
Sementara itu, TKA Bahasa Indonesia untuk SD/MI/sederajat menitikberatkan pada keterampilan membaca. Kemampuan membaca dipilih karena menjadi fondasi utama dalam proses belajar, terutama di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Jenis soal dalam TKA terdiri atas soal tunggal dan soal grup. Soal tunggal merupakan soal yang berdiri sendiri, sedangkan soal grup adalah kumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama.
Adapun bentuk soal dalam TKA dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Pilihan ganda sederhana, dengan satu jawaban benar yang harus dipilih peserta.
Pilihan ganda kompleks (PGK) model multiple choice multiple answers, di mana terdapat lebih dari satu jawaban benar.
PGK model kategori, yang mengharuskan peserta memberikan respons pada setiap pernyataan, seperti “benar/salah” atau “sesuai/tidak sesuai”.
(nnz)
Lihat Juga :