Ikan Sapu-Sapu Jadi Pakan dan Pupuk? Pakar IPB Ungkap Risikonya
Rabu, 22 April 2026 - 14:42 WIB
loading...
Gubernur Pramono Anung pimpin penangkapan massal ikan sapu-sapu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara beberapa waktu lalu. Foto/Jonathan Simanjuntak.
A
A
A
JAKARTA - Di tengah penangkapan massal ikan sapu-sapu di sungai Jakarta muncul gagasan pemanfaatan ikan tersebut sebagai sumber ekonomi untuk menekan populasi. Guru Besar IPB University pun menanggapi hal ini.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Yusli Wardiatno memperingatkan bahwa pemanfaatan tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ikan yang hidup di perairan tercemar dapat mengakumulasi logam berat di dalam jaringan tubuhnya, dengan beberapa temuan menunjukkan kadar yang melampaui ambang batas aman untuk konsumsi.
“Risiko kesehatan juga tetap ada meskipun ikan diolah menjadi produk nonpangan seperti pakan, pupuk, atau bahan industri. Logam berat berpotensi kembali masuk ke rantai makanan atau terserap tanaman melalui pupuk jika proses pengolahannya tidak benar-benar bersih,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Oleh karena itu, ia menegaskan, pemanfaatannya harus disertai pengawasan ketat, mulai dari lokasi penangkapan, cara pengolahan, hingga jaminan keamanan produk akhir.
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Yusli Wardiatno memperingatkan bahwa pemanfaatan tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ikan yang hidup di perairan tercemar dapat mengakumulasi logam berat di dalam jaringan tubuhnya, dengan beberapa temuan menunjukkan kadar yang melampaui ambang batas aman untuk konsumsi.
“Risiko kesehatan juga tetap ada meskipun ikan diolah menjadi produk nonpangan seperti pakan, pupuk, atau bahan industri. Logam berat berpotensi kembali masuk ke rantai makanan atau terserap tanaman melalui pupuk jika proses pengolahannya tidak benar-benar bersih,” katanya, melalui siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Oleh karena itu, ia menegaskan, pemanfaatannya harus disertai pengawasan ketat, mulai dari lokasi penangkapan, cara pengolahan, hingga jaminan keamanan produk akhir.
Lihat Juga :